Audio Stream
00 : 00 : 00
Tuhan Adalah Gembalaku
Ulangan 32:28-47
Nyanyian Musa (part 3); Nasihat Musa yang terakhir
Ketika kita sedang hidup dalam kegelapan dan dalam lembah yang kelam. Lihatlah akan tongkat dan gada Tuhan, karena Gembala kita sedang berjalan bersama dengan kita.
Dia-lah Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita dan tidak pernah mengabaikan kita.
Mungkin ada orang bertanya-tanya bagaimana mungkin orang percaya memiliki kepastian akan keselamatan?
Apakah orang percaya itu begitu salehnya, sehingga mereka pasti selamat? Tentu kita menyadari bahwa sebagai orang percaya, kita penuh dengan kekurangan bahkan kegagalan.
Apakah Tuhan mengenal kita seperti itu? Tentu saja. Keselamatan itu pasti tidak pernah kita alami jika bergantung pada kekuatan dan kesalehan kita atau kesetiaan kita.
Alkitab menyatakan bahwa keselamatan orang percaya adalah pasti, sebab Tuhan setia beranugerah dan berbelas kasihan kepada kita, orang percaya, di dalam Kristus.
Ketekunan orang percaya mengikut Tuhan adalah pemeliharaan Tuhan atas iman orang-orang percaya.
Orang percaya memiliki kepastian keselamatan, karena keselamatan itu semata-mata diberikan oleh Tuhan kepada kita di dalam Kristus.
Ulangan 32:28-47
28 Sebab mereka itu suatu bangsa yang tidak punya pertimbangan, dan tidak ada pengertian pada mereka.
29 Sekiranya mereka bijaksana, tentulah mereka mengerti hal ini, dan memperhatikan kesudahan mereka.
30 Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!
31 Sebab bukanlah seperti gunung batu kita gunung batu orang-orang itu; musuh kita boleh menjadi hakim!
32 Sesungguhnya, pohon anggur mereka berasal dari pohon anggur Sodom, dan dari kebun-kebun Gomora; buah anggur mereka adalah buah anggur yang beracun, pahit gugusan-gugusannya.
33 Air anggur mereka adalah racun ular, dan bisa ular tedung yang keras ganas.
34 Bukankah hal itu tersimpan pada-Ku, termeterai dalam perbendaharaan-Ku?
35 Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.
36 Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya;apabila dilihat-Nya, bahwa kekuatan mereka sudah lenyap, dan baik hamba maupun orang merdeka sudah tiada.
37 Maka Ia akan berfirman: Di manakah allah mereka, --gunung batu tempat mereka berlindung –
38 yang memakan lemak dari korban sembelihan mereka, meminum anggur dari korban curahan mereka? Biarlah mereka bangkit untuk menolong kamu, sehingga kamu mendapat perlindungan.
39 Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.
40 Sesungguhnya, Aku mengangkat tangan-Ku ke langit, dan berfirman: Demi Aku yang hidup selama-lamanya,
41 apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.
42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan, dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang.
43 Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya."
44 Lalu datanglah Musa bersama-sama dengan Yosua bin Nun dan menyampaikan ke telinga bangsa itu segala perkataan nyanyian tadi.
45 Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang Israel,
46 berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
47 Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."
Nyanyian yang disampaikan Musa kepada bangsa Israel mengingatkan mereka, betapa dahsyatnya Tuhan, dan Tuhan itu tidak tertandingi oleh siapa pun ataupun oleh apa pun.
Bukan itu saja Tuhan yang maha dahsyat itu adalah Tuhan yang berbelas kasihan kepada umatnya yang bebal.
Umat Tuhan selamat dari bangsa lain, karena Tuhan melepaskan mereka sebab Tuhan berbelas kasihan kepada mereka.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
Jangan pernah berputus asa di dalam kehidupan dan jangan berharap kepada kesia-siaan, tetapi berharaplah kepada Tuhan, sebab Dia menaruh belas kasihan kepada kita dan tidak ada apa pun dan siapa pun yang dapat menghalangi Dia, ketika Dia menolong kita.
Ulangan 32:39
39 Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.
Nyanyian Musa untuk mengingatkan kepada bangsa Israel agar mereka tidak mengharapkan dan menyadarkan hidup mereka kepada ilah-ilah, supaya mereka tidak lupa akan pertolongan Tuhan.
Mereka tidak lupa akan belas kasihan Tuhan; mereka tidak lupa akan kedahsyatan Tuhan, tetapi Tuhan ingin mereka selalu bersandar kepada Tuhan.
Kalaupun mereka menghadapi kesulitan, kalaupun mereka menghadapi kendala, kalaupun mereka menghadapi penderitaan, maka Tuhan Dia adalah Tuhan yang mampu menolong mereka.
Karena Dia Tuhan yang maha kuasa dan Tuhan sudah menyatakan kekuasaan Dia dan Dia Tuhan yang berbelas kasihan, sehingga umat Tuhan tidak perlu beralih ke ilah-ilah yang hampa itu yang menjadi kepercayaan daripada bangsa-bangsa lain.
Pesan firman Tuhan ini sangat penting bagi kita, ketika kita menghadapi pergumulan hidup kita, ketika kita menghadapi masa-masa yang gelap, masa-masa yang sulit.
Adakalanya bisa terbersit dalam pikiran kita untuk meninggalkan Tuhan, lalu kita berharap kepada yang lain atau kita tidak meninggalkan Tuhan namun kita tidak mengandalkan Dia, tetapi kita berpikir kita bisa mengandalkan yang lain.
Sebuah jalan yang salah, ketika kita mulai menaruh pengharapan kita bukan kepada Tuhan. Kita sedang menjerumuskan diri kita ke dalam lembah yang lebih kelam; lembah yang berbahaya.
Tuhan ingin apa pun situasi kita, betapa pun gelap hidup kita, betapa pun kita berada dalam lembah yang paling dalam, Tuhan ingin mengatakan kepada kita, bahwa Dia Tuhan yang sanggup menjangkau di tempat yang gelap di tempat yang paling dalam sekalipun.
Sebagaimana Yunus yang telah berada di dalam perut ikan dan di bawah kedalaman lautan, Tuhan sanggup menjangkau dia, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang maha kuasa dan Tuhan yang berbelas kasihan kepada kita umat-Nya.
Dan tidak ada apa pun atau siapa pun yang dapat menghalangi Dia, ketika Dia turun untuk menolong kita, karena Dia adalah Tuhan sang pencipta itu dan Dia adalah Tuhan sang penebus.
Oleh karena itu apa pun situasi kita, janganlah kita lepas lekatan kita dengan Kristus, karena Dia mengasihi kita. Sehingga firman Tuhan berkata: “Siapakah yang dapat melepaskan kita daripada kasih Kristus?”
Sudah tidak ada karena kasih-Nya itu selalu menjangkau kita sebagai orang percaya. Dia selalu ingin menolong kita, kalaupun kita menghadapi tantangan kesulitan.
Tantangan kesulitan tidak akan membinasakan kita, tetapi melaluinya Tuhan membentuk kita. Oleh karena itu jangan pernah putus asa, jangan pernah lepas berharap kepada Tuhan.
Marilah berharap kepada Tuhan, karena Dia adalah gunung batu kita, Dia adalah Gembala kita yang baik yang telah mati bagi kita, yang telah mengorbankan nyawanya bagi kita, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita.
Doakan dan renungkan
* Jangan pernah berputus asa dalam kehidupan dan jangan berharap kepada kesia-siaan, tetapi berharaplah kepada Tuhan.
* Sebab Dia menaruh belas kasihan kepada kita dan tidak ada apa pun atau siapa pun yang dapat menghalangi Dia menolong kita.
Pengharapan yang kokoh