Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 27 Oktober 2024

Tuhan Adalah Gembalaku

2 Korintus 10:10-18

Sikap Paulus (Part 2); Pendapat Paulus Tentang Dirinya (Part 1)


Hidup sebagai orang percaya harus dengan sungguh-sungguh, waspada dan berjaga-jaga.


Maksudnya adalah kita hidup dekat dengan Tuhan supaya Roh Kudus yang mengendalikan hidup kita. Sebab orang percaya itu ditonton oleh dunia ini.


Perlakuan kita terhadap orang lain itu dinilai oleh orang-orang di sekitar kita dan tentu juga dinilai dan dilihat oleh Tuhan.


Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa apa yang kita kehendaki orang lain perbuat kepada kita, perbuatlah itu bagi mereka.


Artinya kita sendiri memiliki pengetahuan sikap seperti apakah kita lebih dapat terima dari orang lain kepada kita, baik kita dalam keadaan baik dan benar ataupun ketika kita sedang bersalah.


Adakalanya kita lebih memiliki pengertian bagi diri kita sendiri daripada kita mengerti orang lain.


Perlakuan kita terhadap orang lain sangat dipengaruhi oleh bagaimana pandangan dan penilaian kita terhadap orang-orang tersebut.


Tuhan mengajar kepada kita kasihilah sesamamu seperti Kristus telah mengasihi kamu.


2 Korintus 10:10-18


10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.


11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.


12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!


13 Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga.


14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.


15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.


16 Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.


17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."


18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.


Rasul Paulus dituduh oleh pengajar-pengajar sesat yang ada di gereja Korintus bahwa ia seorang yang tidak tegas dan hanya tegas di dalam surat-suratnya saja.


Hal ini memberikan tuduhan kepada rasul Paulus bahwa dia tidak memiliki otoritas rasul dari Tuhan.


Sebaliknya para pengajar palsu ini menunjukkan kekuasaan dan kekerasan yang dianggap sebagai sebuah otoritas.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1.
Sebagai orang percaya kita perlu tegas atas dasar kebenaran, namun demikian kita tidak menjadi congkak dan tidak menghargai orang lain.


2 Korintus 10:10-12


10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.


11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.


12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!


Apa yang rasul Paulus sampaikan dalam surat ini, dia ingin meluruskan apa yang telah dibengkokkan oleh pengajar-pengajar palsu dimana supaya gereja di Korintus tidak percaya kepada rasul Paulus tapi percaya kepada pengajar-pengajar palsu.


Pengajar palsu ketika mengatakan rasul Paulus tidak tegas ketika berhadapan muka dengan muka sebetulnya mereka sedang membuat gereja di Korintus kehilangan kepercayaan akan otoritas kerasulan dari rasul Paulus.


Sedangkan para pengajar ini mereka menyatakan dirinya sebagai orang-orang yang tegas. Di dalam kenyataannya mereka begitu keras bahkan kasar dan merasa diri mempunyai otoritas.


Rasul Paulus tidak demikian. Rasul Paulus menyampaikan bahwa dia tegas di dalam suratnya namun juga dia menyampaikan yang sama ketika berhadapan muka dengan muka.


Namun bedanya di mana? Rasul Paulus menyadari akan otoritas Tuhan, atas panggilan Tuhan, atas batasan-batasan yang Tuhan telah bataskan bagi dia.


Rasul Paulus tidak melakukan sesuatu melampaui batas-batas seperti para pengajar yang tidak menghargai Tuhan.


Mereka dengan kekuatan kedagingan mereka melakukan apa yang mereka sebut sebagai pelayanan. Rasul Paulus tidak demikian!


Kita sebagai orang percaya perlu menjadi orang yang tegas atas dasar kebenaran.


Kita tidak boleh menjadi ragu akan kebenaran dan tidak boleh kompromi kepada kebenaran karena perasaan tidak enak, solidaritas atau perasaan pluralitas.


Karena kebenaran adalah kebenaran dan kebenaran itu harus dipegang oleh semua orang.


Namun yang tidak boleh dan tidak patut kita sebagai orang percaya tegas atas kebenaran adalah ketika kita menjadi congkak, kita merasa diri lebih hebat dari orang lain, kita merasa diri lebih benar daripada orang lain.


Padahal kita orang percaya adalah orang yang dibenarkan Tuhan yang menerima anugerah Tuhan yang tidak patut menjadi congkak.


Tetapi kita perlu belajar belas kasihan kepada orang lain meskipun dalam ketegasan.


Dan kita tidak boleh menjadi orang percaya yang tidak menghargai orang lain, seakan-akan orang lain lebih rendah, tidak berharga atau lebih bodoh daripada kita.


Tuhan Yesus tidak pernah memperlakukan orang seperti itu kepada siapapun, namun Tuhan Yesus tegas atas dasar kebenaran.


Dia mengasihi orang-orang yang Dia jumpai dengan kasih agape yaitu kasih yang tidak bersyarat itu.


Rasul Paulus dia hidup meneladani Kristus dengan dia bersikap dan melayani serta bagaimana dia hidup. Kita pun harus demikian.


Sebagai orang percaya teladanilah Kristus biarlah Kristus yang hidup di dalam hidup kita.


2. Ingatlah bukan orang yang memuji diri sendiri itu yang teruji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.


2 Korintus 10:17-18


17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."


18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.


Ketika rasul Paulus menyampaikan atau meluruskan apa yang dibengkokan oleh para pengajar palsu, rasul Paulus memberitahukan bahwa para pengajar palsu itu memegahkan diri, memuji diri dan mengukur dirinya bukan dengan Kristus.


Orang percaya tidak mengukur dirinya dengan orang lain, tapi mengukur dirinya dengan Kristus di hadapan Kristus.


Rasul Paulus berkata orang yang memuji diri sendiri itu belum tentu teruji, melainkan orang yang dipuji Tuhan barulah teruji.


Oleh karena itu mari kita hidup sedemikian rupa sehingga kita hidup berkenan kepada Tuhan.


Biarlah Tuhan yang bekerja dalam hidup kita, biarlah Tuhan yang berkarya dalam hidup kita, biarlah Tuhan yang menyatakan bagaimana kita hidup.


Kita tidak mencari pujian orang lain atau kita tidak juga meninggikan diri kita sendiri, tetapi kita hidup adalah untuk meninggikan Tuhan.


Betapapun besar prestasi kita, betapapun banyak kesaksian kita dan betapapun kita sudah melayani sedemikian lama, ingatlah satu hal tujuan hidup kita adalah meninggikan Tuhan bukan meninggikan diri kita sendiri.


Ketika Tuhan meninggikan kita, itu adalah semata-mata anugerah Tuhan bukan karena memang kita orang-orang berjasa kepada Tuhan.


Ingatlah baik hidup kita atau pelayanan kita, sebagai orang percaya ada karya Tuhan yang bekerja dalam hidup kita.


Oleh karena itu, mari kita dalam setiap aspek hidup kita, kita hanya ingin meninggikan Tuhan supaya Tuhan dimuliakan dan kita percaya Tuhan berkenan atas apa yang kita kerjakan bagi Dia.


Doakan dan renungkan


* "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.


* Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.


Dipuji dan tahan uji