Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 30 Agustus 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Yeremia 12:1-17

Hari Sabat Harus Dikuduskan


Dengan menaruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan, kita sedang mengalami kesentosaan di dalam jiwa kita. Sudahkah kita menaruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan?


Istirahat merupakan hal yang sangat berharga di dalam kehidupan. Menurut perkiraan kita maka semua orang pasti mengutamakan istirahat itu.


Namun kenyataannya tidak demikian. Manusia adalah manusia yang gelisah di dalam kehidupannya.


Jadi meskipun manusia tahu bahwa ia butuh istirahat dan waktunya untuk istirahat, namun manusia seringkali mengabaikannya.


Tuhan memberikan perintah kepada umat Tuhan untuk menguduskan hari Sabat, yaitu hari perhentian.


Apakah mudah bagi umat Tuhan menjalankannya? Hari Sabat adalah hari tidak perlu bekerja. Ternyata tidak mudah. Ada saja yang masih harus dikerjakan dalam hari Sabat.


Bukankah itu kenyataan bahwa manusia lebih menaruh kekuatan dan pengharapannya pada dirinya sendiri dengan segala jerih lelah dan usahanya? Bagaimana dengan kita?


Yeremia 17:19-27


19 Beginilah firman Tuhan kepadaku: ”Pergilah engkau dan berdirilah di pintu gerbang Anak Rakyat, yang dilalui keluar masuk oleh raja-raja Yehuda, dan di segala pintu gerbang Yerusalem;


20 katakanlah kepada mereka: Dengarlah firman Tuhan, hai raja-raja Yehuda, hai segenap Yehuda dan segenap penduduk Yerusalem yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini!


21 Beginilah firman Tuhan: Berawas-awaslah demi nyawamu! Janganlah mengangkut barang-barang pada hari Sabat dan membawanya melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem!


22 Janganlah membawa barang-barang dari rumahmu ke luar pada hari Sabat dan janganlah lakukan sesuatu pekerjaan, tetapi kuduskanlah hari Sabat seperti yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu.


23 Namun mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikannya, melainkan mereka berkeras kepala, sehingga tidak mau mendengarkan dan tidak mau menerima tegoran.


24 Apabila kamu sungguh-sungguh mendengarkan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan tidak membawa masuk barang-barang melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat dan tidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu,


25 maka melalui pintu-pintu gerbang kota ini akan berarak masuk raja-raja dan pemuka pemuka, yang akan duduk di atas takhta Daud, dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka dan pemuka-pemuka mereka, orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Dan kota ini akan didiami orang untuk selama-lamanya.


26 Orang akan datang dari kota-kota Yehuda dan dari tempat-tempat sekitar Yerusalem, dari tanah Benyamin dan dari Daerah Bukit, dari pegunungan dan dari tanah Negeb, dengan membawa korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian dan kemenyan, membawa korban syukur ke dalam rumah Tuhan.


27 Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintah Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan.’ ”


Pada bagian firman Tuhan ini, Tuhan berbicara secara khusus terkait dengan hari Sabat yang dilanggar oleh umat Tuhan.


Di pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat aktivitas perdagangan masih terus berjalan.


Seakan-akan sayang jika tidak dilaksanakan, karena di dalamnya ada keuntungan atau merupakan hari tanggung karena kemarin belum selesai. Maka hari sabat pun dipakai untuk menuntaskannya.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Menguduskan hari Sabat merupakan ekspresi iman kepada Tuhan bahwa kehidupan ini bukan bergantung kepada yang lain atau kepada usaha kita, tetapi kepada Tuhan yang menyediakan berkat kehidupan dan kenyataan Sabat itu ada di dalam Yesus Kristus.


Yeremia 17:24


24 Apabila kamu sungguh-sungguh mendengarkan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan tidak membawa masuk barang-barang melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat dan tidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu,


Tuhan memerintahkan Sabat kepada umat-Nya, yaitu bangsa Israel.


Pada hari Sabat, umat Tuhan tidak boleh melakukan pekerjaan dan mereka harus menguduskannya, yaitu dengan beribadah kepada Tuhan, menghampiri Tuhan, bersama dengan keluarga mereka.


Namun orang-orang Yehuda sudah melupakan itu semua. Mereka tetap melakukan aktivitas mereka.


Tentu melakukan aktivitas yang menguntungkan, yaitu perdagangan di pintu-pintu gerbang Yerusalem.


Bagi mereka apa yang mereka lakukan adalah sebuah hal yang rasional, karena itu adalah keuntungan yang mereka bisa dapat.


Jika mereka berhenti pada hari itu dan tidak mengerjakannya, mungkin mereka tidak dapat keuntungan.


Tetapi di balik semua apa yang mereka kerjakan, apakah yang menjadi filosofi mereka? Filosofi mereka adalah keuntungan itu adalah usaha mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan yang memberikan berkat itu kepada mereka.


Menguduskan hari Sabat itu merupakan ekspresi iman kepada Tuhan bahwa kehidupan kita ini bukan bergantung kepada yang lain atau usaha kita.


Tetapi kepada Tuhan yang menyediakan berkat kehidupan bagi kita. Itulah yang sebenarnya Tuhan nyatakan kepada kita melalui Perjanjian Lama. Kenyataan yang ril itu adalah ketika Tuhan memberikan Kristus kepada kita.


Hidup yang berkelimpahan bukan bergantung kepada usaha, perbuatan baik, atau ritual-ritual kita, tetapi bergantung kepada Tuhan yang memberikannya kepada kita.


Hal itu yang Tuhan berikan di dalam Kristus ketika Kristus berkata, “Aku memberikan hidup dan hidup itu dalam kelimpahan-Nya.”


Yesus juga berkata, “Marilah kepadaku hai kamu yang letih, lesu, dan berbeban berat, maka aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Katakelegaanitu artinya Sabat ataurest.


Hari ini manusia berpikir manusia dapat menyelamatkan dirinya dengan usaha, kebaikan, ritual, atau kerja kerasnya.


Tuhan sudah memberitahukan sejak dari Perjanjian Lama dengan memberikan Sabat kepada umat Tuhan.


Hal itu memberitahukan bahwa berkat dan kehidupan bukan berasal daripada kekuatan kita, tetapi pemberian Tuhan.


Oleh karena itu pada waktu Tuhan menggenapi datangnya Mesias, Yesus Kristus, maka Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa hidup yang berkelimpahan itu bukan karena usaha kita, tetapi ketika kita percaya kepada Kristus.


Dia adalah Sabat kita, yaitu kelegaan kita. Artinya kita tidak lagi berada di bawah kuasa dosa atau maut dan kita mengalami kelepasan sehingga kita boleh mengalami damai sejahtera.


Di situlah mengapa kita harus percaya kepada Kristus, karena di luar itu kita tidak dapat berbuat apa-apa.


2. Ketaatan kepada Tuhan itu adalah kunci bagi kehidupan kita untuk dipakai oleh Tuhan, yakni membawa orang-orang lain boleh datang kepada Tuhan.


Yeremia 17:24-27


24 Apabila kamu sungguh-sungguh mendengarkan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan tidak membawa masuk barang-barang melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat dan tidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu,


25 maka melalui pintu-pintu gerbang kota ini akan berarak masuk raja-raja dan pemuka pemuka, yang akan duduk di atas takhta Daud, dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka dan pemuka-pemuka mereka, orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Dan kota ini akan didiami orang untuk selama-lamanya.


26 Orang akan datang dari kota-kota Yehuda dan dari tempat-tempat sekitar Yerusalem, dari tanah Benyamin dan dari Daerah Bukit, dari pegunungan dan dari tanah Negeb, dengan membawa korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian dan kemenyan, membawa korban syukur ke dalam rumah Tuhan.


27 Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintah Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan.’ ”


Tuhan memberitahukan kepada umat-Nya bahwa Ia memang sesungguhnya ingin memakai umat Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.


Tuhan memberkati umat Tuhan dan Tuhan menyediakan berkat bagi umat-Nya. Melalui itu berkat itu mengalir kepada orang lain.


Tuhan mengatakan jika mereka hidup taat kepada Tuhan, salah satu ekspresinya adalah menguduskan hari Sabat.


Maka mereka diberkati oleh Tuhan. Mereka bukan saja diberkati oleh Tuhan bahkan melalui mereka banyak orang juga diberkatiNya.


Sebagai orang percaya, Tuhan memanggil kita untuk taat kepada Dia. Ketaatan kita kepada Tuhan itu memberkati hidup kita.


Melalui ketaatan kita kepada Tuhan, justru Tuhan juga ingin membawa berkat Tuhan kepada orang lain dan membawa orang-orang lain datang, bersyukur, dan mengenal Tuhan dalam hidup mereka.


Orang percaya yang tidak hidup taat kepada Tuhan bukan saja dirinya tidak mengalami berkat Tuhan, tetapi dirinya telah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Orang lain tidak melihat kemuliaan dan kebaikan Tuhan dalam diri orang percaya.


Ketaatan itu memberikan dampak yang sangat besar akan kehidupan orang percaya yang memberikan makna bukan saja bagi dirinya sebagai orang percaya, tetapi bagi orang-orang lain di sekitarnya.


Dengan begitu kemuliaan Tuhan akan tampak di dalam kehidupan orang-orang percaya seperti itu.


Mari kita belajar untuk taat kepada Tuhan karena Tuhan ingin memakai hidup kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.


Doakan dan renungkan.


* Sebagai orang percaya, Tuhan memanggil orang percaya untuk taat kepada-Nya.


* Melalui ketaatan kita, Tuhan juga ingin memberikan berkat-Nya kepada orang lain dan membawa orang-orang lain tersebut datang, bersyukur, dan mengenal Tuhan dalam hidup mereka.


Ketaatan yang membawa berkat