Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 25 Juli 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Hakim-hakim8:22-35

Perbuatan Gideon selanjutnya dan akhir hidupnya


Kehidupan yang kita lalui ada banyak jerat-jerat yang akan merintangi jalan kita. Jerat-jerat itu bisa ada di dalam segala musim kehidupan kita.


Oleh karena itu, sebagai orang percaya kita harus ingat perkataan, peringatan, dan nasihat Tuhan Yesus supaya kita selalu berjaga-jaga dan berdoa.


Keberhasilan dan kegagalan dapat mempengaruhi seseorang atau mempengaruhi kehidupan seseorang.


Keberhasilan dan kegagalan masing-masing mempunyai jeratnya sendiri bari setiap orang.


Ada orang yang tidak terjerat dengan kegagalannya tetapi dapat saja ia terjerat di dalam keberhasilannya.


Bagaimanakah jerat keberhasilan dan jerat kegagalan itu dengan mudah menjerat kita?


Ketika kita sebagai orang percaya tidak memiliki keyakinan dan percaya kepada rencana tuhan melainkan lebih bergantung kepada keinginan diri kita sendiri.


Kita menjadi orang yang dengan mudah mengalami jerat itu. Orang yang berhasil menjadi lupa diri dengan melupakan Tuhan.


Orang yang gagal menjadi lupa kepada Tuhan tetapi mengasihani diri sendiri. Maka, dalam kedua kasus ini, keberhasilan dan kegagalan dapat saja menjerat kita sebagai orang percaya.


Hakim-hakim 8:22-35

22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: ”Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang MIdian.”


23 Jawab Gideon kepada mereka: ”Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi Tuhan yang memerintah kamu.”


24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: ”Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” – Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.


25 Jawab mereka: ”Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.


26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja MIdian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.


27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.


28 Demikianlah orang MIdian tunduk kepada orang Israel dan tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.


29 Lalu Yerubaal bin Yoas pergilah dan diam di rumahnya sendiri.


30 Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, semuanya anak kandungnya, sebab ia beristeri banyak;


31 juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada anak itu.


32 Gideon bin Yoas mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra kota orang Abiezer.


33 Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka;


34 orang Israel tidak ingat kepada Tuhan, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya,


35 juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel.


Keberhasilan Gideon mengalahkan orang-orang MIdian mendapatkan penghargaan dari orang Israel dengan memohon kepada Gideon dan keturunannya memerintah mereka.


Namun Gideon menolaknya karena, bagi Gideon Tuhanlah yang memerintah orang Israel.


Namun, ada satu permintaan dari Gideon agar emas jarahan itu dikumpulkan lalu Gideon membuat efod baginya dan ditaruh di ofra di kota orang abiezer.


Sungguh sayang sekali dari sokap yang baik di awal namun Gideon tidak waspada terhadap jerat di dalam mengajukan permintaan kepada orang Israel.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Tujuan hidup orang percaya adalah bagi kemuliaan Tuhan


Hakim-hakim 8:22-23

22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: ”Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang MIdian.”


23 Jawab Gideon kepada mereka: ”Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi Tuhan yang memerintah kamu.”


Respon Gideon sangat luar biasa. Gideon tahu diri dan dia tahu sesungguhnya siapa yang memenangkan peperangan melawan orang-orang MIdian.


Gideon tahu siapakah yang memerintah atas umatnya, bukan Gideon tetapi Tuhan.


Di situlah Gideon dengan jujur dan tulus menyampaikan bahwa segala sesuatu adalah kepada Tuhan bukan kepada dirinya.


Sebetulnya, inilah yang menjadi prinsip dasar didalam tujuan hidup orang percaya. Tujuan hidup orang percaya adalah dalam keseluruhannya yaitu bagi kemuliaan Tuhan, Soli deo Gloria.


Soli deo Gloria adalah tujuan yang termulia dalam hidup manusia yang fana.


Orang percaya yang sudah diselamatkan Tuhan, dikuduskan oleh darah Yesus Kristus dan pekerjaan Roh Kudus dimampukan untuk hidup Soli deo Gloria yaitu hanya kemuliaan kepada Tuhan.


Di situlah, apapun yang kita kerjakan, harus kita lakukan seperti untuk Tuhan.


Tapi bukan hanya itu saja, apapun yang kita lakukan, kita tahu Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi kita orang-orang yang mengasihi Dia yaitu orang-orang yang terpanggil sesuai rencanaNya.


Di situlah sebagai hal kesatuan bahwa kemuliaan bagi Tuhan adalah sesuatu yang memang kita akui karena kita alami, bahwa kita melakukan seperti untuk Tuhan dan Tuhan bekerja di dalam segala sesuatu dalam kebaikan bagi kita.


Maka kita pada akhirnya berkata segala sesuatu memang dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.


Itu adalah tujuan hidup yang tertinggi yang dapat dilakukan di dalam kehidupan manusia.


Sebagai orang percaya, di dalam Kristus, kita dimampukan Roh Kudus untuk hidup seperti itu.


Mari jangan sia-siakan hidup kita dengan sesuatu tujuan yang berbeda kecuali Soli deo Gloria yaitu kemuliaan hanya kepada Tuhan seperti Gideon melakukannya dengan baik.


2. Hal yang mutlak kebenaran Firman Tuhan janganlah kita kompromikan dengan alasan apapun, sebab hal itu membuat kita mendukakan Roh Kudus.


Hakim-hakim 8:25-27

25 Jawab mereka: ”Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.


26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja MIdian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.


27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.


Gideon berhasil merespon baik penghargaan orang-orang Israel kepada dia dengan soli deo gloria.


Tetapi, Gideon kemudian lalai di dalam memahami apa yang Tuhan inginkan dari Gideon.


Gideon meminta orang Israel mengumpulkan hasil jarahan emas itu lalu Gideon membuat efod.


Efod biasanya dipakai oleh imam dan efod tersebut dibuat lalu ditaruh di kota ofra, kota orang abiezer.


Mengapa efod itu ditaruh di sana? Ada kemungkinan bahwa Gideon tidak mau orang-orangnya pergi ke suku orang efraim di mana terdapat Silo.


Biasanya, orang Israel suka bertanya kepada Tuhan untuk pimpinanNya di Silo.


Gideon mengubah hal tersebut dan memindahkannya ke kota Ofra dengan menaruh efod di sana.


Apa yang dilakukan Gideon ini sangat menyakiti hati Tuhan karena Tuhan tidak pernah memerintahkan Gideon berbuat seperti itu.


Orang Israel menjadi serong, mereka menyembah kepada efod buatan Gideon tersebut.


Permasalahan Gideon adalah persaingan antara suku Manasye dan suku Efraim. Itu yang menjadi alasan mengapa Gideon membuat efod.


Ini mengkompromikan kebenaran apa yang Tuhan inginkan dari orang Israel.


Dalam hidup kita, kita bisa saja mengkompromikan kebenaran firman Tuhan karena kepentingan-kepentingan kita ataupun hal-hal yang lain.


Peristiwa ini tidak boleh kita lakukan karena itu mendukakan hati Roh Kudus.


Kita menjadi jerat bagi kehidupan orang lain karena kita kompromi terhadap kebenaran absolut dari firman Tuhan.


Satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah taat dan belajar menyangka diri, pikul salib lalu ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh.


Supaya kita tidak menyia-nyiakan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita.


Kita menjadi anak-anak Tuhan dan sebagai anak-anak Tuhan, ciri-cirinya adalah kita menuruti apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.


Mari dengan bersandar Roh Kudus, kekuatan Roh Kudus, penghiburan Roh Kudus serta keberanian Roh Kudus.


Kita melakukan apa yang menjadi keinginan Tuhan di dalam kebenaran firmanNya.


Doakan dan renungkan


* Gideon meminta orang Israel mengumpulkan hasil jarahan emas untuk dibuat efod. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu.


*Gideon lalai dalam memahami apa yang Tuhan inginkan, halIni menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.


Berkat jadi Jerat