Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 22
ALLAH-ku, Mengapa KAU Tinggalkan Aku?
Penderitaan dalam kehidupan manusia seusia dengan keberadaan manusia.
Bagaimana penderitaan itu kita alami, bukan tergantung kepada penderitaan itu, tetapi tergantung bagaimana kita memandang penderitaan itu.
Bagaimanakah orang menafsirkan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia? Penderitaan dapat dijadikan komoditi politik, bukan?
Penderitaan manusia dapat dijadikan sarana ekonomi bagi orang lain. Penderitaan manusia menjadi alasan bagi orang-orang tertentu mempertanyakan tentang Tuhan.
Berapa banyak orang dengan alasan penderitaan, tidak mau percaya kepada Tuhan? Sebagai orang percaya, Bagaimana Anda melihat penderitaan yang kita alami dalam kehidupan ini?
Mazmur 22
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud.
2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
5 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.
6 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.
7 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
8 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
9 "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
11 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
12 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
13 Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku;
14 mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.
15 Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;
16 kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
17 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
18 Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.
19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
20 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
21 Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing.
22 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!
23 Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
24 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
26 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
28 Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
29 Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
30 Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
31 Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
32 Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
Mazmur 22 merupakan mazmur mesianik, yaitu mazmur yang menubuatkan akan kedatangan Mesias.
Ketika kita membaca bagian ini, lalu kita membaca Injil akan penderitaan Yesus Kristus, maka ada banyak hal, yang digenapi oleh Yesus Kristus, dari Mazmur 22 ini.
Orang percaya adalah orang-orang yang mengikut Kristus, atau seringkali disebut sebagai murid Kristus. Maka salah satu cirinya adalah kita patut meneladani Kristus ketika Dia di dalam penderitaan-Nya.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
Sering kali orang-orang menilai ketika kita sebagai orang percaya mengalami pergumulan, bahwa kita adalah orang yang sedang ditinggalkan Tuhan. Namun, sebenarnya Tuhan tidak sedang meremehkan, apalagi meninggalkan kita. Sebaliknya, Dia mendengarkan seru doa kita.
Mazmur 22:25
25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
Ketika kita mengalami penderitaan, adakalanya kita merasa, bahwa Tuhan meninggalkan kita. Ini dialami oleh banyak orang, yakni orang-orang percaya sekalipun.
Karena penderitaan itulah, orang percaya merasa sedang berada di dalam tempat yang gelap. Orang percaya merasa dia sendiri, tidak ada yang mempedulikan dia.
Inilah ungkapan dari Mazmur 22 yang ditulis oleh Raja Daud. Kita tahu, bagaimana pergumulan Raja Daud, bahwa Raja Daud, pergumulannya adalah hidup atau mati. Ini pasti sangat mencekam.
Bagaimana dia bisa mendapat pertolongan dan perlindungan dari orang lain? Adakalanya perlindungan itu tidak ada.
Oleh karena itu, ketika dia menulis mazmur ini, dia berseru-seru kepada Tuhan, maka nada-nadanya dia merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan dia. Tuhan meninggalkan dia.
Namun, mazmur ini tidak berhenti hanya dengan permulaan, tetapi terus mengalir, mengalir, dan mengalir. Dan Daud sadar bahwa Tuhan tidak bertindak seperti itu. Tuhan peduli kepada Raja Daud yang sedang mengalami kesulitan.
Oleh karena itu, dia berkata: Sebab Tuhan tidak memandang hina, ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas. Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu. Dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
Di sanalah Daud berkata: Karena Engkau, aku memuji-memuji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
Pengalaman Raja Daud bisa merupakan pengalaman hidup kita, atau mungkin di antara kitafamiliardengan pengalaman seperti ini, yaitu pengalaman yang tidak menyenangkan, di mana kita merasa Tuhan meninggalkan kita.
Firman Tuhan mengatakan, bahwa Tuhan tidak memandang hina, ataupun merasa jijik dengan kesengsaraan kita. Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita yang sedang menderita. Bahkan Dia mendengar, ketika kita berteriak minta tolong kepada-Nya.
Itulah Tuhan kita, Tuhan yang peduli dengan kita.
Apa yang dialami oleh Raja Daud, menjadi sebuah nubuatan akan apa yang dialami oleh Mesias, yaitu Yesus Kristus. Ketika Kristus menderita, ketika Kristus ditangkap, ketika Kristus dihina, bahkan mati di atas kayu salib.
Ada ungkapan-ungkapan, ketika Kristus di atas kayu salib, ketika Dia berkata, “Eli, Eli lama sabakhtani?” Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Apa yang dialami oleh Yesus Kristus, itulah yang Dia alami seseungguhnya. Mengapa demikian? Karena Dia sedang menanggung dosa manusia.
Di sanalah, Kristus mengalami kegelapan yang paling gelap. Bukan saja masalah fisik, tetapi juga masalah rohani, karena Dia sedang menanggung dosa manusia.
Namun, Dia tidak pernah sendiri. Tuhan mendengar seru doa-Nya kepada Tuhan, karena Kristus adalah seorang yang benar.
Oleh karena itu, meskipun Kristus mati, Dia harus bangkit dari antara orang mati. Kristus mati, karena Dia harus mengalahkan sang maut, sehingga dengan kebangkitan-Nya, maut telah dikalahkan.
Namun, untuk melalui semuanya itu, bukanlah perkara yang mudah. Dia bergumul di Getsemani.
Dari perjalanan yang tidak mudah dan mengerikan itu, kita menyaksikan bahwa Dia tidak sendiri. Dia seorang yang benar, dan Tuhan berkenan kepada-Nya.
Di situlah kita sebagai murid Kristus, kita harus bersikap yang sama. Kita dengan tekun melalui segala sesuatu yang kita anggap sebagai penderitaan.
Karena kita tahu, meskipun kita tidak melihat dengan kasat mata, Tuhan, Dia sedang bersama kita. Dia tidak berdiam diri. Dia sedang bekerja dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, mari kita berjalan di dalam terang firman-Nya supaya kita tidak tersandung dan tidak tersesat.
Arahkan mata kita kepada Tuhan karena Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan menolong kita di dalam pergumulan kita.
Doakan dan renungkan
* Tuhan tidak memandang hina kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu. Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
* Kadang orang menilai kita sedang ditinggalkan Tuhan saat kita mengalami pergumulan, padahal Ia setia menyertai kita.
KesetiaanNya menembus kehinaan kita