Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Amsal 1:20-33
Nasihat hikmat
Hidup ini banyak pilihan, dalam keseharian kita bisa memilih misalnya makanan kesukaan kita, pakaian selera kita, pendidikan yang baik, berwisata, pasangan hidup dan lain lain.
Namun, setiap keputusan pilihan kita ada resikonya.
Amsal 1:20-33
20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
22 “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
26 maka aku juga akan mentertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.
29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,
31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.”
Pesan firman Tuhan
1. Orang bebal adalah orang yang menolak hikmat.
Kitab Amsal banyak berbicara mengenai kebebalan, mengajarkan bahwa orang bebal adalah orang yang menolak hikmat.
Firman Tuhan menjelaskan dengan seksama kepada kita, bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hikmat, asalkan ia mau menaati firman Tuhan.
Bila ia tidak memiliki hikmat, itu disebabkan oleh pilihannya sendiri, dengan perkataan lainnya, orang bebal adalah orang yang memilih untuk hidup bebal.
Orang bebal tidak suka mendengarkan hikmat karena hikmat seperti terang yang menyinari kebodohannya, ia lebih suka hidup dalam kebebalannya daripada mengakui kekeliruannya.
Ia akan lebih memilih teman yang sejiwa, sehati, sepikir dengannya karena mereka akan mendukung tindakannya.
Sebaliknya, ia membuang teman yang takut akan Tuhan, sebab teman akan berani menegur tindakan atau perbuatannya.
Orang bebal adalah orang yang angkuh dan tidak mau dipersalahkan, apalagi belajar dari kesalahan.
Akibatnya ia harus memakan sendiri buah perbuatannya, bahkan menanggung akibat fatal kesalahannya.
2. Hikmat hanya diberikan kepada orang yang takut akan Tuhan.
Kita tidak kebal akan bebal, kitapun bisa menjadi bebal karena ada kalanya kita berhenti takut akan Tuhan.
Kita tetap melakukan dosa yang sama berulang kali, kendati kita tahu itu salah.
Kita menutup telinga dan mata terhadap peringatan Tuhan, seharusnya kita waspadai, sebab itu suatu saat Tuhan akan membiarkan kita terjatuh sangat dalam.
Di dasar sumur dosa yang dalam itulah kita baru berseru dan bertobat.
Renungkan dan dengarkanlah suara Tuhan sewaktu kita berada di luar sumur, mengapa memilih terjerumus dahulu ke dalam sumur baru sadar akan suara Tuhan?
Doakan dan renungkan
* Orang bebal benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
*Waspadalah, kita tidak kebal akan bebal, kitapun bisa menjadi bebal karena ada kalanya kita berhenti takut akan Tuhan.
Kita tidak kebal bebal