Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Korintus 6:1-13
Paulus dalam pelayanannya, jangan ada lagi kekafiran (part 1)
Di tengah dunia yang bersifat transaksional, Allah memberikan keselamatan kepada umat manusia dengan anugerah-Nya yaitu melalui Yesus Kristus. Begitu besarnya kasih Allah bagi kita.
Kasih karunia Tuhan tidak pernah menjadikan seseorang tetap dalam kehidupan yang lama, karena kasih karunia itu mengubah hidup seseorang.
Seseorang yang sungguh-sungguh mengalami anugerah Allah di dalam Kristus akan memandang kehidupan ini dengan cara pandang yang berbeda.
Cara melihat dan bersikap pada orang lain maupun cara memandang diri sendiri, karena ia menginsafi akan kasih karunia Allah yang dikaruniakan kepadanya di dalam Kristus.
Itulah yang terjadi pada Rasul Paulus, kasih karunia Allah mengubah kehidupannya 180°.
Kasih karunia yang Allah berikan kepada kita di dalam Kristus memang mengubah setiap orang percaya.
Bukan saja mereka diselamatkan, namun hidupnya pun berubah sebab mereka menyadari betapa hidupnya berharga di mata Tuhan karena kasih karunia yang Tuhan karuniakan.
2 Korintus 6:1-13
1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. "Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu. Jangan ada lagi noda kekafiran
11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.
12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
13 Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada anak-anakku--:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
Kita tahu bahwa ada orang-orang di gereja Korintus yang menentang dan tidak menerima Rasul Paulus.
Rasul Paulus dalam bagian ini mendorong dan mengingatkan mereka agar mereka tidak menjadikan kasih karunia Allah itu sia-sia karena mereka tidak mengalaminya dan menghidupinya.
Rasul Paulus sendiri tidak pernah mempunyai kehidupan dan motivasi untuk menjadi batu sandungan bagi orang lain, bahkan dia sendiri menunjukkan betapa pun berat tugas panggilannya, ia tetap hidup selaras dengan injil.
Pesan Firman Tuhan bagi kita :
1. Sebagai orang percaya, kita adalah orang percaya yang menghargai kasih karunia Tuhan ketika kita menghidupi kehidupan kita sesuai identitas kita di dalam Tuhan.
2 Korintus 6:1-2
1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. "Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Ketika Rasul Paulus mengutip Firman Allah di dalam Perjanjian Lama, Rasul Paulus mengingatkan bahwa jangan menunggu hari esok baru menghargai kasih karunia Allah karena kasih karunia Tuhan sediakan hari ini, mungkin besok tidak ada kesempatan lagi.
Oleh karena itu ketika orang-orang Korintus menghargai kasih karunia Allah, maka mereka baru bisa hidup sesuai keberadaan mereka sebagai orang-orang percaya.
Demikian pula kita sebagai orang percaya, kita tidak pernah dapat menghidupi keberadaan kita sebagai orang Kristen atau identitas kita sebagai anak-anak Allah jika kita tidak menghargai kasih karunia Allah di dalam Kristus bagi kita.
Kita tidak pernah bisa menghargai kasih karunia Allah jika kita tidak sungguh-sungguh menghayati betapa ajaibnya kasih karunia itu.
Kita bukanlah orang yang layak dan setara dengan kasih karunia itu, sehingga kasih karunia itu berlimpah di dalam hidup kita.
Mari kita belajar menghayati betapa berharganya kasih karunia Allah itu, seharga diri Yesus Kristus yang diberikan bagi kita.
Jikalau kita menghayati itu, hidup kita akan berubah, kita akan menghidupi panggilan yang Tuhan berikan pada kita, dan kita boleh bercahaya menampakkan kemuliaan Tuhan Yesus.
2. Menghidupi identitas kita di dalam Krisus adalah menghidupi kehidupan sebagai seorang yang melayani Kristus.
2 Korintus 6:3
3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
Kita tahu bahwa Rasul Paulus ditentang oleh orang-orang tertentu di kota Korintus dengan berbagai alasan.
Dalam bagian ini Rasul Paulus ingin memberitahukan kepada mereka apa yang dialami oleh Rasul Paulus dan kawan-kawan, dan apa yang dialami oleh mereka ini karena mereka melayani Tuhan.
Mereka ingin menyampaikan bahwa ada kuasa Tuhan yang menyertai mereka, jikalau tidak, mereka tidak akan bertahan dalam pekerjaan Tuhan.
Melalui apa yang Rasul Paulus sampaikan, kita dapat melihat bahwa dia adalah seorang hamba Tuhan.
Dia menghadapi segala macam penderitaan, tetapi dia melaluinya dengan kesabaran, pengharapan, ketekunan, integritas, dan tetap setia pada Firman Allah serta hidup bagi Tuhan.
Rasul Paulus memberitahukan bahwa kehidupannya tidak lain dari pelayan Kristus.
Bagaimana kita menghidupi identitas kita di dalam Kristus? Hal yang sangat menonjol dari seorang yang adalah murid-murid Kristus, dia adalah seorang yang melayani Tuhan.
Melayani Tuhan adalah melakukan apa yang Tuhan mau dan sabar dalam apa yang Tuhan kehendaki, meskipun dia harus bayar harga, namun dia mengalami kuasa Tuhan dalam hidupnya, sebagaimana apa yang diceritakan Rasul Paulus dalam surat ini.
Di situlah panggilan hidup kita. Kita menghargai dan mengalami anugerah Tuhan dalam pengabdian kita kepadaNya, karena bukan dengan kekuatan kita, tetapi dengan kuasa Tuhan yang menyertai kita yang hidup bagi Dia.
Doakan dan renungkan.
* Rasul Paulus menasihati kita, agar kita tidak membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kita terima.
* Dalam hidupnya, Paulus, tidak memberi sebab orang tersandung supaya pelayanannya jangan sampai dicela.
Pelayanan yang terpuji