Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Markus 4: 26 -34
Perumpamaan tentang benih yang tumbuh, Perumpamaan tentang biji sesawi
Orang bijak akan berbicara kepada lawan bicaranya sesuai dengan tingkat pengertian orang tersebut, agar dapat dimengerti.
Misalnya, saat berbicara dengan anak-anak, maka seseorang akan menggunakan bahasa yang sederhana atau bahasa anak-anak.
Begitu juga saat kita berbicara dengan orang yang tidak berpendidikan, kita tidak dapat menggunakan bahasa orang yang berpendidikan. Tidak cocok kita menggunakan istilah asing.
Saat kita berbicara menggunakan pendekatan yang sesuai dengan tingkat pengertian lawan bicara kita, maka hal ini akan memudahkan orang tersebut untuk mengerti dan menangkap isi pembicaraan.
Tuhan Yesus adalah pribadi yang sangat bijak. Saat berbicara dengan ahli-ahli Taurat, Dia menggunakan istilah agama. Saat berbicara dengan orang awam, Dia menggunakan istilah umum.
Tuhan Yesus juga menyampaikan maksud-Nya dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pengertian orang-orang yang menerima pengajaran-Nya.
Markus 4: 26 -34
26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Tuhan Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah kepada orang banyak. Kerajaan Allah adalah tempat Allah bertahta dan berkuasa memerintah. Hal ini berarti sebuah kehidupan yang berpusat kepada Kristus.
Hal ini dapat terjadi hanya ketika seseorang percaya kepada Kristus dan menerima Kristus sebagai Juruselamat dalam hidupnya. Hal Kerajaan Allah sulit dimengerti oleh orang banyak.
Maka, Tuhan Yesus berusaha menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pengertian orang banyak tersebut.
Markus 4:33
33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menabur benih di tanah (memberitakan Firman Tuhan)
Orang yang menabur benih adalah orang yang memberitakan Firman. Ketika benih itu ditabur, maka ia akan bertumbuh.
Untuk bertumbuh, tidak serta merta langsung tumbuh saat ditanam. Namun, melalui sebuah proses yang bersifat alamiah.
Dalam proses bertumbuh itu, tidak ada yang tahu bagaimana proses itu terjadi. Dari benih yang ditanam di tanah, lalu muncul bulir-bulir dan pucuk.
Dari pucuk, lalu berkembang menjadi batang-batang dan daun. Hingga akhirnya menjadi tanaman besar dan menghasilkan buah.
Tidak ada yang tahu bagaimana proses itu terjadi. Setelah menabur, penabur itu tidur pada malam hari. Lalu siang harinya, ia melihat tanaman itu sudah tumbuh besar.
Menabur Firman Tuhan juga demikian. Saat Firman Tuhan itu disampaikan, maka Firman itu akan bertumbuh.
Mengenai proses bagaimana Firman itu bertumbuh di dalam hati dan hidup kita, tidak pernah ada yang tahu, termasuk diri kita sendiri.
Ketika kita mendengar Firman Tuhan, sedikit demi sedikit melalui proses bersifat alamiah, Tuhan bekerja melalui kebenaran Firman Tuhan untuk mengubah hidup kita, menjadikan kita semakin hari semakin bertumbuh dan dewasa di dalam Tuhan.
Terkait bagaimana proses bertumbuh, kita tidak tahu. Di luar proses alamiah, ada kekuatan Firman Allah yang berkuasa, membuat kita bisa bertumbuh di dalam kehidupan orang percaya dan menghasilkan buah-buah yang dapat dinikmati oleh orang-orang di sekeliling kita.
Mari kita membuka dan siapkan hati dengan baik, rela dan tulus untuk menerima Firman Tuhan. Biarkan benih Firman Tuhan itu tumbuh secara alamiah dalam hati kita.
Hal ini supaya semakin hari semakin bertumbuh, semakin minggu semakin besar, semakin bulan semakin kuat, dan semakin tahun kita semakin dewasa di dalam Tuhan.
2. Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, benih yang kecil namun memberikan dampak yang besar, karena Firman Tuhan itu adalah Firman yang berkuasa.
Kuasa Tuhan dasyat, bisa mengubah sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan kita. Benih Firman dapat memberikan dampak yang besar di dalam kehidupan kita.
Firman itu memberkati hidup kita dan membuat hidup kita menjadi berkat bagi orang lain. Mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, dunia kerja, di tengah-tengah masyarakat dimana kita berada, kita sudah menjadi berkat bagi dunia ini.
Sebagai orang percaya, kita belajar untuk menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan membiarkan Firman Tuhan yang kita dengar, kita terima sehingga bertumbuh dan semakin hari semakin bertambah.
Kita dapat menjadi orang Kristen yang dewasa dan memuliakan Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Dalam banyak perumpamaan, Tuhan Yesus memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka.
* Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Semua dapat mengerti