Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 23 September 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Yeremia 35


Kesetiaan orang-orang Rekhab


Sadarkah kita bahwa manusia suka mencontoh orang yang dia lihat. Sebagai orang percaya, teladan apa yang kita nyatakan kepada orang yang melihat kita? Apakah keteladanan Kristus yang kita nyatakan?


Warisan merupakan hal yang pada umumnya ada dalam setiap suku atau budaya, termasuk juga dengan kita sebagai orang Asia, juga termasuk kita sebagai orang Kristen.


Apakah yang biasa diwariskan orang tua kepada anak-anak mereka? Pada umumnya adalah harta benda yang mereka miliki bukan?


Namun tanpa mereka sadari juga, bahwa mereka itu mewarisi kebiasaan-kebiasaan di dalam keluarga mereka.


Kita dapat melihat keluarga yang mempunyai kebiasaan buruk, maka kebiasaan buruk itu mempunyai kemungkinan akan dilanjutkan dalam keluarga yang baru, yang dibentuk oleh anak-anak mereka.


Meskipun kita tidak dapat katakan bahwa seluruhnya demikian, tapi pada umumnya demikian. Sebagai orang tua, apa yang diwariskan kepada anak-anak kita?


Sebagai orang percaya apa yang kita wariskan kepada gereja di mana kita beribadah dan bersekutu?


Yeremia 35


1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia di zaman Yoyakimbin Yosia, raja Yehuda, bunyinya:


2 "Pergilah kepada kaum orang Rekhab, bicaralah dengan mereka dan bawalah mereka ke rumah TUHAN, ke dalam salah satu kamar,kemudian berilah mereka minum anggur!"


3 Maka aku menjemput Yaazanya bin Yeremia bin Habazinya beserta saudara-saudaranya dan semua anaknya, pendeknya segenap kaum orang Rekhab.


4 Aku membawa mereka ke rumah TUHAN, ke dalam kamar anak-anak Hanan bin Yigdalya, abdi Allah;itulah kamar yang di sebelah kamar para pembesar, di atas kamar Maaseya bin Salum,penjaga pintu.


5 Di depan anggota-anggota kaum orang Rekhab itu aku meletakkan piala-piala penuh anggur dan cawan-cawan, lalu aku berkata kepada mereka: "Silakan minum anggur!"


6 Tetapi mereka menjawab: "Kami tidak minum anggur, sebab Yonadabbin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggursampai selama-lamanya;


7 janganlah kamu mendirikan rumah, janganlah kamu menabur benih; janganlah kamu membuat atau mempunyai kebun anggur, melainkan haruslah kamu diam di kemah-kemahselama hidupmu, supaya lama kamu hidup di tanah, di mana kamu tinggal sebagai orang asing!


8 Kami mentaati suara Yonadab bin Rekhab, bapa leluhurkami dalam segala apa yang diperintahkannya kepada kami, agar kami tidak minum anggur selama hidup kami, yakni kami sendiri, isteri kami, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami;


9 agar kami tidak mendirikan rumah-rumah untuk kami diami, tidak mempunyai kebun anggur atau ladang serta benih,


10 melainkan kami diam di kemah-kemah dan taat melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Yonadab, bapa leluhur kami.


11 Tetapi ketika Nebukadnezar, raja Babel, bergerak maju melawan negeri ini, maka kami berkata: Marilah kita mengungsi ke Yerusalem, karena tentara orang Kasdim dan tentara orang Aram itu! Demikianlah kami diam di Yerusalem."


12 Pada waktu itu datanglah firman TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:


13 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Pergilah dan katakanlahkepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Tidakkah kamu mau menerima penghajaran, yaitu mendengarkan perkataan-perkataan-Ku?


14 Memang perintah Yonadab bin Rekhab itu masih ditepati; ia telah memerintahkan kepada keturunannya, supaya mereka jangan minum anggur, dan sampai sekarang ini mereka tidak meminumnya, sebab mereka mendengarkan perintahbapa leluhur mereka. Aku sendiri telah berbicara kepada kamu, terus-menerus,tetapi kamu tidak mendengarkanAku.


15 Aku telah mengutus kepadamu segala hamba-Ku, yakni para nabi,terus-menerus, mengatakan: Kembalilahkamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilahperbuatanmu, janganlah mengikuti allah lainuntuk beribadah kepada mereka, maka kamu akan tetap diam di tanahyang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkanAku.


16 Sungguh, keturunan Yonadab bin Rekhab menepati perintah yang diberikan bapa leluhurnya kepada mereka, tetapi bangsa ini tidak mau mendengarkan Aku!


17 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku mendatangkan kepada Yehuda dan kepada segenap penduduk Yerusalem segala malapetakayang Kuancamkan atas mereka; karena Aku telah berbicara kepada mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan, dan Aku telah berseru kepada mereka, tetapi mereka tidak mau menjawab."


18 Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu,


19 maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputusmelayaniAkusepanjang masa."


Membaca bagian firman Tuhan ini, kita bisa merasa sedih sekali sebab Tuhan membawa orang-orang Rekhab yaitu keturunan dari suku Keni.


Mereka itu keturunan Yetro; bapa mertua Musa, mereka itu bukan orang Yahudi hanya saja mereka bergabung dengan orang-orang Yehuda dengan tinggal dekat dengan orang-orang Yehuda.


Mereka ini bukan asli Israel, namun mereka menunjukkan kualitas yang baik dan mendapat rekomendasi daripada Tuhan; tidak dengan orang-orang Yehuda.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Ketaatan kita kepada Kristus patut diteruskan kepada generasi berikutnya dengan kesadaran bahwa Kristus adalah Tuhan.


Yeremia 35:5-6


5 Di depan anggota-anggota kaum orang Rekhab itu aku meletakkan piala-piala penuh anggur dan cawan-cawan, lalu aku berkata kepada mereka: "Silakan minum anggur!"


6 Tetapi mereka menjawab: "Kami tidak minum anggur, sebab Yonadabbin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggursampai selama-lamanya;


Bagian firman Tuhan ini sebenarnya sesuatu yang sangat menusuk hati, bagaimana Tuhan membandingkan keturunan kaum Rekhab dengan orang-orang Yehuda.


Tuhan meminta atau memerintahkan Yeremia memanggil keturunan Rekhab ini, lalu memberikan piala penuh air anggur untuk ditawarkan kepada mereka.


Ternyata mereka menolak, mengapa? Karena bapa leluhur mereka yaitu Yonadab bin Rekhab itu telah memberikan perintah, supaya mereka jangan minum anggur, bahkan dengan keturunan mereka sampai selama-lamanya dan mereka taat.


Ketaatan ini diwariskan dari Yonadab kepada keturunannya, sebenarnya inilah yang kita perlu wariskan dari hidup kita sebagai orang percaya kepada keturunan kita, kepada generasi selanjutnya yaitu ketaatan yang penuh kepada Kristus.


Sehingga generasi selanjutnya dari hidup kita akan berkata: “kami tidak melakukan itu, karena kami harus taat kepada Kristus, karena itulah pesan yang disampaikan oleh bapa leluhur kami kepada kami, karena Kristus adalah Tuhan.”


Bukankah warisan ini warisan yang sangat penting, karena dengan demikian generasi selanjutnya adalah orang-orang yang mengasihi Kristus, orang-orang yang hidup bagi Kristus, dan orang yang hidup bagi Kristus, dia akan berbuah dan dia akan menjadi berkat bagi orang lain.


Sudahkah kita mewariskan kebiasaan kita untuk taat kepada Kristus, kepada generasi kita selanjutnya, atau kepada anak-anak kita, atau kepada orang-orang yang dekat dengan kita?


Sehingga generasi selanjutnya boleh berkata: “Mereka pun taat kepada Kristus sepenuhnya, karena Kristus adalah Tuhan bagi hidup kita.”


2. Ketaatan kepada Tuhan membuat kita menang atas perbudakan hawa nafsu, atas perbudakan dunia ini, dan atas perbudakan kuasa si jahat.


Yeremia 35:15


15 Aku telah mengutus kepadamu segala hamba-Ku, yakni para nabi,terus-menerus, mengatakan: Kembalilahkamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilahperbuatanmu, janganlah mengikuti allah lainuntuk beribadah kepada mereka, maka kamu akan tetap diam di tanahyang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkanAku.


Pintu masuk dari perbudakan nafsu, perbudakan dunia, dan perbudakan si jahat adalah ketidaktaatan. Kita tahu mengapa setan bisa masuk ke dalam kehidupan Adam dan Hawa, karena mereka tidak taat.


Kita tahu bersama bagaimana dosa bisa masuk ke dalam kehidupan Adam dan Hawa, karena mereka tidak taat.


Mereka melakukan sesuai dengan penilaian mereka sendiri, mereka tidak mempadankan hidup mereka dengan firman Tuhan.


Ini yang Tuhan katakan kepada bangsa Yehuda; Tuhan telah mengutus bertahun-tahun melalui hambanya para nabi, supaya mereka kembali kepada Tuhan.


Memperbaiki perbuatan mereka, tidak beribadah kepada ilah-ilah yang palsu dan Tuhan akan berkata: “Jikalau engkau demikian engkau menjadi orang merdeka, engkau tidak diperbudak oleh bangsa lain, engkau akan tetap tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka yang berkelimpahan itu.”


Tetapi orang-orang Yehuda tidak mau taat kepada Tuhan, tidak mau dengar perintah Tuhan. Ketika ketidaktaatan terjadi, maka mereka masuk ke dalam perbudakan daripada raja Nebukadnezar.


Pintu masuk perbudakan hawa nafsu dunia dan si jahat adalah ketidaktaatan. Ketika kita tidak taat; kita sedang membuka pintu bagi perbudakan itu.


Oleh karena itu hanya ketaatan kepada Tuhan yang menutup pintu perbudakan itu, ketika kita taat kepada Tuhan; kita hidup sebagai orang yang merdeka, kita hidup sebagaimana yang Tuhan inginkan, yaitu hidup yang memperkenankan Tuhan, hidup yang memancarkan keindahan Tuhan.


Namun ketika kita tidak taat, kita di bawah perbudakan, dan hidup yang kita hidupi akan nampak di dalam kebinasaan, dan mempermalukan nama Tuhan.


Oleh karena itu mari kita belajar taat kepada Tuhan, supaya kita tidak masuk ke dalam perbudakan hawa nafsu, perbudakan dunia ini, bahkan perbudakan dari si jahat.


Mari kita taat kepada Tuhan!


Doakan dan renungkan


* "Kami tidak minum anggur, sebab Yonadabbin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggursampai selama-lamanya.”


* Ketaatan ini diwariskan dari Yonadab kepada keturunannya, inilah yang kita perlu wariskan dari hidup kita sebagai orang percaya kepada keturunan kita, sebagai ketaatan yang penuh kepada Kristus.


Yuk wariskan keteladanan