Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Ulangan 12:29-32
Peringatan Terhadap Penyembahan Berhala Dan Ibadah Yang Sesat (Part 1).
Pengenalan kita kepada Tuhan mempengaruhi bagaimana kita beribadah kepada Tuhan.
Oleh sebab itu, mari kita mengenal Tuhan melalui Firman-Nya, dan itu membuat kita terdorong beribadah kepada-Nya dengan cara yang menyenangkan hati-Nya.
Kita mengenal kalimat seperti ini dengan tujuan tidak menghalalkan cara, tujuan yang benar dan baik, tidak boleh dicapai dengan cara-cara yang tidak benar dan tidak baik.
Bagaimana dengan ibadah yang dilakukan oleh orang-orang percaya? Apakah ibadah orang percaya itu merupakan ekspresi yang lahir dari iman kepada Tuhan, atau itu adalah ekspresi yang lahir dari aktualisasi diri kita sendiri?
Ketika kita berbicara tentang ekspresi orang percaya beribadah, seringkali dikaitkan dengan generasi seseorang atau budaya seseorang.
Artinya generasi seseorang atau budaya seseorang itu sangat mempengaruhi bagaimana seseorang percaya beribadah kepada Tuhan.
Pertanyaan yang perlu kita renungkan ialah, ketika saya beriman kepada Tuhan Yesus manakah yang lebih berpengaruh terhadap diri kita saat beribadah: Tuhan itu sendiri atau generasi kita atau budaya kita?
Hal ini yang perlu kita renungkan baik-baik dalam kita beribadah kepada Tuhan.
Alkitab telah menyatakan, siapakah Tuhan yang kita percaya, dan dari ciptaan-Nya kita juga belajar estetika Tuhan itu sendiri yang teratur dan indah, tidak keos dan tidak mengerikan.
Bukankah penyembahan kepada ilah-ilah dari bebagai bangsa terjadi di dalam keos dan mengerikan?
Ulangan 12:29-32
29 "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu.
31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.
32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.
Musa melalui Firman Tuhan, menasehati umat Tuhan agar tidak menyembah ilah-ilah, melainkan hanya menyembah kepada Tuhan, yaitu Yahwe.
Bukan itu saja, umat Tuhan juga jangan menyembah dengan cara yang dilakukan bangsa-bangsa lain di dalam mereka menyembah ilah-ilah mereka.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
Marilah kita beribadah kepada Tuhan menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut dan penuh pengucapan Syukur.
Ulangan 12:30
30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa umat Tuhan tidak boleh beribadah kepada ilah-ilah yang dipercaya oleh bangsa-bangsa lain, mereka hanya menyembah kepada Tuhan, yaitu Yehova.
Bukan itu saja mereka juga tidak patut beribadah kepada Yehova dengan cara-cara mengikuti ibadah bangsa-bangsa lain.
Di sini merupakan sesuatu yang sangat penting yang Tuhan ingatkan kepada umatNya.
Sebab Allah sendiri sudah memberitahukan kepada umat Tuhan betapa serius tata cara ibadah yang Allah berikan kepada bangsa Israel, yang menggambarkan kekudusan, kehormatan dan kemuliaan Tuhan.
Umat Tuhan tidak boleh dengan sembarangan menggunakan cara ibadah yang sesuai dan seturut dengan selera mereka.
Melalui bagian ini kita sebagai orang percaya, kita belajar sesuatu pesan yang sangat penting Tuhan berikan kepada kita, selain kepada siapa kita beribadah yaitu kepada Tuhan Yesus, hal yang sangat penting juga, bagaimana cara kita beribadah.
Ibrani 12:28
28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Dari sini kita belajar bahwa beribadah kepada Tuhan, yaitu Tuhan Yesus itu harus dengan menurut cara yang berkenan kepada-Nya dan dengan sikap yang hormat dan takut.
Tentu kita memahami, bagaimana sikap yang hormat dan takut ketika berhadapan dengan orang yang kita hormati. Kita tahu bagaimana sikap kita, perilaku kita, tutur kata kita kepada orang kita hormati.
Tentu perilaku yang hormat dan takut berbeda dengan perilaku yang sembarangan tanpa hormat dan tanpa takut.
Dalam bagian lain Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang teratur, Tuhan yang indah, seingga itu membedakan antara ibadah kepada Yesus Kristus dengan tata ibadah bangsa-bangsa lain.
Tata ibadah kepada ilah-ilah dilakukan dengan keos dan penuh dengan kengerian. Kita tahu ini terjadi, ketika Elia berhadapan dengan nabi-nabi Baal.
Bagaimana mereka menyembah kepada dewa-dewa mereka? Dengan menoreh-norehkan tubuh mereka, dengan mereka berteriak-teriak, berjingkat-jingkat, dan sebagainya.
Kita melihat bagaimana suasana keos yang terjadi, bukan saja keos yang terjadi, tapi suasana yang mengerikan itu.
Apa yang mereka lakukan kepada ilah-ilah mereka dengan cara extraordinary itu? Mereka sedang mencari belas kasihan dari dewa-dewanya, tetapi orang Kristen tidak melakukan itu.
Orang Kristen mengenal Bapa di Surga yang berbelas kasihan, bukan tergantung kepada apa yang mereka lakukan kepada-Nya, tetapi semata-mata karena anugerah-Nya.
Kita tidak melakukan cara-cara ibadah seperti mereka beribadah kepada ilah-ilah itu.
Kita datang dengan penuh hormat dan rasa takut, yaitu lahir dari kasih kita kepada Tuhan, dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya.
Mari kita bukan saja mengenal Yesus Kristus, tapi bersikap kepada-Nya secara khusus dalam beribadah kepada Dia.
Doakan dan renungkan
* Orang Kristen mengenal Bapa di Surga, yang berbelas kasihan, bukan tergantung kepada apa yang mereka lakukan kepada-Nya tetapi semata-mata karena anugerah-Nya.
* Oleh karenanya, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Beribadah dengan hormat dan syukur