Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 29 Agustus 2025

Tuhan Adalah Gembalaku

Filipi 3:13-14

Kebenaran yang Sejati (part 3)


Mari kita memulai hari ini dengan satu keyakinan bahwa Dia yang adalah Gembala tidak pernah meninggalkan kita.


Program Tuhan Adalah Gembalaku adalah program yang mengingatkan kita sebagai orang percaya untuk mau dipimpin oleh kebenaran firman Tuhan.


Filipi 3:13-14


13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,


14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


Pasti kita pernah mendengar kalimat seperti ini, “Kalau jalan-jalan di mall harus pakai kacamata kuda supaya enggak gampang terdistraksi oleh window shopping.”


Kacamata kuda adalah satu bagian dari kain atau kulit yang didesain untuk dipakaikan di muka kuda supaya kuda tidak terdistraksi oleh keadaan di sekitarnya, sehingga kuda bisa tetap fokus melaju ke depan.


Menarik sekali, ternyata kuda adalah hewan yang gampang sekali terkejut dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


Pada ayat hari ini, Paulus sedang menekankan tentang fokus hidup dari orang-orang percaya, bukanlah di masa lalu, namun juga bukan berhenti di masa sekarang.


Fokus hidup orang percaya seharusnya diarahkan kepada apa yang ada di depan mereka, yaitu panggilan surgawi yang Allah sudah rancangkan dan sediakan bagi kita.


Ayat 14 menggambarkan kehidupan orang percaya seperti atlet lari. Seorang atlet yang sedang lari tentu tidak memanggul backpack di belakangnya, dan tentu juga tidak berhenti di tengah-tengah.


Seorang atlet lari punya fokus yang jelas, yaitu sampai di garis finish.


Bagian inilah yang Paulus tekankan, bahwa ketika seseorang sudah diselamatkan, maka tidak berakhir dengan hari itu saja, namun sepanjang hidupnya ada proses yang harus dilalui, sampai nanti bertemu dengan Tuhan.


Proses tersebut terus menyesuaikan antara hidupnya dengan standar kebenaran firman Tuhan. Itulah yang Paulus gambarkan di ayat 15 - 16.


Paulus tidak menggambarkan dirinya sudah sempurna. Kata “sempurna” dalam ayat 15 berbicara tentang manusia dewasa yang lebih stabil.


Kita harus terus meningkatkan apa yang sudah ada, keselamatan yang sudah kita terima, bukan berarti keselamatan tidak sempurna, namun bagaimana dalam kita menjalani kehidupan, kita terus berproses.


Paulus mendorong orang percaya untuk terus mengalami pertumbuhan rohani.


Tidak hanya berhenti pada ucapan terima kasih karena sudah diselamatkan, lalu dia sama sekali tidak bertumbuh.


Paulus menekankan betapa pentingnya orang percaya untuk terus bertumbuh.


Saya pernah membaca kisah hidup tentang Eric Liddell, seorang atlet yang menolak bertanding di hari Minggu pada Olimpiade tahun 1924.


Dia punya prinsip bahwa hari minggu adalah hari Sabat, harus dikhususkan untuk Tuhan.


Menarik, Eric bukan hanya menolak tanpa melakukan apa-apa.


Pada hari-hari berikutnya di perlombaan 400 meter di mana dia baru pertama kali melakukan perlombaan tersebut, Eric berhasil meraih juara dan mencetak rekor baru.


Tidak berhenti di situ saja, Eric di akhir hidupnya menjadi seorang misionaris di China.


Ilustrasi kehidupan Eric Liddell menjadi sebuah contoh bagi kita bahwa dalam kehidupan, kita itu harus mengejar panggilan surgawi.


Jangan sampai kita jatuh ke dalam tindakan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dunia.


Sebaliknya, mari kita terus menyesuaikan diri dengan standar kebenaran firman Tuhan, sehingga kita tahu apa yang Tuhan mau dan rancangkan bagi kita.


Menjadi orang percaya adalah anugerah. Namun, menjadi orang percaya yang bertumbuh jangan pernah lelah.


Mari jalani hidup yang berfaedah dengan terus menyesuaikan kehidupan kita seturut dengan kebenaran firman Allah.


Rindukah kita untuk punya fokus yang terus disesuaikan dengan kebenaran firman Allah? Mari terus bertumbuh di dalam iman dengan memelihara hubungan kita dengan Tuhan. Mohon anugerah Tuhan menolong kita. Biarlah mata kita terfokus pada panggilannya.


Doakan dan renungkan


* Paulus mendorong orang percaya untuk terus mengalami pertumbuhan rohani.


* Tidak hanya berhenti pada ucapan “terima kasih” karena sudah diselamatkan, melainkan bertumbuh dengan standar kebenaran firman Tuhan.


Jangan berhenti bertumbuh