Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 17 Januari 2025

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 23

TUHAN, gembalaku yang baik


Tuhan sangat mengasihi kita. Tuhan yang kudus mau bersekutu dengan kita orang-orang percaya. Alamilah kasih Tuhan di dalam persekutuan yang indah dengan Tuhan.


Hubungan kita sebagai orang percaya dengan Tuhan sebenarnya adalah sebuah hubungan yang sangat dekat, sebab kita menerima penebusan Yesus Kristus.


Dia penebus dan kita adalah umat tebusan-Nya. Namun bagaimana dalam perjalanan kehidupan kita selama ini? Seberapa dekatkah kita dengan Tuhan Yesus?


Ada orang Kristen yang merasa dekat dengan Tuhan Yesus saat beribadah di gereja. Tentu hal ini tidak salah dan patut disyukuri, karena ada juga orang Kristen yang dalam ibadahnya di gereja hanya menjalankan aktivitas kebaktian dengan liturginya.


Kedekatan orang percaya dengan Tuhan Yesus merupakan sesuatu yang pasti, karena Tuhan Yesus sendiri yang menyertai kita melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita.


Tuhan Yesus sendiri mengatakan, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, maka kamu akan berbuah banyak.”


Tuhan Yesuslah yang memberikan hidup dan kelimpahannya, dan Ia mengatakan,“di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”


Apakah Saudara menghargai dan merindukan relasi yang seperti itu dengan Kristus?


Mazmur 23


1 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.


2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;


3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.


4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.


6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Mazmur 23 adalah Mazmur yang populer yang telah menguatkan dan memberkati banyak orang.

Mazmur 23 lahir dari pengalaman Raja Daud melalui kehidupannya yang tidak mudah, bahkan di dalam ancaman terbunuh.


Bagaimana Daud dapat melalui semua itu? Ia melaluinya bersama Tuhan.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


Sebagai orang percaya, mari kita membangun relasi kita dengan Tuhan, dengan Tuhan adalah gembala kita, yaitu sebuah relasi yang sangat dekat di dalam kehidupan sehari-hari kita.


Mazmur 23:4


4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


Orang Israel pada zaman Daud memiliki begitu banyak domba-domba yang digembalakan, bahkan Raja Daud dulunya adalah seorang gembala ternak.


Menggembalakan domba merupakan hal yang umum di tanah Israel pada zaman itu. Pengenalan umat kepada Tuhan sebagai Gembala, itulah yang menjadi landasan relasi mereka dengan Tuhan.


Umat Tuhan adalah umat yang digembalakan dan Tuhan adalah Gembalanya.


Kita dapat mengerti relasi ini ketika mengerti sifat seekor domba. Domba adalah hewan yang lemah, karena mereka memiliki penglihatan yang sangat pendek, sehingga rentan terancam dibunuh oleh hewan lain dengan mudah.


Domba juga memiliki orientasi arah yang sangat buruk, sehingga mereka tidak tahu harus berjalan ke mana. Alkitab menggambarkan umat Tuhan yang tersesat bagaikan domba yang mengambil jalannya sendiri.


Bayangkan seekor domba ketika dia berjalan sendiri tanpa gembala. Bukan hanya kelaparan yang dialami, tetapi kebinasaan.


Hubungan domba dengan gembala adalah hubungan nyawa. Hidup dan mati domba tergantung dengan bagaimana relasinya dengan gembalanya.


Relasi yang absolut dibutuhkan domba kepada gembala. Domba mendengar suara gembala, dan gembala mengenal suara domba-Nya.


Itulah yang Tuhan Yesus sampaikan dalam Firman-Nya, bahwa domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mengenal mereka.


Ketika Tuhan menggambarkan relasi kita sebagai gembala dan domba-dombaNya, kita tahu bahwa Tuhan sangat mencintai kita.


Dia tahu kita rentan akan kebinasaan. Dia ingin kita selalu memanggil nama-Nya dan selalu mendengar suara-Nya, karena itulah yang memimpin kehidupan domba-domba Tuhan.


Raja Daud adalah seseorang yang mungkin terbiasa berjalan dalam lembah kekelaman dan akrab dengan ketakutan, tetapi dalam Mazmur 23 ia mengatakan,“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”


Gembala bukan hanya membawa tongkat untuk mengarahkan jalan domba yang mungkin ke kiri atau ke kanan, tetapi juga membawa gada untuk membela domba-dombanya di hadapan lawan-lawannya. Karena itu Daud berkata,“gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”


Mari kita membangun relasi yang dekat dengan Tuhan, bagaikan domba dengan gembala-Nya.


Sebuah relasi hidup yang absolut, yang menjadi kerinduan dan kehausan kita untuk berdekat kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan mengalami sukacita, damai sejahtera, kasih dan kuasa-Nya.


Doakan dan renungkan


* Hubungan domba dengan gembala adalah hubungan nyawa. Hidup dan mati domba, yang rentan akan kebinasaan, bergantung pada relasinya dengan sang gembala.


* Ketika Tuhan menggambarkan relasiNya dan kita sebagai gembala dan domba, kita tahu bahwa Tuhan sangat mencintai kita. Ia memimpin, menjaga dan memelihara kita.


Nyawaku aman ditangan Gembalaku