Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 8 Juli 2021

Tuhan adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 08 Juli 2021

Keluaran 15:1-21
Nyanyian Musa dan Israel

Hidup yang bermakna
merupakan hal yang
sangat krusial dalam
kehidupan setiap manusia.

Dengan adanya kesadaran
bahwa hidup itu bermakna,
maka setiap kita dapat
memiliki suatu semangat
untuk memajukan hidup kita.

Saya berharap anda memiliki
hidup yang bermakna seperti itu.

Mungkin setiap kita didalam
menjalankan kehidupan,
kita melakukannya secara rutin.
Ada orang yang bisa
menjalankan kerutinan itu
tanpa banyak pergumulan,
tapi mungkin bagi sebagian orang,
kerutinan itu menjadi
sesuatu yang sangat menjemukan,
karena mereka merasa
kerutinan itu menjadikan
hidup mereka sepertinya
kurang berarti.

Mungkin di antara mereka
berpikir kalau hidup ini
ada kejutan-kejutan,
tentu kejutan yang baik,
maka mereka merasa
hidup ini menjadi lebih berarti.
Namun perlu kita sadari
bahwa kejutan-kejutan baik
yang kita alami dalam hidup ini
suatu kali akan menjadi
sesuatu yang biasa atau
sesuatu yang rutin.

Sebenarnya apakah makna
dari perjalanan hidup kita ini,
yang seringkali ada kesulitan,
perlu berjerih lelah
dan lain sebagainya?

Keluaran 15:1-21

1) Pada waktu itu Musa
bersama-sama dengan
orang Israel menyanyikan
nyanyian ini bagi TUHAN
yang berbunyi:
"Baiklah aku menyanyi
bagi TUHAN,
sebab Ia tinggi luhur,
kuda dan penunggangnya
dilemparkan-Nya ke dalam laut.

2) TUHAN itu kekuatanku
dan mazmurku,
Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia,
Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.

3) TUHAN itu pahlawan perang;
TUHAN, itulah nama-Nya.

4) Kereta Firaun dan pasukannya
dibuang-Nya ke dalam laut;
para perwiranya yang pilihan
dibenamkan ke dalam Laut Teberau.

5) Samudera raya menutupi mereka;
ke air yang dalam
mereka tenggelam seperti batu.

6) Tangan kanan-Mu, TUHAN,
mulia karena kekuasaan-Mu,
tangan kanan-Mu, TUHAN,
menghancurkan musuh.

7) Dengan keluhuran-Mu yang besar
Engkau meruntuhkan siapa yang
bangkit menentang Engkau;
Engkau melepaskan api murka-Mu,
yang memakan mereka
sebagai tunggul gandum.

8) Karena nafas hidung-Mu
segala air naik bertimbun-timbun;
segala aliran berdiri tegak
seperti bendungan;
air bah membeku
di tengah-tengah laut.

9) Kata musuh:
Aku akan mengejar,
akan mencapai mereka,
akan membagi-bagi jarahan;
nafsuku akan kulampiaskan
kepada mereka,
akan kuhunus pedangku;
tanganku akan melenyapkan mereka!

10) Engkau meniup
dengan taufan-Mu,
lautpun menutupi mereka;
sebagai timah mereka tenggelam
dalam air yang hebat.

11) Siapakah yang seperti Engkau,
di antara para allah, ya TUHAN;
siapakah seperti Engkau,
mulia karena kekudusan-Mu,
menakutkan karena perbuatan-Mu
yang masyhur,
Engkau pembuat keajaiban?

12) Engkau mengulurkan
tangan kanan-Mu;
bumipun menelan mereka.

13) Dengan kasih setia-Mu
Engkau menuntun umat
yang telah Kau tebus;
dengan kekuatan-Mu
Engkau membimbingnya
ke tempat kediaman-Mu
yang kudus.

14) Bangsa-bangsa mendengarnya,
merekapun menggigil; kegentaran
menghinggapi penduduk tanah Filistin.

15) Pada waktu itu gemparlah
para kepala kaum di Edom,
kedahsyatan menghinggapi
orang-orang berkuasa di Moab;
semua penduduk tanah Kanaan
gemetar.

16) Ngeri dan takut menimpa mereka,
karena kebesaran tangan-Mu
mereka kaku seperti batu,
sampai umat-Mu menyeberang,
ya TUHAN, sampai umat
yang Kau peroleh menyeberang.

17) Engkau membawa mereka
dan Kau cangkokkan mereka
di atas gunung milik-Mu sendiri;
di tempat yang telah
Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN;
di tempat kudus,
yang didirikan tangan-Mu,
ya TUHAN.

18) TUHAN memerintah
kekal selama-lamanya."

19) Ketika kuda Firaun dengan
keretanya dan orangnya
yang berkuda telah masuk ke laut,
maka TUHAN membuat
air laut berbalik meliputi mereka,
tetapi orang Israel berjalan
di tempat kering dari
tengah-tengah laut.

20) Lalu Miryam, nabiah itu,
saudara perempuan Harun,
mengambil rebana di tangannya,
dan tampillah semua perempuan
mengikutinya memukul rebana
serta menari-nari.

21) Dan menyanyilah Miryam
memimpin mereka:
"Menyanyilah bagi TUHAN,
sebab Ia tinggi luhur;
kuda dan penunggangnya
dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Firman Tuhan yang
kita baca pada hari ini
adalah nyanyian Musa.
Saya dapat menghayati
bagaimana Musa
menyanyi bagi Tuhan,
karena Musa menyaksikan
kedahsyatan Tuhan,
sehingga dia tidak tahan
untuk menyatakan apa
yang dia rasakan dari
Tuhan itu sendiri.

Musa dan bangsa Israel
mengalami penyelamatan Tuhan
dari situasi yang sangat kritis,
dimana kereta-kereta
pahlawan perang Mesir
sedang mengejar mereka,
namun Tuhan menenggelamkan
mereka.

Melalui pujian dari Musa,
kita melihat bagaimana
persepsi Musa terhadap
peristiwa yang dia alami.

Pesan Firman Tuhan Pada Hari Ini

1. Perjalanan kehidupan kita
bersama Tuhan dapat
menolong kita untuk mengenal
siapakah Tuhan kita.

Perjalanan hidup kita
bukanlah perjalanan
yang sifatnya biasa
berjalan rutin
begitu-begitu saja
menghadapi perkara-perkara
yang biasa kita alami.

Namun sesungguhnya,
perjalanan hidup kita adalah
sebuah perjalanan melalui
lika liku kehidupan
dengan tujuan agar
kita semakin mengenal Tuhan.

Inilah yang terjadi kepada Musa,
melalui pergumulan yang
dia hadapi maka dari
pujian yang Musa naikan,
Musa semakin mengenal Tuhan.

Kalau kita melihat apa
yang Musa nyanyikan,
Musa berkata
“Tuhan itu pahlawan perang.”
Melalui peristiwa ini,
Musa melihat bahwa
Tuhanlah yang berperang
menghadapi tentara Mesir
yang tidak sanggup dilawan
oleh orang-orang Israel.

Lalu Alkitab juga mencatat
bagaimana Musa berkata
“Tuhan itulah kekuatanku”.

Di bagian lain Musa berkata
“Siapakah yang seperti Engkau,
di antara para allah, ya TUHAN?
Siapakah seperti Engkau?
Tidak ada."

Pengalaman hidup kita
dan perjalanan hidup kita
menjadi pengalaman dimana
kita semakin mengenal Tuhan.
Disitulah keindahan hidup
orang-orang percaya yang
tidak pernah membosankan
karena melaluinya,
kita semakin mengenal Tuhan.

2. Perjalanan kehidupan kita
sebagai orang-orang tebusan-Nya
memberitahukan bahwa
kasih setia Tuhan tidak pernah
meninggalkan kita.

Itu tercantum diAyat 13:
Dengan kasih setia-Mu
Engkau menuntun umat
yang telah Kau tebus;
dengan kekuatan-Mu
Engkau membimbingnya
ke tempat kediaman-Mu
yang kudus.

Kita mengenal Tuhan
bukanlah Tuhan yang statik.
Tuhan yang ada di pikiran kita
semata-mata atau mungkin
adalah Tuhan yang kita kenal
dalam teologi atau dogma.

Namun Tuhan adalah
Tuhan yang hidup.
Tuhan yang berjalan
bersama kita, sehingga
kita boleh berjalan
bersama Dia dan mengalami Dia
dalam perjalanan hidup kita.

Ketika kita berjalan
semakin panjang,
kita akan dapat semakin
mengenal Tuhan sebagai
Tuhan yang penuh kasih setia.
Dia tidak pernah
meninggalkan kita dan
tidak pernah membiarkan kita.

Mengenal Tuhan merupakan
sebuah kekuatan yang besar
dalam hidup kita yang dapat
memberikan kita keberanian,
memberikan kita optimisme,
memberikan kita semangat,
bahkan memberikan kita sukacita.

Apapun yang kita alami
dalam hidup kita,
kita mengenal ternyata
memang Tuhan adalah
Tuhan yang penuh kasih setia.
Dia tidak pernah
meninggalkan kita.
Bahkan pada masa-masa
yang sangat sulit sekalipun
Alkitab berkata Tuhan
menggendong kita.

3. Tuhan sendirilah yang
menempatkan kita di dalam
hadirat-Nya sebagai
milik kesayangan-Nya.

Luar biasa bukan?
Tuhan sendiri yang
menempatkan kita di hadirat Dia
dan menjadi milik kesayangan-Nya.

Itu dikatakan diAyat 17:
Engkau membawa mereka
dan Kau cangkokkan mereka
di atas gunung milik-Mu sendiri.

Yang tadinya mereka
bukan umat Tuhan,
Tuhan memilih mereka melalui
Abraham, Ishak dan Yakub
dan Tuhan mencangkokkan mereka
di atas gunung milik-Mu sendiri,
lalu berkata:
Di tempat yang telah
Kaubuat kediaman-Mu,
ya TUHAN;
Di tempat kudus,
yang didirikan tangan-Mu,
ya TUHAN.

Tuhan sendiri yang
menempatkan kita,
orang percaya, di hadirat Dia.

Arti di hadirat Dia adalah
kita begitu dekat dengan Dia.
Kita ada di kelopak mata
Tuhan itu sendiri,
Allah sendiri yang melihat kita.

Kita menjadi umat
kesayangan-Nya dan
menjadi milik-Nya.
Ini yang diceritakan Musa.

Mengapa Musa bisa
bercerita seperti ini?
Karena Musa mengalami
bagaimana Tuhan menjadikan
umat Israel milik kesayangan-Nya.
Padahal mereka adalah
budak di Mesir.

Hidup kita akan menjadi
hidup yang berbeda,
meskipun kita berjalan
secara rutin ketika
kita menyadari bahwa
kita ditaruh Tuhan
di hadirat-Nya,
dan kita menjadi
milik kesayangan Tuhan.
Luar biasa bukan?

Engkau dan saya,
orang percaya,
kita hidup di hadirat Tuhan
dan berharga di mata Tuhan.
Apa yang kita lakukan
di lihat dan di hargai oleh Tuhan.
Kita menjadi milik
kesayangan Tuhan.

Mari kita menjalankan
hidup kita didalam Tuhan,
karena Firman Tuhan berkata:
Jerih lelah mu didalam Tuhan
tidak pernah sia-sia.

Doakan dan Renungkan

• Apakah keindahan
hidup orang percaya?

• Seperti apa karakter Tuhan
yang kau kenal melalui
lika liku hidupmu?

• Mari kita menjalankan
hidup kita didalam Tuhan,
karena Firman Tuhan berkata:
Jerih lelah mu didalam Tuhan
tidak pernah sia-sia.

Mari kita terus belajar dan
bertumbuh dalam Kristus