Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Selasa, 29 Juni 2021

Tuhan adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Selasa, 29 Juni 2021

Keluaran 11
Tulah Kesepuluh Diberitahukan

Pengharapan adalah
hal yang berharga
di dalam kehidupan setiap kita,
karena tanpa pengharapan
kita tidak dapat memiliki sebuah
keyakinan, kemauan ataupun
keinginan untuk maju.
Pengharapan seperti itu
hanya ada di dalam Tuhan.

Setiap orang pasti menginginkan
dan merindukan untuk
memiliki masa depan
yang bagus dalam hidup ini.
Tidak heran banyaknya orang
pada hari ini berjuang
dalam hidupnya untuk
bekerja keras baik yang sekolah
maupun yang bekerja,
berdagang atau dalam hal
apapun yang mereka kerjakan,
mereka kerjakan dengan
sungguh-sungguh karena ingin
memperoleh masa depan yang baik.

Di antara mereka bahkan
mengikuti seminar-seminar
tentang bagaimana caranya
hidup menjadi sukses.
Semuanya itu merupakan
hal-hal baik yang
bisa kita kerjakan.

Satu hal yang harus kita sadari,
bahwa sesungguhnya ketika
kita menggapai masa depan,
ada terlalu banyak faktor
yang sangat mempengaruhi
masa depan kita.

Satu atau dua faktor tidak cukup
untuk meneguhkan atau memastikan
akan masa depan kita.

Bagaimana kita sebagai
orang percaya harus melihat
masa depan hidup kita?

Keluaran 11

1) Berfirmanlah TUHAN
kepada Musa:
"Aku akan mendatangkan
satu tulah lagi atas Firaun
dan atas Mesir,
sesudah itu ia akan membiarkan
kamu pergi dari sini;
apabila ia membiarkan kamu pergi,
ia akan benar-benar
mengusir kamu dari sini.

2) Baiklah katakan kepada
bangsa itu, supaya setiap laki-laki
meminta barang-barang
emas dan perak kepada tetangganya
dan setiap perempuan
kepada tetangganya pula."

3) Lalu TUHAN membuat orang Mesir
bermurah hati terhadap bangsa itu;
lagipula Musa adalah seorang
yang sangat terpandang
di tanah Mesir,
di mata pegawai-pegawai Firaun
dan di mata rakyat.

4) Berkatalah Musa:
"Beginilah firman TUHAN:
Pada waktu tengah malam
Aku akan berjalan
dari tengah-tengah Mesir.

5) Maka tiap-tiap anak sulung
di tanah Mesir akan mati,
dari anak sulung Firaun
yang duduk di takhtanya
sampai kepada anak sulung
budak perempuan yang
menghadapi batu kilangan,
juga segala anak sulung hewan.

6) Dan seruan yang hebat
akan terjadi di seluruh tanah Mesir,
seperti yang belum pernah terjadi
dan seperti yang tidak akan ada lagi.

7) Tetapi kepada siapa juga
dari orang Israel,
seekor anjing pun
tidak akan berani menggonggong,
baik kepada manusia maupun
kepada binatang,
supaya kamu mengetahui,
bahwa TUHAN membuat perbedaan
antara orang Mesir dan orang Israel.

8) Dan semua pegawaimu ini
akan datang kepadaku
dan sujud kepadaku serta berkata:
Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat
yang mengikut engkau;
sesudah itu aku akan keluar."
Lalu Musa meninggalkan Firaun
dengan marah yang bernyala-nyala.

9) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
"Firaun tidak akan mendengarkan kamu,
supaya mujizat-mujizat yang Kubuat
bertambah banyak di tanah Mesir."

10) Musa dan Harun telah
melakukan segala mujizat ini
di depan Firaun.
Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun,
sehingga tidak membiarkan
orang Israel pergi dari negerinya.

Bagian Firman Tuhan ini
memberitahukan kepada kita
bahwa pembebasan bangsa Israel
dari tanah Mesir merupakan
karya Tuhan semata-mata.
Bukan karena kebaikan dari
Firaun atau bangsa Mesir.

Mereka bisa merdeka dan bebas
dari tanah Mesir semata-mata
karena kasih karunia Tuhan.

Pesan Firman Tuhan Pada Hari Ini

1. Segala sesuatu berada
di dalam kendali Tuhan.

Keluaran 11:1-3a
1) Berfirmanlah TUHAN
kepada Musa:
"Aku akan mendatangkan
satu tulah lagi atas Firaun
dan atas Mesir,
sesudah itu ia akan membiarkan
kamu pergi dari sini;
apabila ia membiarkan kamu pergi,
ia akan benar-benar
mengusir kamu dari sini.

2) Baiklah katakan kepada
bangsa itu, supaya setiap laki-laki
meminta barang-barang
emas dan perak kepada tetangganya
dan setiap perempuan
kepada tetangganya pula."

3) Lalu TUHAN membuat orang Mesir
bermurah hati terhadap bangsa itu;

Perhatikan bagaimana Tuhan
mengendalikan segala sesuatu.

Firaun tidak rela bangsa Israel pergi,
namun tangan Tuhanlah yang
memaksa Firaun sehingga dia
dengan kerelaannya mengusir
bangsa Israel dari tanah Mesir.
Bukan lagi terpaksa,
tapi dengan rela
mengusir orang Israel.

Bukan itu saja,
rakyat Mesir memberikan
hal-hal yang bagus dan berharga
kepada orang-orang Israel
untuk mereka pergi.

Kisah ini sifatnya
melampaui akal budi kita.
Bagaimana mungkin Firaun
yang awalnya mencari
keuntungan dirinya sendiri
akhirnya mengusir
orang Israel dari tanah Mesir?

Bagaimana orang-orang Mesir
yang pada kenyataannya
melihat orang-orang Israel
sebagai orang asing,
tapi mereka mau memberikan
barang-barang yang berharga
kepada orang-orang Israel
saat mereka pergi?
Bukankah hal ini
tidak masuk akal?

Itulah cara Tuhan bekerja.
Dia bekerja melampaui
akal budi kita.
Dia memberitahukan kepada kita
bahwa sesungguhnya semua kendali
ada di dalam tangan Dia.
Bukan di tangan Firaun,
bukan di tangan Mesir,
bukan di tangan penguasa,
bukan di tangan mayoritas
yang begitu banyak
dari orang Mesir,
tetapi di tangan Tuhan,
Sang Pencipta dan Penebus
yang melepaskan bangsa Israel
dari tanah Mesir.

Hidup kita pun sama.
Apa yang kita alami
dalam hidup kita,
seringkali kita tidak mengerti.
Kita berpikir hidup kita dibantu
oleh kemurahan orang lain
dalam hidup kita,
atau hidup kita tergantung
dari orang-orang tertentu.

Namun sesungguhnya hidup kita
bukan tergantung dari semuanya itu.
Hidup kita tergantung dari Tuhan
karena Dia yang pegang kendali.

Jika Dia memberikan,
tidak ada yang bisa menahan.
Jika Dia menahan,
tidak ada yang bisa memberikan.

Kita bersyukur kita bisa
mengenal Tuhan yang baik,
yang murah hati dan
penuh kasih karunia.

Mari kita setia mencintai Dia,
memuliakan Dia dan
setia melayani Dia,
bukan karena kita
mau mendapat jasa,
namun semata-mata karena
kita berhutang atas segala
kebaikan Tuhan kepada kita.

2. Masa depan sesungguhnya
berada di dalam tangan Tuhan.

Keluaran 11:4-6
4) Berkatalah Musa:
"Beginilah firman TUHAN:
Pada waktu tengah malam
Aku akan berjalan
dari tengah-tengah Mesir.

5) Maka tiap-tiap anak sulung
di tanah Mesir akan mati,
dari anak sulung Firaun
yang duduk di takhtanya
sampai kepada anak sulung
budak perempuan yang
menghadapi batu kilangan,
juga segala anak sulung hewan.

6) Dan seruan yang hebat
akan terjadi di seluruh tanah Mesir,
seperti yang belum pernah terjadi
dan seperti yang tidak akan ada lagi.

Dimanakah masa depan Mesir?
Masa depan di tanah Mesir
adalah dari anak-anak sulung
yang merupakan harapan
dari penduduk Mesir,
termasuk anak sulung Firaun.

Ketika Tuhan menulahi orang Mesir,
seluruh anak-anak sulung,
termasuk anak sulung
yang ada di tahta,
anak sulung dari
budak perempuan,
maupun ternak sulung yang
berada di kandang mereka,
semua binasa.

Firaun berpikir bahwa
dia sanggup menahan
bangsa Israel supaya
dia tetap beruntung dan
Mesir mempunyai masa depan.
Namun Tuhan memberitahukan
bahwa masa depan Mesir bukan
bergantung dari Firaun.

Masa depan Mesir
tergantung dari Tuhan.
Ketika Tuhan membinasakan
anak-anak sulung,
Firaun baru menyadari bahwa
masa depan Mesir tidak ada
jika Tuhan tidak
berkenan kepadanya.

Masa depan hidup kita
ada di dalam tangan Tuhan.
Ketika kita merajut
masa depan hidup kita,
kita tidak boleh lupa bahwa
kita perlu bersandar kepada Tuhan,
karena sesungguhnya Tuhanlah
yang menyediakan masa depan
di dalam hidup kita.

Kita perlu bersandar kepada Dia
dan mengikuti rancangan-Nya.
Dengan demikian,
kita baru bisa melihat
bagaimana Tuhan merenda
masa depan kita.

Mungkin kita akan melalui
masa-masa yang sulit
dan tidak menentu,
tetapi ketika Tuhan telah
memberikan masa depan
kepada kita,
Dia sanggup merenda
menjadi sesuatu yang indah
dalam hidup kita.

Berjalanlah bersama
dengan Tuhan.
Maju ke depan menatap
masa depan di dalam
kasih karunia Tuhan.

3. Mujizat bertambah
karena ketidak percayaan.

Seringkali kita berpikir
mujizat itu terjadi
karena kepercayaan.
Namun bagian Firman Tuhan ini
mengatakan bahwa karena
ketidakpercayaan Firaun,
maka mujizat itu semakin
bertambah-tambah.

Keluaran 11:9
9) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
"Firaun tidak akan mendengarkan kamu,
supaya mujizat-mujizat yang Kubuat
bertambah banyak di tanah Mesir."

Bagian ini sungguh kontras
dengan apa yang kita pikirkan.
Yang seringkali kita pikirkan
adalah kalau orang percaya
maka ia akan mengalami
banyak mujizat Tuhan.

Tidak ada yang salah
dengan orang percaya yang
mengalami mujizat Tuhan,
namun orang yang percaya
akan terus percaya meskipun
dia tidak melihat mujizat Tuhan.

Justru Allah menyatakan mujizat-Nya
supaya orang yang tidak percaya
boleh percaya kepada Tuhan,
karena orang yang tidak percaya
berpikir bahwa dunia ini
hanya alam saja,
di dunia tidak ada Allah.

Allah menginterupsi kehidupan
manusia dengan membuat
mujizat-mujizat yang besar
di tengah-tengah dunia ini,
supaya manusia tahu bahwa
alam semesta bukanlah
sistem tertutup yang
tidak ada intervensi Ilahi.

Ada sistem dimana
Allah sanggup menembus dan
mengintervensi kehidupan manusia,
sehingga manusia boleh
mengenal siapakah Tuhan yang
menciptakan segala sesuatu.

Sebagai orang percaya,
marilah kita tetap
percaya kepada Tuhan,
meskipun mungkin Saudara
tidak melihat mujizat apapun
di dunia ini.

Mujizat yang terbesar adalah
ketika kita percaya kepada Dia
yang penuh kasih karunia
kepada kita dan ketika Tuhan
mengubah hati kita untuk dapat
mengenal kasih karunia Tuhan
di dalam hidup kita.

Doakan dan Renungkan

• Bagaimana orang yang
sudah percaya harus melihat
masa depan hidupnya?

• Apakah mukjizat terbesar
yang Tuhan pernah lakukan
dalam hidupmu?

• Sebagai orang percaya,
marilah kita tetap
percaya kepada Tuhan,
meskipun mungkin Saudara
tidak melihat mujizat apapun
di dunia ini.

Mari kita terus belajar dan
bertumbuh dalam Kristus