Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Yeremia 28
Nabi Yeremia lawan Nabi Hanaya.
Mengenal Tuhan lebih dalam menolong kita untuk mengerti dan memahami apa yang Tuhan perbuat di dalam hidup kita.
Semua orang senang ketika dipuji atau ketika mendengar kabar yang menguntungkan baginya.
Namun, pada umumnya orang kurang suka kepada teguran atau kabar yang tidak menguntungkan. Manakah yang lebih baik?
Amsal 27:6
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.
Yang mana yang lebih baik, itu tergantung dengan kesejatian berita itu. Jika berita yang disampaikan baik, tetapi sebenarnya tidak demikan, itu bukan hal yang baik.
Tuhan yang kita kenal dalam Alkitab, tidak mengatakan hal yang buruk dengan berita yang baik, tetapi Ia mengatakan sebagaimana adanya, karena Ia mengatakan di dalam kekudusan, kebenaran dan kasih-Nya.
Bagaimana respon kita ketika Tuhan menyampaikan kepada kita sebagaimana adanya, dan itu merupakan teguran yang keras di dalam kehidupan kita? Apakah kita anggap Tuhan tidak baik kepada kita? Atau sebaliknya, karena memang Ia baik kepada kita?
Yeremia 28
1 Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat:
2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.
3 Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.
4 Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"
5 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu,
6 kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.
7 Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini:
8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."
10 Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.
11 Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.
12 Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:
13 "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!
14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."
15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."
17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Hananya bin Azur dari Gibeon adalah seorang nabi palsu. Memang berita yang ia sampaikan itu menyenangkan bangsa Yehuda, tetapi Tuhan tidak pernah mengutusnya. Dia telah berbohong.
Nabi Yeremia pada awalnya sudah berkata dengan berhati-hati, dengan memberikan pertimbangan, dan menggarisbawahi,jangan sampai Hananya menyampaikan kabar palsu.
Namun, setelah Tuhan menyampaikan firman-Nya kepada Yeremia, maka Yeremia dengan tegas menyampaikan firman Tuhan kepada Hananya, dan Hananya tewas karena dosanya itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Sebaik-baiknya perkataan yang bohong, lebih baik perkataan yang sesungguhnya, sebaik-baiknya pesan ajaran sesat, lebih baik peringatan keras dari ajaran firman Tuhan.
Yeremia 28:6-9
6 kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.
7 Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini:
8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."
Anda lebih suka berita baik tapi bohong, atau berita buruk tetapi benar? Keduanya itu bukan hal yang enak, tetapi ketika kita suka dengan hal-hal yang palsu atau bohong, sesungguhnya bukan orang yang sedang menipu kita, tetapi kita yang membohongi diri sendiri.
Orang yang suka membohongi diri sendiri itu adalah orang yang lari dari kenyataan. Tuhan tidak pernah membohongi kita.
Namun, di dunia ini banyak orang yang mengatasnamakan Tuhan, berkata bohong, padahal dia tidak menyampaikan firman Tuhan.
Mari kita sebagai orang percaya, menyendengkan telinga kepada firman Tuhan dan meneliti setiap pemberitaan firman Tuhan dari Alkitab, apakah betul Tuhan berkata demikian? Agar kita tidak sembrono memercayai berita yang palsu.
Di tengah bangsa Yehuda yang sedang mengalami penderitaan, mereka pasti lebih bisa menerima berita yang baik, berita yang memerdekakan mereka, daripada berita bahwa mereka harus tinggal selama 70 tahun di tanah pembuangan.
Demikian juga kita. Ketika mengalami pergumulan hidup, kita lebih bisa menerima berita bahwa kita akan lepas dari pergumulan kita.
Ketika kita sedang sakit, kita lebih senang mendengar berita bahwa kita akan lebih cepat sembuh, atau mendengar perkataan bahwa Tuhan akan menyembuhkan kita dengan segera, daripada mendengar berita bahwa kita akan sakit cukup lama. Meskipun berita yang kedua itu benar.
Nabi palsu Hananya menyampaikan bahwa dalam dua tahun saja mereka akan kembali ke tanah perjanjian. Tentu ini kabar baik, tetapi kabar bohong juga.
Sebaik-baiknya kabar bohong, lebih baik kita mendengarkan perkataan yang sesungguhnya.
Sebaik-baiknya pesan ajaran sesat dengan janji-janjiNya, lebih baik kita mendengar peringatan keras dari ajaran firman Tuhan, karena Tuhan berkata sebagaimana adanya.
Dengan pengajaran yang benar dari firman Tuhan, kita dapat bertumbuh dalam iman kita, dan kita boleh mengalami pengudusan dalam hidup kita, karena kita memang sedang dibentuk oleh Tuhan, bukan sedang di “ninabobo”kan oleh ajaran sesat.
2. Mengelabui orang dengan mengatasnamakan Tuhan itu merupakan pelecehan kepada kekudusan, kehormatan dan kebenaran Tuhan.
Yeremia 28:15-17
15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."
17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Yang terjadi pada Hananya ini merupakan peringatan yang keras bagi kita. Ketika seseorang dengan nekad menyampai sesuatu mengatasnamakan Tuhan, itu adalah perbuatan melecehkan Tuhan dengan segala kekudusan, kebenaran, dan kehormatan Tuhan.
Nabi Hananya pada tahun yang sama tewas, karena dia melanggar kekudusan Tuhan.
Bukankah di dalam 10 hukum Tuhan, kita tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sia-sia? Salah satunya adalah mengatasnamakan Tuhan, padahal Tuhan tidak berbicara seperti itu.
Mungkin hari ini kita tidak menemukan perkara tragis seperti yang dialami oleh Hananya.
Pada awal gereja mula-mula, kita mengetahui ada peristiwa Ananias dan Safira yang menipu Roh Kudus, dan keduanya langsung mati. Namun, Hananya tidak demikian.
Oleh karena itu, firman Tuhan ditulis, supaya kita bisa baca. Kita jangan menganggap remeh perbuatan-perbuatan seperti itu, yang hari ini masih dibiarkan Tuhan. Namun, tidak berarti orang-orang demikian lepas dari tindakan Tuhan yang keras kepadanya.
Sebagai orang percaya, mari kita menyampaikan apa yang sebenarnya disampaikan firman Tuhan di dalam Alkitab.
Kita tidak bermain-main seperti kita mendengar sesuatu yang baru dari Tuhan dan menyampaikannya lepas dari kebenaran Alkitab, atau kita menafsirkan Alkitab dengan semau kita, dengan mengatasnamakan Tuhan.
Satu kali ketika kita berbuat demikian, kita akan berhadapan dengan Sang Firman itu, yaitu Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan itu.
Mari kita berhati-hati di dalam mendengar pemberitaan firman Tuhan, pesan yang atas nama Tuhan. Mari kita kembali ke Alkitab.
Kita mengecek dan mempelajari sungguh-sungguh, agar kita semakin mengenal Tuhan dan semakin mengenal apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.
Doakan dan renungkan
* Anda lebih suka mendengar berita baik tapi bohong, atau berita buruk tapi benar?
* Keduanya bukan hal yang enak, tetapi ketika kita lebih suka pada berita bohong yang menyenangkan, sesungguhnya bukan orang lain sedang menipu kita, tetapi kita menipu diri sendiri.
Menipu diri