Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat,
05 Maret 2021

Tuhan adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN GKY MANGGA BESAR

Jumat, 05 Maret 2021


Matius 23: 13-15

Yesus Mengecam Ahli Ahli Taurat dan Orang Orang Farisi Part 2


Menjadi orang yang

dikenal orang lain

dan terpandang

adalah berkat

tersendiri dalam

kehidupan seseorang.


Jika kau adalah

orang yang seperti itu,

terimalah berkat Tuhan.

Berkat itu adalah

titipan Tuhan supaya

kita terus menjadi

berkat bagi orang lain.


Menjadi orang yang

terpandang dan dijadikan

teladan bisa berdampak

2 hal bagi orang lain.


Orang ini bisa menjadi

berkat yang besar

bagi banyak orang,

karena dia menjadi

panutan bagi masyarakat.


Tetapi Orang ini juga

bisa menjadi batu sandungan

yang besar bagi orang lain,

karena seluruh perilakunya

diperhatikan orang lain.


Jika orang ini salah

berperilaku, maka ia dapat

mengecewakan banyak orang.


Sebagai orang percaya,

kita tidak luput dari

pandangan orang lain

terhadap kita.


Diantara kita pasti ada

orang orang Kristen

yang cukup terpandang.

Setidaknya di dalam

pergaulannya atau

di dalam keluarganya.


Jangan lupa!

Kita bisa menjadi berkat

atau bisa juga

menjadi batu sandungan.


Masyarakat melihat

orang percaya sebagai

orang yang beribadah.

Tapi mereka juga ingin

melihat bagaimana

orang orang percaya

hidup di tengah dunia ini.


Matius 23:13-15


13) Celakalah kamu,

hai ahli-ahli Taurat

dan orang-orang Farisi,

hai kamu orang-orang munafik,

karena kamu menutup

pintu-pintu Kerajaan Sorga

di depan orang.

Sebab kamu sendiri

tidak masuk

dan kamu merintangi mereka

yang berusaha untuk masuk.


14) (Celakalah kamu,

hai ahli-ahli Taurat

dan orang-orang Farisi,

hai kamu orang-orang munafik,

sebab kamu menelan

rumah janda-janda

sedang kamu mengelabui

mata orang dengan

doa yang panjang-panjang.

Sebab itu kamu pasti

akan menerima hukuman

yang lebih berat.)


15) Celakalah kamu,

hai ahli-ahli Taurat

dan orang-orang Farisi,

hai kamu orang-orang munafik,

sebab kamu mengarungi lautan

dan menjelajah daratan, untuk

mentobatkan satu orang saja

menjadi penganut agamamu

dan sesudah ia bertobat,


kamu menjadikan dia

orang neraka,

yang dua kali lebih jahat

dari pada kamu sendiri.


Tuhan Yesus menyebut

2 kelompok orang yaitu

Orang orang Farisi

dan Ahli ahli Taurat.

2 kelompok ini

adalah orang orang

yang sangat istimewa.

Mereka dihargai dan

dihormati masyarakat

sebagai orang religius

dan sebagai orang yang

memiliki pengetahuan

tentang kebenaran.

Tapi mereka tidak

menjalani hidup sesuai

dengan apa yang

mereka yakini.


Teguran Yesus

kepada mereka dapat

menjadi pelajaran

bagi kita semua.


Apa yang Tuhan

mau ajarkan

pada kita

melalui teguran ini?


1. Jangan menjadi halangan

bagi orang lain untuk

masuk Kerajaan Sorga.


Kita sangat heran.

Pemimpin agama seperti

Orang Farisi dan Ahli Taurat

dapat menghalangi orang

untuk masuk ke dalam

kerajaan Sorga.


Karena mereka

tidak percaya Yesus.

Bukan hanya mereka

tidak percaya Yesus,

mereka juga mengajarkan

orang lain supaya

tidak percaya pada Yesus.


Bukan hanya itu saja.

Mereka menjadi momok

bagi masyarakat yang

mau ikut Yesus.

Karena mereka menjadi

pemimpin agama yang

pada zaman itu menjadi

penilai penilai kehidupan

moralitas dan kehidupan

beragama masyarakat.

Sehingga mereka boleh

menghakimi orang lain.


Mereka adalah pemimpin

agama Yahudi yang

menerima janji

kedatangan Mesias.

Tapi ketika Mesias datang,

mereka menghalangi

orang lain untuk

mengenal Mesias itu.


Sebagai orang percaya,

kita juga bisa jatuh

dalam lubang yang sama.

Menjadi batu sandungan

bagi orang lain.


Ketika hidup kita lancar,

hidup kita berkelimpahan,

apakah hidup kita masih

menyatakan bahwa kita


adalah orang percaya

yang masih bersandar

kepada Tuhan

lebih dari segala

berkat yang Tuhan berikan?

Jika tidak,

kita akan menjadi

batu sandungan

bagi orang lain.


Ketika hidup kita

dalam keadaan sulit,

Apakah kita tetap

menjadi orang yang

percaya pada Tuhan?

Apakah kita tetap

mensyukuri kebaikan Tuhan?

Apakah kita tetap setia

menyaksikan akan cinta kasih

dan kebaikan Tuhan?


Ataukah kita memiliki

sikap yang berbeda

ketika kita dalam

keadaan berkelimpahan

dengan waktu kita

dalam kekurangan?


Selalu ada kemungkinan

bagi kita semua untuk

menghalangi orang lain

mengenal siapakah Yesus.


Bagaimana kita dapat

memiliki sikap yang

menTuhankan Tuhan kita dan

mensyukuri kebaikan Tuhan?

Kita Percaya kepada Dia


Ketika kita percaya

kepada Yesus,

tidak perduli kita


sedang dalam keadaan

lancar dan tidak lancar,

berkelimpahan atau

berkekurangan,

karena kita tetap

percaya kepadaNya.


Itulah kehidupan

yang tidak menjadi

batu sandungan

bagi orang lain.


2. Janganlah memiliki

kehidupan sehari hari

yang berbeda dengan

kehidupan ibadah kita.


Inilah masalah terbesar

yang dialami para

pemimpin agama

atau orang orang Farisi

dan ahli ahli Taurat.


Mereka mempunyai hati

yang ingin dipandang

oleh orang lain.

Mereka mempunyai hati

yang menginginkan

kemuliaan dari orang lain.

Sehingga mereka

menonjolkan diri dengan

doa doa yang panjang

di persimpangan jalan.


Berdoa tidak salah.

Berdoa di depan orang

juga tidak salah.

Tapi ketika motivasi kita

ingin mencari kemuliaan,

disitulah kita menjadi

orang yang munafik

ketika kita melakukan

perilaku perilaku ibadah.


Yang lebih parah lagi,

dalam kehidupan sehari hari

mereka tidak menjadi

berkat bagi orang lain.

Bahkan membuat hidup

orang lain menjadi

lebih susah.


Para janda adalah

orang orang susah.

Mereka tidak ada pembela

karena pada zaman dulu

perempuan tidak punya hak

dalam menuntut keadilan

dan umumnya mereka

berpenghasilan rendah.


Apa yang diperbuat

oleh pemimpin agama?


Mereka tidak membantu

justru mereka mengambil

rumah rumah para janda.

Hidup para janda

sudah susah, ditambah

mereka tidak punya rumah.


Jangan mengikuti

perbuatan seperti ini.

Perbuatan seperti ini

menyakiti hati Tuhan.


Mari kita memiliki

perilaku sehari hari

yang sama dengan

Kehidupan ibadah

kita kepada Tuhan.


Ketika kita beribadah

kepada Tuhan,

kita mengasihi Tuhan.


Ketika kita menjalani

kehidupan sehari hari

kita mengasihi orang

di sekitar kita.


Itu karena kita

terlebih dahulu

mengalami Kasih Tuhan

sebelum kita dapat

mengasihi orang lain.


Janganlah kita memiliki

perilaku sehari hari

yang berbeda dengan

ibadah kita.

Agar kita tidak

menjadi batu sandungan

yang besar bagi orang lain

dan menjadi penghalang

bagi orang lain untuk

mengenal Sang Juru Selamat

dan percaya kepada Yesus.


3. Setiap kita menjadi

guru bagi sesama.

Oleh karena itu,

waspadailah perilaku

dan nasihat kita.


Para Ahli Taurat

dan orang Farisi

juga berusaha supaya

orang orang mempunyai

kepercayaan yang sama

dengan mereka.

Yaitu agama Yudaisme.


Setelah orang itu masuk

ke dalam agama mereka,

Apa yang diajarkan oleh

para pemimpin agama ini?


Yesus berkata,

"kamu menjadikan dia

orang neraka,

yang dua kali lebih jahat

dari pada kamu sendiri."


Bagaimana mereka

membuat orang lain

menjadi lebih jahat?

Dengan nasehat nasehat

yang tidak sesuai

dengan kebenaran

Firman Tuhan.


Tuhan menjadikan

orang percaya di dunia ini

untuk menjadi berkat

bagi orang lain.


Salah satu berkat

yang Tuhan berikan

adalah kita dapat

menolong mencelikan

mata rohani orang lain

dengan nasehat nasehat

yang keluar dari

Kasih dan Kebenaran.


Mari kita awasi perilaku kita

dan awasi nasehat kita.


Janganlah nasehatmu keluar

dari falsafah dunia ini.

Janganlah nasehatmu keluar

dari hawa nafsu dunia ini.

Sehingga nasehat kita

membuat orang lain

jauh dari Tuhan.


Marilah kita menolong

orang lain dengan nasehat

dari Firman Tuhan yang

memberikan pengharapan

dan keberanian untuk

mencintai Tuhan dan

menghadapi kehidupan.


Akan menjadi sangat indah

jika hidup kita yang

sementara ini boleh

Menjadi berkat bagi

orang lain dan

Memberikan pengharapan

pada orang lain untuk

lebih mencintai Tuhan.


Doakan dan Renungkan

• Melalui teguran Yesus kepada

para pemimpin agama,

apa yang dapat

kita pelajari dan terapkan

dalam kehidupan sehari2?


• Adakah hal di dalam

hidupmu yang dapat

menjadi batu sandungan

bagi orang lain?


• Berdoalah untuk

hikmah dari Tuhan agar

nasehat dan perilaku kita

dapat mencerminkan Kasih Tuhan

dan menjadi Berkat bagi orang lain.


Mari kita terus belajar

dan bertumbuh dalam Kristus