Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Yeremia 21
Pembuangan raja Zedekia diberitahukan; Nubuat melawan raja Yehuda
Hidup manusia tidak pernah dapat dilaksanakan sebagaimana adanya tanpa berkat dari Tuhan.
Sebagai orang percaya, Tuhan juga menyediakan berkat yang khusus, yang pada umumnya tidak dapat diterima orang.
Setiap orang percaya pasti menyukai berkat Tuhan. Kita tidak dapat hidup tanpa berkat Tuhan.
Orang yang menyukai berkat Tuhan, bisa saja tidak selalu hidup di jalan Tuhan. Apakah hal tersebut masuk akal?
Bagaimana Tuhan memberkati orang yang tidak mau dipimpin oleh-Nya? Mungkinkah seseorang hidup di dalam dosa namun berharap Tuhan memberkati hidupnya?
Saat kita memohon kepada Tuhan melalui doa, kita harus menyadari bahwa kita patut hidup di jalan yang Tuhan tunjukkan. Berkat Tuhan disalurkan melalui cara Tuhan dan di dalam perkenanan-Nya.
Yeremia 21
1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, ketika raja Zedekia mengutus Pasyhur bin Malkia dan imam Zefanya bin Maaseya kepadanya dengan pesan:
2 "Tanyakanlah kiranya petunjuk TUHAN untuk kami, sebab Nebukadnezar, raja Babel, memerangi kami! Barangkali TUHAN mau melakukan kepada kami tepat seperti perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga Nebukadnezar mundur meninggalkan kami."
3 Kata Yeremia kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada Zedekia:
4 Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan membalikkan senjata perang yang kamu pegang, yang kamu pakai berperang melawan raja Babel dan melawan orang-orang Kasdim yang mengepung kamu dari luar tembok; Aku akan mengumpulkannya ke dalam kota ini.
5 Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar.
6 Aku akan memukul penduduk kota ini, baik manusia maupun binatang; mereka akan mati oleh penyakit sampar yang hebat.
7 Sesudah itu, demikianlah firman TUHAN, maka Zedekia, raja Yehuda, dan pegawai-pegawainya dan rakyat di kota ini, yang masih tinggal hidup dari penyakit sampar, dari pedang dan dari kelaparan, akan Kuserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yaitu ke dalam tangan musuh mereka yang berusaha mencabut nyawa mereka; orang akan memukul mati mereka dengan mata pedang tanpa merasa sayang, tanpa belas kasihan dan tanpa ampun.
8 Tetapi kepada bangsa ini haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian.
9 Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini dan menyerahkan diri kepada orang-orang Kasdim yang mengepung kamu, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya.
10 Sebab Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungannya, demikianlah firman TUHAN. Kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel yang akan membakarnya habis dengan api."
11 Kepada keluarga raja Yehuda. Dengarlah firman TUHAN:
12 "Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud:
Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi
dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya,
supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api
dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya,
oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!
13 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawanmu, hai kota yang di atas lembah,
gunung batu di dataran, demikianlah firman TUHAN,
hai kamu yang berkata: Siapakah yang berani turun kepada kami
dan siapakah yang berani masuk ke tempat perteduhan kami?
14 Aku akan melakukan pembalasan kepadamu
sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN.
Aku akan menyalakan api di hutannya
yang akan memakan habis segala sesuatu yang di sekitarnya."
Raja Yehuda, yang bernama Zedekia, mulai menerima ancaman dari raja Babel, yaitu Nebukadnezar.
Zedekia mengutus Pasyhur dan Zefanya kepada Yeremia, dengan harapan mendapatkan berita baik, yaitu Nebukadnezar mundur dari bangsa Yehuda.
Yeremia menyampaikan apa yang akan Tuhan lakukan kepada bangsa Yehuda.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Memohon pimpinan Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan haruslah berjalan bersamaan
Yeremia 21:2
2 "Tanyakanlah kiranya petunjuk TUHAN untuk kami, sebab Nebukadnezar, raja Babel, memerangi kami! Barangkali TUHAN mau melakukan kepada kami tepat seperti perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga Nebukadnezar mundur meninggalkan kami."
Ini adalah pertanyaan Zedekia kepada Nabi Yeremia, melalui Pasyhur dan Zefanya yang menghadap kepada Yeremia, yaitu Zedekia mencari kehendak Tuhan.
Zedekia berharap kehendak Tuhan itu adalah Nebukadnezar tidak mengepung Yehuda tetapi mundur dari Yehuda.
Di dalam kitab Raja-raja, raja Zedekia adalah raja yang jahat di mata Tuhan, tidak setia, menyembah ilah-ilah lain, dan berbuat hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Yeremia menyampaikan apa yang akan Tuhan lakukan, kepada bangsa Yehuda, termasuk kepada Zedekia, yaitu mengenai penghakiman Tuhan yang tiada ampun.
Hal yang dilakukan Zedekia, dapat kita lakukan sebagai orang percaya.
Kita tidak hidup di jalan Tuhan, semau kita sendiri, mencari kepentingan sendiri, tidak memikirkan kehendak Tuhan, dan hanya menikmati kebaikan Tuhan
Kita tidak berpikir bahwa kita adalah umat-Nya yang harus hidup menyenangkan hati-Nya. Namun, saat kita menghadapi kesusahan, ancaman bahaya, kita mulai mencari kehendak Tuhan.
Kita berharap Tuhan melepaskan kita dari semua penderitaan tersebut. Hal ini sama dengan sikap Zedekia, di mata Tuhan ia adalah raja yang jahat.
Sebagai orang percaya yang memohon pimpinan Tuhan, seharusnya kita hidup melakukan kehendak Tuhan. Bukan hidup semau sendiri dan saat ada kepentingan, baru mencari Tuhan.
Marilah kita memiliki relasi kasih kepada Tuhan dan bukan relasi kepentingan.
Relasi kepentingan berarti saat kita ada kepentingan, kita mencari Tuhan. Sebaliknya, saat tidak ada kepentingan, kita meninggalkan Tuhan.
Relasi kasih adalah kepentingan kita hanya mengasihi Tuhan, karena Tuhan mengasihi kita. Itulah yang Tuhan Yesus lakukan di atas kayu salib, agar kita orang percaya memiliki damai sejahtera.
Kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan, melalui darah Tuhan kita, Yesus Kristus. Ketika kita berdosa dan belum mengenal Tuhan, kita adalah musuh Tuhan.
Namun, penebusan Kristus adalah karya pendamaian, yang memperdamaikan kita dengan Tuhan.
Marilah kita menjadi orang percaya, yang hidup di dalam kehendak Tuhan, dan selalu rindu dipimpin oleh Tuhan.
2. Sebagai orang percaya, kita sudah mengalami kebaikan Tuhan. Oleh karena itu mari kita nyatakan kebaikan Tuhan dan kebaikan kita kepada orang-orang di sekitar kita
Yeremia 21:12
12 "Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud:
Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi
dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya,
supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api
dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya,
oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!
Firman Tuhan ini disampaikan Tuhan kepada pemimpin bangsa Yehuda yang memiliki hak dan wewenang di dalam pengadilan dan kebijakan pemerintah.
Pemimpin bangsa Yehuda adalah representatif Tuhan di dalam menggembalakan umat Tuhan.
Mereka tidak menyatakan kebaikan Tuhan, namun menjadi batu sandungan. Mereka bertindak di dalam ketidakadilan dan kejahatan.
Kita tahu bahwa bangsa Yehuda adalah umat Tuhan dan memiliki pemerintahan Teokrasi, yaitu Allah yang memimpin mereka. Seharusnya, kepemimpinan mereka menyatakan keindahan Tuhan.
Raja Zedekia tidak menyatakan hal itu. Sebagai orang percaya, kita adalah representatif Kristus di tengah-tengah dunia ini.
Tuhan memberikan kita otoritas Kristus dan kuasa Roh Kudus, supaya kita boleh melayani, menyatakan kebaikan dan kuasa Tuhan di tengah-tengah dunia ini.
Ini adalah mandat Tuhan kepada kita. Ketika kita hidup dengan tidak menyatakan kebaikan Tuhan, kita telah mempermalukan nama Tuhan dan menjadi batu sandungan bagi banyak orang.
Saat kita sadar siapa diri kita dan apa yang telah Tuhan lakukan dan percayakan dalam hidup kita, itu menjadi kekuatan yang mendorong kita untuk hidup menyatakan kasih dan kebaikan Tuhan kepada orang lain.
Melalui kebaikan kita kepada orang lain, kita sedang menyatakan kasih Tuhan, agar lebih banyak orang mengenal Kristus dan menerima keselamatan dari Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Raja Zedekia tidak pernah memperhatikan teguran Tuhan lewat Yeremia, tapi saat Tuhan melakukan penghukuman-Nya, ia mencari Yeremia dan berharap Tuhan menolongnya.
* Memohon pimpinan Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan haruslah berjalan bersamaan.
Kesadaran yang terlambat