Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Yeremia 18:1-17
Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk
Kita bersyukur bahwa kita boleh mengenal Tuhan, sehingga membuat kita hidup dalam damai sejahtera. Hal itu karena Tuhan memelihara hidup kita.
Kita sebagai orang percaya tahu bahwa diri dan kehidupan kita berada di dalam tangan Tuhan, maka ada dua hal yang perlu kita insyafi, yaitu: Tuhan yang memelihara diri dan kehidupan kita, serta membentuk kita sesuai dengan kehendak dan rancangan-Nya.
Pada umumnya kita, orang percaya, memahami kehidupan dan diri kita dalam tangan Tuhan, karena Tuhan memelihara hidup kita.
Namun, rancangan dan kehendak Tuhan bagi diri kita akan membentuk kita sesuai dengan maksud dan rencana-Nya.
Hal itu sangat penting, karena hidup kita menjadi hidup yang berarti, di mana Tuhan memang menciptakan kita dan melahirbarukan kita, agar kita hidup dalam rencana-Nya yang mulia.
Yeremia 18:1-17
1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
2 "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu."
3 Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.
4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
7 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.
8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
9 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.
10 Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.
11 Sebab itu, katakanlah kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu. Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu!
12 Tetapi mereka berkata: Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat."
13 Sebab itu beginilah firman TUHAN: "Cobalah tanyakan di kalangan bangsa-bangsa:
siapakah yang telah mendengar hal seperti ini? Anak dara Israel telah melakukan hal-hal yang sangat ngeri!
14 Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir?
15 Tetapi umat-Ku telah melupakan Aku, mereka telah membakar korban kepada dewa kesia-siaan; mereka telah tersandung jatuh di jalan-jalan mereka, yakni jalan-jalan dari dahulu kala, dan telah mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan.
16 Maka mereka membuat negerinya menjadi kengerian menjadi sasaran suitan untuk selamanya. Setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri, dan akan menggeleng-gelengkan kepalanya.
17 Seperti angin timur Aku akan menyerakkan mereka di depan musuhnya. Belakang-Ku akan Kuperlihatkan kepada mereka dan bukan muka-Ku pada hari bencana mereka."
Yeremia diperintahkan oleh Tuhan untuk pergi ke rumah tukang periuk.
Pada sampai di sana, Yeremia menemui bagaimana tukang periuk itu bekerja dan memperlakukan bejana yang rusak, sehingga ia membuat lagi sesuatu dengan pemandangan yang baik menurut tukang periuk itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Tuhan hendak membangun diri kita sesuai dengan rancangan-Nya.
Yeremia 18:4-6
4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
Tuhan mengingatkan bangsa Israel melalui Nabi Yeremia, bahwa bangsa Israel adalah umat Tuhan yang telah di tebus oleh pekerjaan Tuhan dan menjadi milik Tuhan, maka Tuhan punya rencana bagi umat-Nya.
Pada saat Tuhan berbicara melalui Nabi Yeremia, umat Tuhan sudah mengalami kerusakan yang sangat fatal.
Oleh karena itu, Tuhan menyuruh Nabi Yeremia pergi ke rumah tukang periuk.
Di sana ada tukang periuk sedang bekerja dan ketika bejana yang di buat sudah rusak, maka tukang itu akan membentuk bejana yang baru sesuai dari pandangan tukang periuk yang dianggapnya baik.
Tuhan juga berkata, “Apakah aku tidak dapat berbuat demikian kepada umatku?”
Orang percaya adalah orang-orang yang di tebus oleh darah Yesus Kristus di atas kayu salib, sehingga kita menjadi milik Tuhan.
Akan tetapi, Tuhan bukan saja menebus kita untuk menerima keselamatan, melainkan Tuhan mempunyai rencana yang agung bagi setiap kita atau Tuhan mau memakai kita bagi kemuliaan-Nya untuk menyalurkan berkat kasih Tuhan kepada orang lain.
Maka kita harus mengingat, bahwa Tuhan punya rencana atas hidup kita dan Tuhan ingin membentuk kita agar efektif di tangan-Nya.
Ketika Tuhan membentuk kita, mungkin kita mengalami hal-hal di luar ekspektasi atau kesukaan kita, tetapi saat kita sadar, Tuhan tidak pernah bermaksud jahat dan buruk kepada kita.
Marilah kita taat dan mengikuti pembentukkan Tuhan, agar kita bisa memancarkan kemuliaan Tuhan!
2. Ingatlah bahwa Tuhan itu adalah kehidupan kita dan Ia adalah sumber berkat satu-satunya bagi kehidupan kita.
Yeremia 18:14-15
14 Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir?
15 Tetapi umat-Ku telah melupakan Aku, mereka telah membakar korban kepada dewa kesia-siaan; mereka telah tersandung jatuh di jalan-jalan mereka, yakni jalan-jalan dari dahulu kala, dan telah mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan.
Bangsa Israel mengalihkan pengabdian mereka dari Yehova, yaitu Tuhan kepada ilah-ilah lain, sehingga Tuhan ingin mengingatkan mereka, bahwa kehidupan dan sumber berkat mereka berasal dari Tuhan.
Kita masih mengingat, bagaimana bangsa Israel keluar dari Mesir, di dalam perjalanan menuju tanah perjanjian selama 40 tahun.
Di situ menyadarkan bahwa jikalau Tuhan tidak menyertai, memimpin, menyediakan yang dibutuhkan mereka, maka tidak ada satu pun yang bisa tiba di tanah perjanjian, karena semuanya akan binasa dan tidak ada kehidupan.
Sekarang setelah bangsa Israel tiba dan hidup di tanah perjanjian, mereka mencari ilah-ilah lain, sehingga Tuhan berkata, “Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir?”
Tuhan ingin mengingatkan, bahwa sumber kehidupan yang tidak pernah habis itu hanya berasal dari Tuhan.
Sehingga, Tuhan ingin mengingatkan bangsa Israel, bahwa sia-sia mencari yang lain, karena yang lain tidak bisa memberikan kehidupan dan bukan sumber berkat dalam kehidupan umat Tuhan.
Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya menganggap Tuhan hanya sebuah tempelan dalam hidup kita dan salah satu yang penting dalam hidup kita, namun jikalau kita renungkan baik-baik, kehidupan kita itu berasal dari Tuhan.
Jikalau Tuhan tidak memberi kehidupan kepada kita, maka yang terjadi adalah kebinasaan.
Tuhan adalah satu-satunya sumber berkat dalam hidup kita, baik apapun yang kita kerjakan, seberapapun kerasnya kita mengerjakan, seberapapun pintar dan hebatnya kompetensi kita, jikalau Tuhan tidak mengizinkan dan memberkati, maka tidak ada pintu sumber berkat yang terbuka bagi kita.
Oleh karena itu, ketika kita mengalihkan pengabdian kita kepada yang lain, bukankah itu adalah kebodohan dalam hidup kita?
Kita harus mengingat apa yang Tuhan katakan, “Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir?”
Marilah kita mengingat bahwa Tuhan-lah yang menjadi kehidupan kita dan sumber berkat yang baik dalam hidup kita.
Ketika kita setia kepada Tuhan, sesungguhnya bukanlah sebuah jasa, melainkan itu merupakan kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita.
Mari kita hidup mengabdi kepada Tuhan, karena Dia patut menerima akan seluruh keberadaan kita yang merupakan pemberian Dia.
Doakan dan renungkan
* Apabila bejana dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
* Firman Tuhan, “Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku...”
Bentuklah aku Tuhan