Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 26 Mei 2025

Tuhan Adalah Gembalaku


Amsal 11:16-31


Kumpulan amsal-amsal Salomo (part 6)


Apa itu murah hati? Murah hati adalah orang yang suka berbuat baik, dan memberikan yang terbaik kepada sesamanya.


Artinya orang tersebut memiliki hati yang suka dan mudah untuk memberikan pertolongan, dan orang itu tidak akan mengharapkan imbalan atas kemurahan hatinya, agar supaya orang lain dapat melihat dan merasakan kasih Kristus itu nyata.


Bagaimana dengan hidup kita yang sudah mengalami anugerah Tuhan Yesus? Adakah kemurahan hati kita bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita/sebaliknya?


Amsal 11:16-31


16 Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.


17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.


18 Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahalayang tetap.


19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.


20 Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela,jalannya dikenan-Nya.


21 Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman, tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.


22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.


23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata, harapan orang fasik mendatangkan murka.


24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.


25 Siapa banyak memberiberkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.


26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.


27 Siapa mengejarkebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.


28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.


29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.


30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,dan siapa bijak, mengambil hati orang.


31 Kalau orang benar menerima balasandi atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!


Dalam bagian firman Tuhan ini, penulis Amsal mengingatkan bahwa setiap orang pasti mendapatkan balasan atas apa pun yang dilakukan semasa hidupnya.


Apakah itu perbuatan yang murah hati/sebaliknya.


Demikianlah orang yang murah hati; ketika tiba waktunya ia akan mendapatkan penghormatan, dan penghargaan dari manusia, dan Tuhan.


Berkat-berkat Tuhan telah dicurahkan atas setiap orang percaya; ketika ia menjalani kehidupan ini, baik di dalam usaha maupun pekerjaannya, bahkan di dalam keluarga, sehingga kelimpahan berkat meliputi dalam hidupnya.


Sebaliknya orang yang tidak bermurah hati dengan berbagai alasan untuk menghemat dalam hidup adalah bagian dari menahan berkat Tuhan yang telah diterimanya untuk kepentingan dirinya sendiri, dan demi kenyamanan hidupnya.


Ada 3 prinsip yang perlu dimiliki oleh orang yang bermurah hati:


1. Bersumber pada kerinduan untuk membagikan berkat yang sudah ia terima;


2. Didasari atas sikap kerinduan agar orang lain mengalami dan merasakan apa yang sudah ia terima;


3. Bermurah hati akan mendorongnya untuk mengejar/berbuat kebaikan terhadap sesamanya.


Sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama dari pembahasan di atas; Apakah kita sudah bermurah hati dalam menjalani kehidupan ini?


Kita yang telah mengalami anugerah dan kemurahan Tuhan Yesus dalam hidup kita; Apakah kita juga menyatakan kemurahan hati kita kepada sesama?


Orang yang bermurah hati hidupnya akan dikenan Allah, karena hidup mentaati dan melakukan perintah-perintah Tuhan di sepanjang hidupnya.


Doakan dan renungkan


* Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.


* Siapa banyak memberiberkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.


Kebaikan berbuah kebaikan