Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Amsal 16:16-17
Kumpulan Amsal-Amsal Salomo (Part 49).
Hari ini mungkin kita sudah mulai berpikir soal kebutuhan hari ini, keuangan, pekerjaan, target atau mungkin kekhawatiran akan masa depan, di tengah-tengah dunia dengan kondisi yang seperti saat ini.
Mari kita bertanya “Apa sih yang sebenarnya paling berharga hari ini?”
Tuhan ingin kita melihat kekayaan dari sudut pandang yang berbeda, mari kita bersama membaca dari:
Amsal 16:16-17
16 Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.
17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
Ayat 16 membuat perbandingan yang kontras “Hikmat lebih dari emas dan pengertian lebih dari perak”
Artinya ada sesuatu yang lebih bernilai dari materi yang mungkin selama ini orang kejar yaitu kemampuan untuk bisa melihat segala sesuatu dari perspektif Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Di dalam dunia yang mendorong kita untuk mengejar kekayaan, pencapaian, hikmat tampak seperti harta yang tidak terlihat, tetapi justru karena hikmat ini tidak terlihat banyak orang yang mengabaikannya.
Hikmat adalah sumber dari keputusan yang benar, sumber dari relasi yang sehat, sumber dari hidup yang utuh, kita sangat memerlukan hikmat.
Amsal 16:17
17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
Ayat 17 memberikan gambaran lanjutan bahwa “Jalan orang jujur menjauhi kejahatan”, karena mereka memilikihikmat.
Orang yang berjalan dalam hikmat akan memperhatikan jalannya, bukan asal melangkah, nanti bisa jatuh ke dalam lubang atau ke kubangan, dan karena itu hidup mereka terpelihara, Tuhan akan menyertai dan memberkati setiap mereka.
Kita sangat memerlukan hikmat, supaya kita bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan apa yang Tuhan mau.
Saya pernah mendengar kisah tentang seorang ayah yang sederhana, ia bekerja sebagai tukang servis AC.
Ayah ini bukanlah seorang yang kaya bahkan bisa dibilang kekurangan, tetapi anak-anaknya tumbuh dengan hati yang takut akan Tuhan, dan semua anaknya dikenal sebagai pribadi yang jujur dan penuh kasih.
Ketika ditanya bagaimana ia mendidik anak-anaknya? Ia hanya menjawab "Saya tidak bisa mewariskan harta, tetapi saya mewariskan hati yang cinta firman dan takut akan Tuhan."
Hari ini anak-anaknya juga bertumbuh dengan baik dan menjadi berkat di dalam komunitasnya. Salah satu dari mereka menjadi guru, yang lain menjadi pengusaha yang jujur.
Mereka bisa menjadi seperti itu bukan karena warisan emas perak, tetapi karena warisan iman dan hikmat.
Apa yang sedang kita kejar hari ini? Apa kita sedang sibuk mencari emas dalam bentuk gaji, posisi, kekuasaan, dan pengakuan, atau kita sedang membangun hikmat dengan belajar, merenung, berdoa, dan taat akan firman Tuhan?
Kalau harus memilih antara kaya secara materi dan kaya secara hikmat, firman Tuhan jelas mengatakan pilihlah hikmat.
Kita membutuhkan uang, kita membutuhkan harta dalam kehidupan kita, tapi biarlah itu bukan menjadi hal yang utama dan terutama dalam hidup kita.
Biarlah kita mencari apa yang Tuhan mau, kita mencari firman Tuhan, dan itu akan menolong kita bisa menjalani hidup ini dengan benar.
1. Pilihlah hikmat, karena dari sanalah hidup yang sejati akan mengalir.
Hari ini mari kita berdoa seperti Raja Salomo berdoa, “Tuhan beri aku hati yang bijaksana lebih dari emas, aku rindu akan pengertian dari hikmat”
2. Kekayaan bisa lenyap, tetapi hikmat menuntun sampai kekekalan.
kiranya Tuhan boleh memberkati setiap langkah dan pilihan kita hari ini.
Doakan dan renungkan
* Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.
* Dalam dunia yang mendorong kita untuk mengejar kekayaan dan pencapaian, hikmat tampak seperti harta yang tidak berharga sehingga orang mengabaikannya.
Hikmat itu mahal dan tak dijual