Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Ehud
Kita mengenal Tuhan yang berdaulat secara absolut, sehingga tidak ada sebuah perkara atau tindakan manusia yang dapat melampaui Tuhan.
Tuhan sendiri di dalam maha hikmatNya tahu apa yang Dia akan lakukan.
Pertanyaan yang sering timbul dari manusia adalah “Jika Tuhan itu baik, mengapa Dia membiarkan kejahatan manusia?”
Yang patut kita pahami adalah seluruh kejahatan manusia adalah perlawanan dan pemberontakan kepada Tuhan.
Apapun perbuatan kejahatan manusia bukan sekedar sebuah tindakan kepada sesamanya saja tetapi sebuah pemberontakan kepada Tuhan.
Namun, satu hal yang Alkitab ajarkan kepada kita bahwa tidak ada seorang, siapapun dia termasuk dia yang memberontak kepada Tuhan, yang pada akhirnya tidak mengakui siapakah Tuhan itu.
Karena Alkitab mengatakan “Demikian segala sesuatu itu dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”
Segala sesuatu yang Allah ciptakan, pada akhirnya harus membawa kemuliaan kepada nama Tuhan.
Segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan pusatnya bukan manusia tetapi Tuhan itu sendiri.
Tuhan mengizinkan kejahatan itu terjadi tetapi kejahatan itu tidak pernah dapat mengalahkan Tuhan. Pada akhirnya, orang-orang yang berbuat jahat harus mengakui siapakah Tuhan.
Sebagaimana Tuhan mengizinkan kejahatan dari pemimpin agama orang Yahudi dan pemimpin Roma mengeksekusi Yesus Kristus mati di kayu salib dan Tuhan melalui semuanya itu membawa kemuliaan bagi namaNya sampai hari ini.
Demikian juga dengan apapun yang terjadi di dunia ini termasuk juga dengan kejahatan. Tuhan sedang membawa semuanya itu bagi kemuliaan namaNya.
12 Tetapi orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan; lalu Eglon, raja Moab, diberi Tuhan kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.
13 Raja ini mengajak bani Amon dan bani Amalek menjadi sekutunya. Lalu majulah ia dan memukul orang Israel kalah. Kota Pohon Korma diduduki mereka.
14 Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab.
15 Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab.
16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
18 Setelah Ehud selesai menyampaikan upeti itu, disuruhnya pembawa-pembawa upeti itu pulang,
19 tetapi ia sendiri berhenti pada batu-batu berpahat yang di dekat Gilgal, dan kembali menghadap raja. Berkatalah ia: ”Ada pesan rahasia yang kubawa untuk tuanku, ya raja.” Kata Eglon: ”Diamlah dahulu!” Maka semua orang yang berdiri di depannya itu pergi ke luar.
20 Lalu Ehud masuk mendapatkan dia, sedang ia duduk sendirian di kamar atas di rumah peranginannya. Berkatalah Ehud: ”Ada firman Allah yang kubawa untuk tuanku.” Lalu bangunlah ia berdiri dari tempat duduknya.
21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,
22 sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.
23 Demikianlah Ehud sampai ke serambi; pintu kamar atas itu ditutup dan dikuncinya setelah ia keluar.
24 Baru saja ia keluar, datanglah hamba-hamba raja melihat, tetapi pintu kamar atas itu terkunci. Lalu berkatalah mereka: ”Tentulah ia membuang air di kamar rumah peranginan itu.”
25 Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.
26 Sedang mereka berlambat-lambat, Ehud meloloskan diri; ia lewat dari batu-batu berpahat dan meloloskan diri ke arah Seira.
27 Setelah ia sampai ke sana, ditiupnyalah sangkakala di pegunungan Efraim, lalu turunlah orang Israel bersama-sama dengan dia dari pegunungan itu, dan ia sendiri di depan.
28 Berkatalah ia kepada mereka: ”Ikutlah aku, sebab Tuhan telah menyerahkan musuhmu, orang-orang Moab itu, ke dalam tanganmu.” Maka turunlah mereka mengikuti dia, lalu mereka merebut tempat penyeberangan sungai Yordan ke Moab dan tidak seorang pun dibiarkan mereka menyeberang.
29 Pada waktu itu mereka menewaskan kira-kira sepuluh ribu orang dari Moab, semuanya orang yang tegap dan tangkas, seorang pun tidak ada yang lolos.
30 Demikianlah pada hari itu Moab ditundukkan oleh Israel, maka amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya.
Bangsa Israel diselamatkan oleh Tuhan namun tidak menghargai anugerah Tuhan tersebut dan mereka kembali kepada kejahatan,
Meskipun orang Israel adalah umat Tuhan, tetapi Tuhan memberi kuasa kepada bangsa Moab yaitu raja Eglon untuk menindas bangsa Israel karena kejahatan mereka.
Demikian juga, Tuhan dapat memakai orang-orang yang belum percaya untuk menjadi alat Tuhan bagi pembentuk kehidupan orang-orang percaya hari ini.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Tuhan dapat saja mengizinkan kejahatan dan kemudian Ia mendatangkan penderitaan, agar manusia sadar bahwa Tuhan membenci kejahatan dan Ia dapat membalaskannya dengan penderitaan.
12 Tetapi orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan; lalu Eglon, raja Moab, diberi Tuhan kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.
13 Raja ini mengajak bani Amon dan bani Amalek menjadi sekutunya. Lalu majulah ia dan memukul orang Israel kalah. Kota Pohon Korma diduduki mereka.
14 Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab.
15 Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab.
Orang Israel tidak pernah belajar dari anugerah yang Tuhan berikan kepada mereka dan dari kesalahan yang mereka lakukan, mereka menerima anugerah namun mereka hidup dalam kejahatan.
Maka, di situlah Alkitab mencatat Tuhan memberikan kuasa kepada raja Eglon, orang Moab dan bangsa Moab untuk menindas orang Israel.
Kejahatan orang Israel membuat mereka mengalami penderitaan sehingga mereka berseru kepada Tuhan.
Terhadap kejahatan, Allah bisa berbuat seperti kepada bangsa Israel sehingga bangsa Israel mengalami penderitaan.
Tetapi, adakalanya Allah membiarkan orang itu berbuat jahat dan dia tidak mengalami apapun di dalam dunia ini.
Mungkin kita berkata “Kenapa Tuhan berbuat demikian?” Ada hal yang sangat mengerikan yang sebetulnya ketika Tuhan membiarkan orang berbuat semaunya.
Hal tersebut karena sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang binasa dan akan mendapatkan penghakiman serta penghukuman kekal.
Allah adalah Allah maha hikmat ketika Dia membalas kejahatan dengan penderitaan dan kesulitan.
Sesungguhnya, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mengingat Tuhan yang maha kuasa, maha kasih, dan maha adil untuk kita kembali kepadaNya dan bertobat.
Supaya ketika kita menerima Kristus sebagai Juruselamat, maka kita adalah orang-orang yang lepas dari murka Allah dan diselamatkan, menerima hidup yang kekal bahkan menjadi anak-anak Tuhan.
Allah membalaskan kejahatan orang Israel dengan penderitaan karena Tuhan mengasihi orang Israel.
Supaya umat Tuhan yang tersesat ini kembali ke jalan yang Tuhan tunjukkan yaitu hidup bagi Tuhan, tidak hidup memberontak kepada Tuhan.
Karena, hidup bagi Tuhan merupakan nilai yang sesungguhnya dari kehidupan manusia.
Ketika kita hidup atau jatuh dalam dosa atau mungkin berbuat sesuatu yang dikategorikan kejahatan, maka pada saat Tuhan mengingatkan kita dengan penderitaan atau firman Tuhan lewat khotbah atau dari Alkitab, mari kita berbalik kepada Tuhan.
Janganlah kita menjadi orang-orang yang bebal karena kita adalah orang-orang yang berhikmat, tahu bagaimana kita hidup.
2. Tuhan dapat memakai hal-hal yang biasa kita lakukan untuk dipakai oleh-Nya melakukan misi Tuhan yang berharga dan kekal.
15 Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab.
16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
Di bawah perbudakan raja Eglon serta orang Moab, bangsa Israel harus membawa upeti kepada raja Eglon.
Yang biasa membawa upeti itu adalah seorang yang bernama Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal.
Dia memimpin rombongan orang-orang Israel untuk membawa upeti.
Tetapi, pada peristiwa yang kita baca hari ini, Ehud yang biasa membawa upeti, dia melakukan satu misi yang Tuhan embankan kepadanya untuk menjadi seorang penyelamat dari umat Tuhan.
Misinya adalah mengalahkan bangsa Moab dengan membunuh raja Eglon.
sesungguhnya kita sangat ngeri membaca kisah ini. Namun, ini adalah sebuah gambaran bagaimana Allah mengalahkan orang-orang yang melawan Allah.
Di sinilah, di dalam Perjanjian Lama ditunjukkan dengan peperangan antara umat Tuhan dengan bangsa-bangsa yang melawan Allah.
Sesungguhnya kalau kita baca baik-baik, peperangan fisik sebetulnya dimengerti oleh bangsa-bangsa lain sebagai peperangan roh,
Karena mereka mempunyai dewa-dewi yang dianggap berperang melawan Yehova.
Maka pada hari ini, kita orang percaya tidak melakukan peperangan jasmani karena peperangan jasmani dalam Perjanjian Lama merupakan gambaran dari sesuatu yang terjadi, di balik itu adalah peperangan rohani.
Sekarang, kita melakukan peperangan rohani, kita adalah orang menang dalam Kristus yang sudah mengalahkan kuasa si jahat.
Namun, kita harus hidup untuk tetap berjaga-jaga dan bahkan tidak jarang kita harus berperang.
Maka kita adalah orang-orang yang di dalam Kristus sudah mengalami kemenangan itu.
Di situlah Tuhan memakai kita hari ini di dalam hal-hal yang biasa kita kerjakan, pekerjaan kita di mana kita berkomunitas, berkumpul, bergaul.
Apapun segi aspek kehidupan kita, hal-hal biasa yang kita kerjakan, Tuhan mau apapun yang biasa kita lakukan dipakai Tuhan di dalam melaksanakan misi Tuhan.
Misi Tuhan yaitu memberitakan keselamatan, melepaskan orang-orang dari kuasa dosa, kuasa maut dan hidup bagi Tuhan, menerima hidup yang kekal itu.
Itulah yang Ehud lakukan supaya dia membawa misi perdamaian bagi umat Tuhan.
Sehingga setelah bangsa Moab dikalahkan, maka umat Tuhan dapat hidup dengan aman.
Demikianlah ketika kita mengemban misi Tuhan, orang-orang yang percaya kepada Tuhan, akhirnya mereka menerima damai sejahtera dalam hidupnya.
Hal-hal biasa yang kita kerjakan menjadi hal-hal yang luar biasa ketika kita mengerjakan bersama-sama dengan mengemban misi keselamatan yang Tuhan telah embankan kepada kita.
Doakan dan renungkan.
* Tetapi Ehud yang biasa membawa upeti, melakukan satu misi yang Tuhan embankan kepadanya untuk membunuh raja Eglon dan mengalahkan bangsa Moab.
* Tuhan dapat memakai hal-hal yang biasa kita lakukan untuk memenuhi misi Tuhan yang berharga dan kekal.
Misi Tuhan, Cara Tuhan