Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Ulangan 2:1-25
Riwayat perjalanan di padang gurun
Orang yang berbahagia adalah orang yang bersyukur untuk apa yang dimiliki dan tidak mengeluh untuk apa yang tidak dimiliki. Semangat membanding-bandingkan adalah semangat yang sudah ada sejak kita masih kecil.
Ketika orang tua memberikan sesuatu kepada saudara kandung kita, maka kita bertanya-tanya,”Mengapa saya tidak diberikan seperti yang diberikan kepada saudara kandung saya?”
Terkadang ada anak kecil yang menjadi marah kepada orang tuanya karena dia membandingkan dirinya dengan saudara kandungnya.
Ada juga yang membandingkan dengan teman-temannya. Hal yang tidak didapatkan dari orang tuanya, tetapi dimiliki oleh temannya.
Sebagai orang percaya, apakah kita suka membanding-bandingkan perlakuan Tuhan kepada kita dan kepada orang lain?
Mengapa orang Kristen lain saat berdoa dikabulkan sedangkan doa saya tidak dikabulkan?
Ulangan 2:1-25
1 "Kemudian kita balik dan berangkat ke padang gurun, ke arah Laut Teberau, seperti yang difirmankan TUHAN kepadaku. Lama kita berjalan keliling pegunungan Seir.
2 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku, demikian:
3 Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara.
4 Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;
5 janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya.
6 Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum.
7 Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.
8 Kemudian kita berjalan terus, meninggalkan daerah saudara-saudara kita, bani Esau yang diam di Seir, meninggalkan jalan dari Araba-Yordan, yakni dari Elat dan Ezion-Geber.
Sesudah itu kita belok dan berjalan terus ke arah padang gurun Moab.
9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Janganlah melawan Moab dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apa pun dari negerinya menjadi milikmu, karena Ar telah Kuberikan kepada bani Lot menjadi miliknya.
10 Dahulu orang Emim diam di sana, suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak.
11 Mereka itu pun dikira orang Refaim, seperti juga orang Enak, tetapi orang Moab menyebut mereka orang Emim.
12 Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan TUHAN kepada mereka.
13 Jadi sekarang bersiaplah kamu dan seberangilah sungai Zered. Lalu kita menyeberangi sungai Zered.
14 Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada mereka;
15 dan tangan TUHAN juga melawan mereka untuk menghamburkan mereka dari perkemahan, sampai mereka habis binasa.
16 Maka ketika dari bangsa itu telah habis binasa semua prajurit,
17 berfirmanlah TUHAN kepadaku:
18 Pada hari ini engkau akan berjalan melintasi perbatasan Moab, yakni Ar,
19 maka engkau sampai ke dekat bani Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apa pun dari negeri bani Amon itu menjadi milikmu, karena Aku telah memberikannya kepada bani Lot menjadi miliknya.
20 — Negeri ini pun dikira orang negeri orang Refaim. Dahulu orang Refaim diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzumim,
21 suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak, tetapi TUHAN telah memunahkan mereka dari hadapan bani Amon, sehingga orang-orang ini menduduki daerah mereka dan menetap di sana menggantikan mereka;
22 seperti yang dilakukan TUHAN bagi bani Esau yang diam di Seir, ketika Ia memunahkan orang Hori dari hadapan mereka, sehingga mereka menduduki daerah orang Hori itu dan menetap di sana menggantikan orang-orang itu sampai sekarang.
23 Juga orang Awi yang diam di kampung-kampung sampai Gaza, dipunahkan oleh orang Kaftor yang berasal dari Kaftor, lalu orang Kaftor itu menetap di sana menggantikan mereka. –
24 Bersiaplah kamu, berangkatlah dan seberangilah sungai Arnon. Ketahuilah, Aku menyerahkan Sihon, raja Hesybon, orang Amori itu, beserta negerinya ke dalam tanganmu; mulailah menduduki negerinya dan seranglah Sihon.
25 Pada hari ini Aku mulai mendatangkan ke atas bangsa-bangsa di seluruh kolong langit keseganan dan ketakutan terhadap kamu, sehingga mereka menggigil dan gemetar karena engkau, apabila mereka mendengar tentang kamu."
Musa mengisahkan perjalanan kembali orang Israel dari Kades-Barnea ke arah Laut Teberau. Tiga puluh delapan tahun kemudian, baru terjadi lagi perjalanan kembali ke Kades-Barnea.
Hal ini mengakibatkan orang-orang Israel, para prajurit yang telah keluar dari Mesir, semuanya telah binasa di padang belantara. Sebab, orang-orang ini tidak percaya kepada Tuhan.
Di dalam perjalanan ini, bangsa Israel akan melewati wilayah-wilayah yang tidak diserahkan Tuhan ke dalam tangan mereka. Apakah yang dapat kita pelajari dari bagian ini?
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
Marilah kita selalu rela menerima dengan taat apa yang Tuhan tidak berikan kepada kita, sebab penerimaan seperti itu menunjukkan iman kita kepada Tuhan yang memimpin kita dan yang memberkati hidup kita.
Ulangan 2:4-7
4 Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;
5 janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya.
6 Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum.
7 Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.
Perjalanan bangsa Israel penuh dengan pelajaran penting, yaitu bagaimana bangsa Israel mengenal Tuhan.
Saat mereka harus kembali ke arah Laut Teberau, maka hal ini merupakan perjalanan yang penuh makna, sehingga mereka harus percaya kepada Tuhan.
Mereka melalui daerah-daerah yang Tuhan tidak serahkan kepada mereka. Seperti daerah Bani Esau, yang ada di pegunungan Seir. Tuhan berkata agar bangsa Israel tidak menyerang mereka.
Hal ini karena Tuhan tidak memberikan setapak kaki pun dari negeri mereka. Tuhan sudah berjanji kepada Esau, pegunungan Seir akan menjadi milik Esau.
Begitu juga daerah Moab, Tuhan melarang bangsa Israel menyerang orang-orang Moab, karena Tuhan sudah berjanji kepada Bani Lot untuk tinggal di sana.
Tuhan juga berkata untuk tidak menyerang orang Edom. Saat bangsa Israel memasuki daerah Edom, mereka harus membeli makanan dan air. Hal ini berarti mereka harus membayar harga untuk apa yang dibutuhkan.
Ada bagian dimana bangsa Israel menerima dari Tuhan, yaitu saat mereka berjumpa dengan Raja Sihon, orang Amori dan Tuhan menyerahkan Sihon ke dalam tangan mereka.
Hal yang dapat dipelajari adalah ada hal yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi ada yang tidak Tuhan berikan kepada kita.
Ada bagian yang Tuhan siapkan untuk kita, tetapi ada yang seperti bagian kita, tetapi tidak Tuhan berikan untuk kita.
Setiap kita menerima anugerah Tuhan yang cukup. Anugerah yang cukup memiliki arti yang berbeda-beda bagi setiap kita.
Saat Tuhan tidak memberikan apa yang bukan bagian kita, tidak berarti Tuhan tidak menyediakan tempat di dalam kehidupan kita.
Saat bangsa Israel membeli makanan dengan uang mereka di tanah Edom, mereka juga harus membeli air untuk minuman mereka.
Tuhan mengingatkan mereka,”Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini…”
Meskipun mereka harus bayar harga, mereka harus ingat bahwa mereka juga diberkati oleh Tuhan.
Saat Tuhan tidak memberikan kepada kita apa yang diberikan Tuhan kepada orang lain, kita harus rela menerima itu dengan rasa syukur, karena Tuhan menyediakan berkat bagi kita.
Dengan begitu, kita menunjukkan bahwa kita percaya kepada Tuhan, percaya bahwa pimpinan Tuhan tidak pernah salah, dan menikmati berkat Tuhan dengan rasa syukur dalam hidup kita.
Marilah kita menjadi orang-orang yang percaya akan apa yang Tuhan putuskan atau berikan dalam hidup kita, pasti itu adalah hal yang baik dalam hidup kita.
Sebaliknya, apa yang Tuhan tidak berikan dalam hidup kita, itu juga adalah hal yang baik.
Doakan dan renungkan
* Saat Tuhan tidak memberikan kepada kita apa yang Tuhan diberikan kepada orang lain, kita harus rela menerima itu dengan rasa syukur, karena Tuhan juga menyediakan berkat bagi kita.
* Marilah kita rela menerima kehendak Tuhan saat Ia tidak memberi apa yang kita minta, sebab penerimaan seperti itu menunjukkan iman kita kepada Tuhan.