Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN GKY MANGGA BESAR
Kamis, 04 Maret 2021
Matius 23: 1-12
Yesus Mengecam Ahli Ahli Taurat dan Orang Orang Farisi Part 1
Kita harus bersyukur
karena kita tidak sendirian.
Kita punya saudara-
saudara seiman
yang dapat mendoakan
dan menemani kita.
Hidup dengan saudara seiman
atau hidup bergereja
sering sekali menimbulkan
kesulitan kesulitan yang
terjadi karena kita banyak
dipengaruhi oleh pergaulan
di dunia ini yang seringkali
kita terapkan dalam
kehidupan bergereja.
Pengaruh dunia bisa
berdampak besar bagi
cara berpikir kita.
Dengan banyaknya kegiatan,
kita banyak berelasi
dengan orang lain.
Seberapa jauh Firman Tuhan
mempengaruhi hidup kita,
begitu pula cara kita berpikir
dan bertindak.
Matius 23:1-12
1) Maka berkatalah Yesus
kepada orang banyak
dan kepada murid-murid-Nya,
kata-Nya:
2) "Ahli-ahli Taurat
dan orang-orang Farisi
telah menduduki kursi Musa.
3) Sebab itu turutilah
dan lakukanlah segala sesuatu
yang mereka ajarkan kepadamu,
tetapi janganlah kamu turuti
perbuatan-perbuatan mereka,
karena mereka mengajarkannya
tetapi tidak melakukannya.
4) Mereka mengikat beban-
beban berat, lalu meletakkannya
di atas bahu orang,
tetapi mereka sendiri
tidak mau menyentuhnya.
5) Semua pekerjaan
yang mereka lakukan
hanya dimaksud supaya
dilihat orang;
mereka memakai
tali sembahyang yang lebar
dan jumbai yang panjang;
6) mereka suka duduk
di tempat terhormat
dalam perjamuan
dan di tempat terdepan
di rumah ibadat;
7) mereka suka menerima
penghormatan di pasar
dan suka dipanggil Rabi.
8) Tetapi kamu,
janganlah kamu disebut Rabi;
karena hanya satu Rabimu
dan kamu semua adalah saudara.
9) Dan janganlah kamu
menyebut siapapun bapa
di bumi ini,
karena hanya satu Bapamu,
yaitu Dia yang di sorga.
10) Janganlah pula
kamu disebut pemimpin,
karena hanya satu
Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11) Barangsiapa terbesar
di antara kamu, hendaklah
ia menjadi pelayanmu.
12) Dan barangsiapa
meninggikan diri,
ia akan direndahkan
dan barangsiapa
merendahkan diri,
ia akan ditinggikan.
Apa yang dikatakan
Tuhan Yesus dalam
ayat ini terkait dengan
kehidupan religius
para ahli Taurat
dan pemimpin agama
yang tidak patut
diteladani dalam
kehidupan orang banyak.
Apalagi kehidupan
murid murid Tuhan.
Bagaimanakah seharusnya
relasi kita satu dengan
yang lain dalam
kehidupan bergereja.
1. Motivasi kita sangat
menentukan seluruh
tindakan kita.
Relasi kita dengan sesama
sangat ditentukan
oleh motivasi kita.
Kadang kita terheran heran
dengan para pemimpin
agama dibanding dengan
orang Yahudi.
Bukankah mereka adalah
orang orang religius?
Orang orang yang beriman
Orang orang yang percaya
kepada Tuhan.
Mengapa perlakuan mereka
kepada orang lain tidak
mencerminkan iman mereka?
Kadang kita terheran heran
dengan orang Kristen.
Sama sama orang percaya
tapi kenapa kelakuannya
dan sikapnya dalam relasi
dengan orang lain khususnya
kepada gereja Tuhan
dan orang orang percaya
tidak sesuai dengan
apa yang kita pikirkan?
Alkitab mengajarkan bahwa
motivasi mereka yang
membuat mereka mempunyai
sikap yang berbeda
kepada orang lain yang
sebenarnya tidak cocok
dilakukan oleh orang beriman.
Mereka mempunyai sikap hati
yang ingin mendapatkan
kemuliaan bagi diri sendiri.
Matius 23:6-7
6) mereka suka duduk
di tempat terhormat
dalam perjamuan
dan di tempat terdepan
di rumah ibadat;
7) mereka suka menerima
penghormatan di pasar
dan suka dipanggil Rabi.
Mereka rindu untuk
ditinggikan orang lain.
Mereka juga senang
mencari keuntungan
bagi diri sendiri dan
tidak peduli orang lain.
Ketika kita hidup bergereja
dengan mencari kemuliaan
dan mencari keuntungan
untuk diri sendiri,
maka seluruh relasi
akan menjadi rusak.
Kita tidak akan pernah
bisa menjadi berkat
di tengah orang percaya.
Mari kita introspeksi diri
apakah ada motivasi
dimana kita suka
mendapatkan kemuliaan.
Atau motivasi untuk
mencari keuntungan
dari gereja Tuhan dan
dari orang orang percaya.
Motivasi seperti ini
akan merusak
seluruh relasi kita
dengan orang lain.
Khususnya dengan
orang orang percaya.
Mari tinggalkan motivasi
seperti ini supaya kita
dapat menjadi berkat
bagi orang lain.
2. Orang orang percaya
adalah saudara seiman
di dalam Kristus.
Tuhan Yesus berkata,
8) Tetapi kamu,
janganlah kamu disebut Rabi;
karena hanya satu Rabimu
dan kamu semua adalah saudara.
9) Dan janganlah kamu
menyebut siapapun bapa
di bumi ini,
karena hanya satu Bapamu,
yaitu Dia yang di sorga.
10) Janganlah pula
kamu disebut pemimpin,
karena hanya satu
Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Maksud Yesus adalah
Janganlah diantara kita
suka merasa lebih tinggi
daripada orang lain.
Tuhan Yesus mengajarkan
bahwa kita adalah saudara.
Hendaklah kita selalu
memiliki rasa Kasih
terhadap saudara seiman.
Hendaklah kita selalu
memiliki rasa hormat
di antara satu saudara
dengan yang lainnya.
Baik pendeta, jemaat,
kita sama sama
tunduk kepada Yesus.
Kita sama sama
tunduk pada kebenaran.
Tuhan Yesus adalah
Rabi dan Guru kita.
Tuhan Yesus adalah
pemimpin kita.
Bapa di Sorga adalah
Bapa kita.
Yang menjadi sumber
kebenaran adalah Tuhan.
Yang menjadi sumber
kehidupan adalah Tuhan.
Yang menjadi sumber
otoritas adalah Tuhan.
Kita adalah umat Tuhan
yang saling menghargai
saling mengasihi dan
saling memberkati.
Jika kita sadar bahwa
kita adalah saudara seiman
karena Kristus, maka
kita akan dapat
saling menguatkan
satu dengan yang lain,
kita bisa menerima
orang lain dengan
rasa simpati dan
dapat saling mendukung
satu dengan yang lain.
Kehidupan bergereja
seperti ini menjadi
kesaksian bahwa kita
adalah murid murid
Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus mengatakan
jika engkau saling mengasihi
satu dengan yang lain,
dunia akan tahu bahwa kita
adalah murid murid Kristus.
Marilah kita menjadikan
kehidupan bergereja
sebagai kesaksian bagi dunia
bahwa ada Kasih Allah
yang hidup di tengah gereja.
3. Tuhan menghendaki
orang percaya hidup
saling melayani.
Inilah yang Tuhan
ajarkan kepada kita.
Matius 23:12
12) Dan barangsiapa
meninggikan diri,
ia akan direndahkan
dan barangsiapa
merendahkan diri,
ia akan ditinggikan.
Matius 23:11
11) Barangsiapa terbesar
di antara kamu, hendaklah
ia menjadi pelayanmu.
Tuhan tidak bermaksud
untuk kita mempunyai
motivasi menjadi
yang terbesar.
Tapi jika kita mempunyai
motivasi untuk menjadi
terbesar, maka Tuhan katakan,
"Janganlah menjadi
terbesar tapi hendaklah
engkau melayani."
Semangat menjadi
yang terbesar membuat
kita tidak dapat menjadi
berkat bagi orang lain.
Tapi ketika kita mau
melayani satu dengan
yang lain, maka
kita akan dapat
saling membangun.
Dan orang lainpun
akan dapat lebih
mengasihi Tuhan.
Jangan tunggu orang lain
yang melayanimu.
Mari kita mulai melayani
terlebih dahulu,
karena kita meneladani
yang Tuhan Yesus lakukan.
Tuhan Yesus datang
bukan untuk dilayani,
tetapi Ia datang
untuk melayani.
Sebelum kita melayani Dia,
Dia melayani kita
terlebih dahulu.
Jangan tunggu dan
jangan tunda!
Jangan mengharapkan
orang lain untuk
melakukannya terlebih dulu.
Mari kita melakukan
terlebih dulu karena
kita tahu itu yang
Tuhan mau dan
itulah yang bisa
menjadi berkat bagi
gereja Tuhan.
Rengungkan dan Doakan
•Mari kita introspeksi diri apakah ada motivasi dimana kita suka mendapatkan kemuliaan dan keuntungan pribadi?
•Apakah kesulitan yang dihadapi di dalam kehidupan bergereja?
•Berdoalah untuk hikmah dari Tuhan agar kita dapat saling melayani dan mengasihi satu dengan lainnya.
Sehingga kita dapat menjadi saksi Kasih Kristus
di tengah gelapnya dunia.
Mari kita terus belajar dan
bertumbuh dalam Kristus