Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 30 Januari 2025

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 36

Kefasikan Orang Berdosa dan Kasih Setia Allah


Dalam kehidupan kita yang selalu berubah dan adakalanya begitu banyak badai dan gelombang, ke manakah kita melempar jangkar hidup kita?


Apakah ke batu karang yang kokoh, sehingga kapal besar kita tetap selamat? Atau kita menaruhnya pada sesuatu yang juga berubah?


Tuhan Yesus, Dialah batu karang hidup kita.


Mari, kita melempar jangkar hidup kita kepada Batu Karang itu sehingga badai sehebat apapun, tidak sanggup menghancurkan biduk kehidupan kita.


Kehidupan di dunia ini, semakin hari semakin terasa semangat hukum rimbanya. Siapa yang kuat, dia yang menang. Siapa yang cepat, dia yang dapat.


Persaingan semakin ketat baik dalam hal usaha, lapangan kerja, bahkan juga dalam hal studi.


Harga-harga barang kebutuhan semakin meningkat, sehingga setiap orang harus berpacu meningkatkan pendapatannya. Dan untuk itu dia harus berpacu dengan orang-orang lain.


Kita dapat menyaksikan, seseorang tidak segan menipu orang lainnya, meskipun orang yang ditipu itu adalah sahabatnya, atau sanak familinya, bahkan orang tuanya.


Dapat dikatakan orang-orang yang hidup hari ini mengalami tekanan yang besar, sehingga mengubah bagaimana mereka hidup.


Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya?


Orang percaya tidak rentan terhadap tekanan-tekanan seperti ini, karena kita masih hidup dalam dunia.


Bagaimana sebagai orang percaya kita menjalankan kehidupan kita ini?


Mazmur 36


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud.


2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.


3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.


4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.


5 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.


6 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.


7 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.


8 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:


9 "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"


10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.


11 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.


12 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.


13 Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku;


14 mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.


15 Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;


16 kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.


17 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.


18 Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.


19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.


20 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!


21 Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing.


22 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!


23 Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:


24 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!


25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.


26 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.


27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!


28 Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.


29 Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.


30 Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.


31 Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.


32 Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.



Daud menulis mazmur ini dengan mengkontraskan, bagaimana orang fasik sambil tidur sambil merancang kejahatan.


Namun, Tuhan itu kasih-Nya sampai ke langit, dan setia-Nya sampai ke awan. Daud sedang mengkontraskan antara dunia ini dengan Tuhan yang kita percaya.


Oleh karena itu, marilah kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi kita menjadi serupa dengan Tuhan. Kita tidak lagi bersandar kepada dunia ini, tetapi kita bersandar kepada Tuhan.






Pesan Firman Tuhan bagi kita:


Di dalam dunia yang terus berubah dan semakin tidak dapat diharapkan oleh kita, kita sebagai orang percaya tetap dapat menikmati kehidupan kita, dengan menikmati kasih setia Tuhan di dalam kehidupan kita.



Mazmur 36:8


8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.



Ketika kita membaca ayat firman Tuhan ini, dan kita melihat dunia ini, maka kita harus mengaminkan apa yang dikatakan firman Tuhan ini: Betapa berhaganya kasih setia-Mu, ya Allah!


Hal ini bagaikan orang-orang berpetualang dengan kapal laut atau kapal layar. Lalu di tengah-tengah samudera, ada badai topan yang begitu dahsyat menerjang kapal yang besar itu.


Ketika jangkar diturunkan, dan berjumpa dengan batu karang yang kokoh di dasar laut, maka kapal itu akan selamat.


Dan para petualang akan berkata: betapa berharganya batu karang yang tidak berubah, yang kokoh itu.


Mengapa Daud berkata: “Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.”?


Karena Daud tahu, dia tidak dapat lagi percaya kepada orang-orang di sekitar dia.


Daud mengatakan bahwa orang-orang ini merancang kejahatan sejak dari tempat tidurnya; bagaimana mereka senang dengan perbuatan yang jahat; bagaimana mereka senang dengan ketidaksetiaan.


Hal ini dialami juga oleh Tuhan Yesus; bagaimana Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya. Namun tetap saja, ada murid yang tidak setia, ada saja murid yang berkhianat kepada-Nya.


Ketika kita menghadapi kehidupan ini, maka kita mengerti, bahwa hidup ini selalu berubah, bahkan orang yang kita anggap dapat diandalkan, bisa menjadi orang yang sangat berbahaya dalam hidup kita.


Ke mana kita harus menaruh sandaran hidup kita?


Pemazmur mengatakan: kasih setia Tuhan itulah yang tetap dapat disandarkan. Bukan saja dapat disandarkan, tetapi karena kasih setia Tuhan itulah kita dapat menikmati hidup kita.


Kita tidak menjalankan hidup kita dengan kekhawatiran semata-mata atau ketakutan, karena kasih setia Tuhan.


Kasih setia Tuhan tidak berubah. Dia memegang janji-Nya di dalam kesetiaan. Dan Dia mengasihi kita dalam kesetiaan-Nya. Itulah Tuhan kita.


Tuhan Yesus memegang kesetiaan-Nya pada kita sebagai orang percaya sehingga kepercayaan kita bersifat kekal, karena Dia memegang perjanjian yang kekal itu.


Oleh karena itu, ketika kita mengikuti Perjamuan Kudus, kita ingat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus: Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimateraikan oleh darah-Ku.


Perjanjian baru itu perjanjian kekal. Darahnya bukan darah domba, tapi darah Anak Allah yang tunggal, yaitu darah Yesus yang dicurahkan di atas kayu salib.


Darah yang Kudus, darah yang sangat berharga yang tidak dapat dinilai oleh dunia ini.


Ini memberitahukan kepada kita, bahwa Dia, Tuhan yang penuh kasih setia, berpegang kepada perjanjian sampai Dia mati di atas kayu salib.


Di tengah bahaya, di tengah pergumulan dalam dunia ini, di tengah penderitaan yang kita hadapi, di tengah situasi yang tidak menentu, ada yang berjanji kepada kita, yaitu Tuhan Yesus.


Dia berjanji dan Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dia berjanji akan melindungi kita. Dia berjanji bahwa tidak seorangpun dapat merebut kita dari tangan-Nya. Dia berjanji bahwa Dia akan menyertai kita.


Kita sebagai orang percaya masih dapat menikmati hidup ini dengan sukacita, bukan karena dunia ini yang dapat diharapkan, tetapi karena kasih setia Tuhan yang tidak berubah.


Sehingga hidup kita penuh sukacita, penuh damai sejahtera, dan memiliki pengharapan dalam hidup kita, apapun yang kita alami.


Oleh karena itu, ke mana jangkar hidupmu engkau labuhkan?


Sebagai orang percaya yang bijaksana, mari kita melabuhkan jangkar iman kita kepada Yesus Kristus, baru karang yang teguh itu.


Dunia boleh berubah, tetapi Yesus, Dia tidak berubah, dan Dia tetap setia kepada apa yang Dia janjikan kepada kita.


Doakan dan renungkan


* Aku akan memasyhurkan nama-Mu dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:


* Sebab Tuhan tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu.


Orang jijik, Tuhan tidak