Audio Stream
00 : 00 : 00
Tuhan Adalah Gembalaku
Filipi 3:13 – 4:23
Kebenaran yang Sejati; Part 2; Terima Kasih atas Pemberian Jemaat
Saudara, hari ini kita akan membaca, dan merenungkan bagian firman Tuhan dari Filipi 3:13 – 4:23.
Filipi 3:13-14
13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Filipi 4:5
5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
Filipi 4:13,19
13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus.
Salah satu kesukaan saya saat belajar bahasa mandarin adalah, ketika saya membuat cerita yang akan menolong saya mengingat tulisan mandarin.
Izinkan saya untuk menceritakannya, dan semoga dapat membantu Saudara untuk melihat betapa besarnya wahyu umum, yang Tuhan berikan kepada kita, orang-orang yang belajar bahasa mandarin, maupun orang-orang yang sudah fasih bahasa mandarin.
Kata “En”, yang berarti anugerah, terdiri dari bagian atas dan bawah.
Di bagian atas, ada huruf yang menunjukkan gambar orang besar di dalam kotak. Saya membayangkan, itu adalah orang dewasa yang ada di dalam kotak serba terbatas.
Saya ingat sekali, guru mandarin saya pernah berkata seperti ini, “Supaya bagus, tulisan yang di bagian bawah harus lebih besar sedikit.” Di bagian bawah ada tulisan “Sin”, yang artinya hati.
Saya mengingat, bahwa ketika kita ada di dalam dosa, hidup kita seperti di dalam sebuah penjara.
Kita merasa diri kita bebas, tapi sebenarnya kita terikat. Kita merasa, diri kita mampu melakukan segala sesuatu, tetapi sebenarnya itu semakin menjerat diri kita.
Dan itulah gambaran orang berdosa, seperti orang besar ada di dalam kotak penjara yang menyesakkan, yang membuat kita tidak mudah bergerak.
Itulah dosa, yang selalu mengekang, selalu mengikat, dan menawarkan kebebasan yang semu.
Namun, di dalam anugerah Tuhan Yesus, yang memiliki hati yang mengasihi orang berdosa, dan membenci dosa, di dalam anugerah Tuhan yang lebih besar dari semua dosa, maka Dia membebaskan kita dan memberikan kebebasan yang sesungguhnya.
Bukan kekebasan yang semu, tapi kebebasan yang sesungguhnya, sehingga atas kebebasan yang Dia berikan, seharusnya hidup kita menjadi hidup yang penuh dengan sukacita.
Apa yang Tuhan lakukan di dalam kehidupan kita, sehingga kita bisa bersukacita di dalam segala keadaan?
Kenapa sukacita dalam segala keadaan itu, seperti sesuatu yang mudah dikatakan, tetapi sebenarnya sulit untuk dialami?
Mari, kita sama-sama melihat,apa yang Tuhan sudah lakukan, agar mata kita focus untuk melihat hidup kita, bukan berdasarkan atas sukacita yang semu, sehingga kita bisa mengucap syukur dalam segala hal?
1. Sukacita karena kita terbebas dari masa lalu; Filipi 3:13-14.
Jika kita baca dalam Filipi 3:13-14, Paulus menceritakan, bagaimana Paulus berusaha di dalam anugerah Tuhan melupakan masa lalunya.
Masa lalu Paulus, bukan masa lalu yang penuh dengan kekelaman, tapi Paulus menyadari anugerah Tuhan jauh melampaui masa lalunya, yang menurut standar dunia adalah masa lalu yang penuh kegemilangan.
Paulus justru menyadari, masa lalunya adalah masa lalu yang sama sekali tidak berarti. Paulus mengatakan, dia terbebas dari masa lalu.
Paulus saja yang dengan gemilang, mau meninggalkan masa lalunya, karena anugerah Tuhan yang begitu besar.
Karena itu, mari, Saudara, sekelam apa pun masa lalu kita, tidak ada yang bisa menandingi, atau mengalahkan kasih Tuhan yang sudah menebus masa lalu kita.
Jangan tinggal di masa lalu, tapi mari, seperti Paulus yang mendorong jemaat di Filipi, termasuk kita yang membaca suratnya, untuk mengarahkan mata kita kepada tujuan sorgawi.
Mari, kita mengarahkan hati kita bukan kepada masa lampau, tapi kepada apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.
2. Sukacita karena kita sudah terbebas dari kekuatiran; Filipi 4:4-5.
Jika kita baca di ayat ke-4 dan 5, maka jangan pernah lupakan kata keterangan:Tuhan sudah dekat.
Bagian ini menekankan sukacita orang Kristen, ketika kita tahu, bahwa kita tidak sendirian.
Kita tahu, Tuhan dekat dengan kita, Tuhan hanya sejauh doa, Tuhan benar-benar dekat dengan kita, dan Dia selalu memberikan pertolongan tepat pada waktu-Nya.
Jika di bagian tadi Paulus berbicara untuk masa lalu, maka di bagian ini kita melihat, bahwa sukacita kita melampaui dan mengatasi keadaan kita di masa sekarang.
Kenapa? Karena Tuhan kita, Tuhan yang dekat, Tuhan yang akan datang kedua kalinya, menjadi hakim yang sungguh-sungguh memegang kendali dan kedaulatan mutlak,
bahkan mengatasi dan memenangkan segala kondisi dan keadaan, yang mungkin saat ini menekan orang-orang percaya.
Inilah sebuah sukacita, Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat dengan kita, Tuhan yang berjalan bersama dengan kita.
3. Sukacita karena kita terbebas dari perasaan selalu kurang.
Dunia selalu mengajarkan untuk mendapatkan lebih, supaya kita punya hidup yang lebih baik.
Selalu berusahalah mencapai sesuatu yang lebih tinggi, karena di situlah sukacitamu berada.
Tetapi pertanyaannya, berapa lama sukacita itu bertahan, ketika kita mungkin mendapatkan sesuatu yang menurut dunia itu menyenangkan, dan menjadi standar kebahagiaan?
Bukankah segala sesuatu, yang ada dalam dunia ini berubah dengan sangat cepat? Jika sukacita kita hanya didasarkan atas sesuatu yang sementara itu, maka betapa menyedihkannya hidup kita.
Sebaliknya, Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib. Ketika kita merasa kurang, ingatlah, bahwa Allah kita adalah Allah yang menopang kehidupan kita.
Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.
Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Dengan kata lain, lepas atau terbebas dari rasa kurang, karena kita punya Tuhan.
Bersukacita di dalam segala keadaan,rejoice in the Lord always. Kenapa? Karena asal ada Tuhan, cukup.
Waktu Paulus mengatakan:Bersukacitalah!, mari, kita melihat 3 tantangan ini:
1.Masa lalu?Lupakanlah, kejarlah panggilan surgawi.
2.Khawatir?Nyatakanlah di dalam doa dan permohonan.
3.Kurang?Ingatlah bahwa Allah adalah pemelihara hidup kita.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Bersukacitalah di dalam Tuhan. Dan ingatlah, anugerah Tuhan jauh melampaui segala keadaan kita.Ingatlah huruf “En” dalam bahasa mandarin.
2. Ketika Tuhan membebaskan kita dari keberdosaan kita, maka itulah kunci sukacita yang sejati.
Karya Tuhan jauh melampaui segala dosa dan kesalahan kita.
Mohon anugerah Tuhan menolong kita, untuk bersukacita di dalam segala keadaan.
Doakan dan renungkan
* Paulus melupakan masa lalunya dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
* Mari lakukan yang sama. Kita lupakan masa lalu dan arahkan hati kita pada apa yang
Tuhan sudah sediakan untuk kita lakukan.
Masa lalu? Lupakan!