Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 05 September 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Yeremia 22

Nubuat melawan raja Yehuda; Nubuat melawan raja Salum; Nubuat melawan raja Yoyakim; Nubuat melawan raja Konya


Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih, tetapi kita harus memahami di dalam kasih-Nya yang kudus itu, Dia juga adalah Tuhan yang penuh dengan kecemburuan.


Dia akan cemburu jika kita berbagi kasih dengan hal-hal yang lain, atau kita tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hidup kita.


Ketika kita membaca kitab Perjanjian Lama, khususnya kehidupan bangsa Israel sebagai umat Tuhan, kita mendapati bahwa Tuhan tidak selalu membela mereka, bahkan bisa saja Tuhan yang membawa mereka ke dalam penderitaan atau pembuangan.


Yang mengherankan adalah Tuhan justru memakai bangsa-bangsa lain yang tidak percaya Tuhan untuk membuat bangsa Israel menderita.


Bilamanakah Tuhan bertindak demikian? Yaitu ketika umat Tuhan hidup dalam dosa.


Sebagai orang percaya, kita adalah umat Tuhan yang telah ditebus dengan lunas oleh darah Yesus Kristus.


Tidak berarti bahwa kita boleh berbuat dosa dan hidup dalam dosa, di mana Tuhan akan membiarkan saja kita berbuat demikian.


Memang orang percaya memiliki kepastian keselamatan. Namun, dalam perjalanan hidup sebagai orang percaya, Roh Kudus bekerja memroses kita dengan menyucikan kita dan proses itu adakalanya Tuhan laksanakan dengan lembut.


Namun, tidak dapat disangkali bahwa adakalanya Tuhan memroses kita dengan sangat keras.


Semua itu agar kita sebagai orang percaya menyadari, bahwa rencana Tuhan bagi kita adalah rencana yang mulia, dan Dia tidak berkenan kita hidup dalam lumpur dosa.


Yeremia 22


1 Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini!


2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini!


3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!


4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya.


5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.


6 Sebab beginilah firman TUHAN mengenai keluarga raja Yehuda: Engkau seperti Gilead bagi-Ku, seperti puncak gunung Libanon! Namun pastilah Aku akan membuat engkau menjadi padang gurun, menjadi kota yang tidak didiami orang.


7 Aku akan menetapkan pemusnah-pemusnah terhadap engkau, masing-masing dengan senjatanya; mereka akan menebang pohon aras pilihanmu dan mencampakkannya ke dalam api.


8 Dan apabila banyak bangsa melewati kota ini, maka mereka akan berkata seorang kepada yang lain: Mengapakah TUHAN melakukan seperti itu kepada kota yang besar ini?


9 Orang akan menjawab: Oleh karena mereka telah melupakan perjanjian TUHAN, Allah mereka, dan telah sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya."


10 Janganlah kamu menangisi orang mati dan janganlah turut berdukacita karena dia. Lebih baiklah kamu menangisi dia yang sudah pergi, sebab ia tidak akan kembali lagi, ia tidak lagi akan melihat tanah kelahirannya.


11 Sebab beginilah firman TUHAN mengenai Salum bin Yosia, raja Yehuda, yang telah menjadi raja menggantikan Yosia, ayahnya, dan yang telah meninggalkan tempat ini: "Ia tidak lagi akan kembali ke sini,


12 tetapi ia akan mati di tempat pembuangannya, dan tidak lagi akan melihat negeri ini."


13 Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;


14 yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah.


15 Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran,


16 serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.


17 Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan!


18 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda: "Orang tidak akan meratapi dia: Aduhai abangku! Aduhai kakakku! Orang tidak akan menangisi dia: Aduhai tuan! Aduhai Seri Paduka!


19 Ia akan dikubur secara penguburan keledai, diseret dan dilemparkan ke luar pintu-pintu gerbang

Yerusalem."


20 Naiklah ke gunung Libanon dan berteriaklah! Perdengarkanlah suaramu di pegunungan Basan!

Berteriaklah dari pegunungan Abarim, sebab semua kekasihmu sudah hancur!


21 Aku telah berbicara kepadamu selagi engkau sentosa, tetapi engkau berkata: "Aku tidak mau mendengarkan!" Itulah tingkah langkahmu dari sejak masa mudamu, sebab engkau tidak mau mendengarkan suara-Ku!


22 Semua orang yang menggembalakan kamu akan dihalau angin ribut, dan para kekasihmu akan diangkut tertawan. Pada waktu itu engkau akan menjadi malu dan bernoda dari sebab segala kejahatanmu.


23 Hai engkau yang diam di gunung Libanon, dan yang bersarang di pohon-pohon aras! Betapa engkau akan mengeluh ketika kesakitan menimpa engkau, kesakitan seperti yang ditanggung perempuan yang melahirkan!


24 "Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahkan sekalipun Konya bin Yoyakim, raja Yehuda, adalah sebagai cincin meterai pada tangan kanan-Ku, namun Aku akan mencabut engkau!


25 Aku akan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawamu, ke dalam tangan orang-orang yang engkau takuti, ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan ke dalam tangan orang-orang Kasdim.


26 Aku akan melemparkan engkau serta ibumu yang melahirkan engkau ke negeri lain, yang bukan tempat kelahiranmu; di sanalah kamu akan mati.


27 Tetapi ke negeri yang mereka rindukan untuk kembali ke situ, mereka tidak akan kembali!"


28 Adakah Konya ini suatu benda yang hina, yang akan dipecahkan orang, atau suatu periuk yang tidak disukai orang? Mengapakah ia dicampakkan dan dilemparkan ke negeri yang tidak dikenalnya?


29 Hai negeri, negeri, negeri! Dengarlah firman TUHAN!


30 Beginilah firman TUHAN: "Catatlah orang ini sebagai orang yang tak punya anak, sebagai laki-laki yang tidak pernah berhasil dalam hidupnya; sebab seorang pun dari keturunannya tidak akan berhasil

duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali di Yehuda."


Tuhan menasihati orang-orang Yehuda, jikalau mereka hidup di dalam kehendak Tuhan, mereka akan tetap sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.


Namun, jika mereka tetap hidup dalam dosa-dosa mereka, maka mereka akan dibuang oleh Tuhan.


Kejahatan para raja mereka tidak pernah tanpa ditindak oleh Tuhan. Ketidaksalehan akan bermuara kepada kejahatan dan ketidakadilan.


Pesan Firman Tuhan hari ini :

1. Tanpa ketaatan kepada firman Tuhan, kita sebagai orang percaya tidak memiliki otoritas dan kuasa rohani.

Yeremia 22:3-5 (BIS)

3 "Berlakulah adil dan jujur. Lepaskanlah orang yang diperas dari kekuasaan orang yang memerasnya. Janganlah menindas atau berbuat jahat terhadap orang asing, anak yatim piatu, atau janda. Janganlah membunuh orang yang tak bersalah di tempat ini.

4 Jika kamu sungguh-sungguh menjalankan perintah-perintah-Ku itu, maka raja-raja yang memerintah seperti Daud akan memasuki gerbang-gerbang istana ini. Mereka bersama para pegawai dan rakyat mereka akan mengendarai kereta dan kuda.

5 Tapi kalau kamu tidak mentaati perintah-perintah-Ku, maka Aku bersumpah bahwa istana ini akan menjadi puing. Aku, TUHAN, telah berbicara.

Ini adalah nasihat Tuhan kepada bangsa Yehuda supaya mereka hidup di dalam kebenaran firman Tuhan, hidup seperti yang Tuhan kehendaki, yaitu taat kepada firman Tuhan.


Dengan demikian, bangsa Yehuda menjadi bangsa yang sentosa dan sejahtera, karena pemimpin-pemimpinnya melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada mereka, yaitu hidup dalam keadilan, kejujuran, kebenaran dan kebaikan.


Ketika mereka melakukan hal itu, Tuhan berjanji, “raja-raja yang memerintah seperti Daud akan memasuki gerbang-gerbang istana ini.” artinya bahwa bangsa Yehuda akan berdaulat dengan rajanya.


Bangsa Yehuda akan menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang memiliki kekuasaan di dalam peta global dunia ini.


Namun, jika mereka tidak taat kepada Tuhan, maka mereka tidak memiliki kedaulatan dan kuasa di dalam kehidupan mereka.


Apa yang terjadi kepada bangsa Yehuda, ini merupakan suatu gambaran bagi kita sebagai orang percaya.


Banyak orang percaya dalam kehidupannya tidak mempunyai pengaruh rohani kepada orang lain.


Dalam kehidupan rohaninya dia tidak memiliki otoritas rohani, tidak terpancar akan kuasa Roh Kudus dalam hidupnya.


Ketaatan kepada firman Tuhan, otoritas dan kuasa rohani, itu berjalan bersamaan. Ketaatan kepada firman Tuhan itu adalah dipenuhi oleh Roh Kudus.


Bagaimana orang yang tidak dipenuhi Roh Kudus bisa mempunyai kuasa Roh Kudus dalam hidup mereka?


Bagaimana ketika seorang Kristen bisa memiliki otoritas Kristus dalam hidupnya jika Kristus tidak bertahta dalam hidupnya? Tidak mungkin.


Oleh karena itu, tanpa kita taat kepada Kristus, atau kepada firman Tuhan, kita menjadi orang percaya yang mandul secara rohani.


Marilah kita hidup dipenuhi oleh Roh Kudus. Hidup dengan taat kepada firman Tuhan. Hidup dengan Kristus bertahta dalam hidup kita, supaya kita hidup seperti yang Tuhan kehendaki. Itulah yang menyenangkan Tuhan.


Kita di dunia ini bukan sekedar dekorasi atau pajangan dunia ini atau sekedar menyelesaikan hidup kita, tetapi kita adalah garam dan terang dunia yang memegang mandat Injil bagi dunia ini.


2. Tuhan mengasihi dan memelihara kita, namun kita jangan lupa, Dia juga Tuhan yang mendisiplin kita.

Yeremia 22:24-26 (BIS)

24 TUHAN berkata kepada Raja Yoyakhin, putra Yoyakim raja Yehuda, "Demi Aku, Allah yang hidup, Aku tegaskan bahwa sekalipun engkau bagi-Ku seperti cincin meterai pada tangan kanan-Ku, namun engkau akan Kucabut

25 dan Kuserahkan kepada orang-orang yang kautakuti dan yang ingin membunuhmu. Engkau akan Kuserahkan kepada Nebukadnezar raja Babel, bersama anak buahnya.

26 Engkau dan ibumu akan Kuusir dan Kubuang ke negeri yang bukan tanah tumpah darahmu, dan di sana kamu akan mati.

Ini difirmankan Tuhan kepada raja Yoyakhin, dan yang dikatakan Tuhan itu terjadi.


Ketika raja Nebukadnezar menyerbu bangsa Yehuda, raja Yoyakhin mencoba menyuap raja Nebukadnezar, dan itu tidak berhasil. Maka raja Yoyakhin ditawan ke tanah Babel.


"Demi Aku, Allah yang hidup, Aku tegaskan bahwa sekalipun engkau bagi-Ku seperti cincin meterai pada tangan kanan-Ku,”apakah artinya? Cincin meterai selalu melekat pada tuannya. Cincin meterai itu milik dari tuannya.


Cincin itu adalah yang dikasihi dan dilindungi, karena cincin meterai itu menunjukkan otoritas dan kekuasaan.


Tidak ada seorang yang dapat merebut cincin meterai dari seorang raja, karena jika dia merebut cincin tersebut, dia sedang melawan raja. Cincin itu adalah tanda otoritas, kekuasaan dan kehormatan seorang raja.


Yoyakhin seperti itu di hadapan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghancurkan Yoyakhin, karena dia adalah cincin meterai pada tangan Tuhan. Namun, Tuhan katakan, “namun engkau akan Kucabut”.

Bukankah hal ini kontradiksi? Mengapa demikian? Karena dia hidup di dalam dosa, hidup menjauh dari Tuhan.


Meskipun dia adalah cincin meterai, tetapi dia melepaskan diri dari tangan tuannya, sehingga cincin meterai itu tidak melambangkan kehormatan tuannya, dan tidak menyatakan kuasa sang tuannya. Dia menjual diri kepada yang lain.


Kita orang percaya adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan, yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus.


Sebagai orang-orang yang berharga di mata Tuhan, kita memiliki kelekatan dengan Tuhan dan menyatakan kuasa dan otoritas Tuhan, karena Roh Kudus diberikan kepada kita.


Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya melalui orang-orang percaya. Namun, kita harus ingat, Tuhan yang mengasihi, memelihara kita dan menaruh meterai kemuliaan-Nya melalui Roh Kudus di dalam kita, Dia juga Tuhan yang mendisiplin kita.


Jikalau kita hidup di dalam dosa, Tuhan akan melakukan sesuatu dengan satu tujuan, bukan untuk membinasakan kita atau membuang kita ke neraka.


Tetapi Dia ingin menguduskan kita sehingga kita boleh memancarkan kemuliaan Tuhan dan tidak mempermalukan Tuhan.


Itulah cara Tuhan di dalam memroses hidup orang percaya, yang kita kenal sebagai pengudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.


Oleh karena itu, ketika kita mengalami disiplin dari Tuhan, mari kita sebagai orang percaya bertobat, dan kembali ke jalan-Nya agar Tuhan memakai hidup kita.

Doakan dan renungkan


* Cincin adalah tanda otoritas, kekuasaan dan kehormatan seorang raja.


* Seperti itulah Yoyakhin pada tangan kananTuhan. Tidak ada seorang pun dapat menghancurkan Yoyakhin. Namun, Tuhan berkata, “namun engkau akan Kucabut.”Sebab Yoyakhim hidup dalam dosa, menjauh dari Tuhan.


Cincin yang dibuang Tuannya