Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Korintus 4:12-18
Harta Rohani Dalam Bejana Tanah (Part 3); Jangan Tawar Hati, Juga Waktu Menghadapi Maut.
Tahukah kita musuh terbesar manusia yang kita tidak dapat menang atasnya itu adalah kematian atau maut, karena terhadap kematian tidak ada serorang pun yang dapat tawar menawar.
Seberapa pun besar kuasa seseorang, kayanya seseorang, pintarnya seseorang, tidak ada seorang pun bisa menghalangi dia, tetapi kematian itu akan menghentikan dia.
Tahukah kita sebagai orang percaya, kita telah memang atas maut karena Kristus sudah mengalahkan maut karena Kristus berkata “Akulah kebangkitan dan hidup”
Iman dan cara pandang kita seharusnya memiliki keselarasan, namun kita tidak dapat menyangkali bahwa ada kalanya iman seorang Kristen tidak selaras dengan cara pandangnya, sehingga membuat perbedaan antara iman dengan sikapnya di dalam mengahadapi fakta-fakta kehidupan.
Sebagai contoh, bagaimana orang Kristen itu bersikap terhadap kematian? Jikalau kita katakan bahwa kita tidak perlu takut menghadapi kematian, mungkin banyak orang Kristen tidak setuju dengan kita dan berkata kita tidak boleh berkata demikian.
Orang Kristen tidak perlu takut kematian, tidak berarti bahwa orang Kristen tidak menghargai kehidupan dan lebih memilih kematian.
Orang percaya menghargai kehidupan dan Pro Life atau Pro kepada kehidupan, namun karena kita tahu bahwa maut tidak dapat selamanya merengkuh kita, karena kita ini akan dibangkitkan dan memerima kemuliaan Kristus.
Di situlah kita pun bermegah atas kematian, yang sebenarnya kita sedang bermegah merayakan kemenangan Kristus atas kematian itu.
2 Korintus 4:12-18
12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Rasul Paulus berjuang sedemikian rupa memberitakan Injil ke berbagai tempat termasuk juga ke kota Koritntus.
Pertanyaannya adalah mengapa ia begitu rela menderita? Bahkan ada kalanya ia bagaikan menyambung nyawa, namun ia tidak menghiraukan sedikit pun akan bahaya yang ia hadapi dan terus saja memberitakan Injil.
Bagaimana Rasul Paulus memiliki keberanian dan kekuatan seperti itu?
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Maut bagi manusia pada umumnya itu adalah kengerian dan kebinasaan, namun bagi kita orang percaya, maut itu tidak dapat mencengkram kita karena kita di dalam Kristus, di mana orang percaya akan dibangkitkan oleh Allah dan masuk ke dalam kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4:12-14
12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
2 Korintus 4:16-18
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Rasul Paulus dalam pelayanannya dapat dijelaskan seperti apa yang dia tulis, demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
Itu satu kalimat yang menggambarkan bagaimana Rasul Paulus melayani dan untuk apa?
Bagaimana Rasul Paulus melayani itu adalah maut giat di dalam dirinya, artinya dia menghadapi segala penderitaan nyaris mati, setengah mati dan lain sebagainya, itu yang dikatakan maut giat di dalam diri Rasul Paulus.
Dengan demikian adalah supaya hidup itu giat di dalam diri orang-orang di Korintus, yaitu karena pemberitaan Injil.
Mengapa Rasul Paulus begitu berani menghadapi maut yang begitu mengerikan yang siap merenggut Rasul Paulus?
Rasul Paulus berkata “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata” itu adalah Iman daripada orang-orang dalam Perjanjian Lama, Paulus pun demikian
Apa yang Rasul Paulus yakini? Yang Rasul Paulus Yakini adalah maut sudah tidak dapat berbuat apa-apa kepadanya, kerena Kristus telah mengalahkan maut itu.
Kristus telah membuktikan Dia bangkit dari antara orang mati dan hidup selama-lamanya, dan Kristus sudah mengatakan Dia akan membangkitkan orang-orang yang percaya kepada-Nya bersama-sama dengan Dia untuk menerima kemuliaan hidup.
Di situlah Paulus berkata, dia tidak tawar hati meskipun penderitaan itu berdampak pada tubuhnya, semakin lemah, semakin merosot itu pasti, namun dia tetap semangat, tetap berani tetap sukacita.
Kenapa? Karena dia tidak mengandalkan lahiriah dia, dia mengandalkan manusia batiniah yang dibaharui sehari ke sehari yaitu mata rohaninya, bukan melihat kepada yang sementara, tetapi melihat kepada yang kekal itu.
Demikian juga dengan kita, jika mata kita hanya melihat hal-hal yang di dunia ini, lalu kita hanya melihat keterbatasan ragawi kita, tidak ada jalan lain, kecuali kita menjadi pesimis, karena ragawi kita makin tua, makin merosot, apalagi jikalau kita menghadapi sakit penyakit, atau mungkin kita menghadapi penderitaan.
Misalnya kekurangan makan, sehingga kita kurang gizi, kalau kita menyaksikan dunia ini, kita pasti pesimis, karena dunia ini tidak pernah bisa menjanjikan apa-apa dalam hidup kita.
Di situlah kita harus melihat apa yang tidak nampak itu, yaitu janji Tuhan, kepada sesuatu yang kekal yang ada di dalam Kristus.
Hal itu bukan isapan jempol, tetapi sudah Kristus buktikan dengan mengalahkan maut, dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, dan Dia hidup selama-lamanya dan Dia akan menmbangkitkan kita.
Mari kita melihat hidup kita di dalam perspektif yang seperti itu. Maut tidak dapat merenggut kita dan tetap di dalam-Nya, Karena Kristus akan membangkitkan kita, utnuk kita menerima kemuliaan bersama-sama dengan Dia.
2. Semangat di dalam memberitakan Injil meski banyak kesulitan adalah motivasinya agar lebih banyak orang memuliakan Tuhan, karena anugerah-Nya yang tidak terkira.
2 Korintus 4:15
15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Kita sebagai orang percaya pasti mempunyai kerinduan ingin memuliakan Tuhan, namun setelah kita membaca bagian ini.
Orang Kristen yang ingin memuliakan Tuhan seharusnya menjadi orang Kristen yang rela memberitakan Injil dengan giat.
Mengapa? Paulus berkata bahwa dia melakukan semuanya itu supaya lebih banyak orang memuliakan Tuhan.
Kenapa? Karena orang-orang ini ketika percaya mereka akan memuji nama Tuihan, bersyukur kepada Tuhan, terharu bagi Tuhan, dan juga hidup bagi Tuhan.
Bukankah dengan demikian gaung akan kebaikan Tuhan, kemuliaan Tuhan, keselamatan Tuhan, dan anugerah Tuhan itu makin terasa di dalam dunia ini?
Kiranya hal itu menjadi doronngan dalam hidup kita, bukan saja kita yang menyanyikan nyanyian sykur, dan nyanyian keselamatan Tuhan.
Tetapi dengan kita memberitakan Injil lebih banyak orang boleh menyanyikan keselamatan itu, lebih banyak orang bersyukur kepada nama Tuhan, dan memasyurkan anugerah Tuhan.
Bukankah dengan demikian, di seluruh dunia akan terdengar suara betapa ajaibnya anugerah Tuhan “Amazing Grrace”, anugerah Tuhan dulu kita buta sekarang kita meilihat.
Itu menjadi kesaksian bagi hormat kemuliaan bagi nama Tuhan.
Doakan dan renungkan.
* Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
* Maut bagi manusia adalah kengerian dan kebinasaan, namun bagi orang percaya, maut tidak dapat mencengkram karena mereka ada di dalam Kristus.
Maut tidak lagi menakutkan