Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Timotius 2:8-13
Panggilan untuk ikut menderita (part 2)
Sebagai orang percaya, kita perlu mengenal apa yang kita percaya.
Namun lebih dari itu, kita juga harus tahu mengapa kita percaya, supaya iman yang kita terima adalah iman yang teguh dalam menghadapi badai kehidupan.
Ketika kita kehilangan makna akan apa yang kita kerjakan dimana pada saat yang sama kita mengalami penderitaan karena hal tersebut, maka cepat atau lambat dapat membuat kita kehilangan semangat untuk melanjutkan apa yang kita kerjakan.
Demikian juga dengan pengabdian dan pelayanan kita kepada Kristus.
Para rasul di abad pertama berkobar-kobar bahkan rela menderita bagi Kristus karena peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus menjadi bagian dari pengalaman sejarah mereka.
Namun bagaimana dengan kita hari ini? Kita tidak langsung menyaksikan sejarah itu karena hal tersebut berlangsung lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Namun satu hal yang sama ialah Yesus Kristus yang mati, bangkit, hidup selama-lamanya dan menyertai kita hari ini.
Dialah yang kita layani sebagai orang percaya.
2 Timotius 2:8-13
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
11 Benarlah perkataan ini: ”Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
Rasul Paulus memberikan dasar yang kokoh mengapa ia tetap sabar dalam penderitaan yang dialami. Hal tersebut tidak lain adalah Yesus Kristus.
Rasul Paulus bukan sedang membela agama tetapi ia sedang memberitakan keselamatan yang ada di dalam Kristus yaitu Kristus yang hidup itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Ingatlah bahwa Yesus Kristus yang kita layani adalah Yesus Kristus yang menang atas maut dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati dan Ia hidup selama-lamanya dan Ia memberikan keselamatan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.
2 Timotius 2:8-10
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
Apa yang disampaikan Rasul Paulus adalah sebuah nasehat bagi Timotius yang masih muda di dalam pelayan pengabdiannya melayani gereja di kota Efesus yang tidak mudah.
Rasul Paulus mengatakan bahwa Timotius harus ingat Siapa yang dilayani.
Rasul Paulus berkata Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati yang telah diperlihatkan sebagai keturunan Daud
Menarik sekali, Rasul Paulus berbicara Kristus yang mati dan telah bangkit itu adalah peristiwa yang terjadi dalam sejarah.
Ia juga mengatakan yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud yang memberitahukan kita bahwa Kristus yang ada dalam Sejarah, ketika Dia lahir bukan sebuah kebetulan.
Semua telah dinubuatkan di dalam sejarah bahwa keturunan Daud akan lahir dan dia itu adalah Mesias.
Itulah yang membuat Rasul Paulus melayani, memberitakan dengan tidak henti-hentinya meskipun dia menghadapi penderitaan karena apa yang dia sampaikan adalah sesuatu yang sangat vital bagi hidup manusia.
Sesuatu yang sangat berharga dan bernilai kekal bahkan Rasul Paulus sadar bahwa keselamatan di dalam Kristus itu adalah sebuah rencana Allah yang kekal.
Artinya bagi orang-orang yang diselamatkan, hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan melainkan ada rencana Allah bagi orang-orang tersebut.
Sehingga mereka ini menjadi orang-orang pilihan Allah di dalam kekekalan dan di situlah Rasul Paulus melayani Tuhan bukan dengan kekuatan dia sendiri.
Tetapi dia percaya Tuhan mau melibatkan dia di dalam pemberitaan ini dan Yesus Kristus yang telah mati itu telah bangkit dan hidup selama-lamanya.
Dia satu-satunya yang sanggup memberikan keselamatan yaitu bagi orang yang percaya kepadaNya karena tidak ada seorang manusia yang telah bangkit dan hidup selama-lamanya.
Yesus Kristus, yang dari surga datang ke dalam dunia dan mati, lalu pada hari ketiga, Dia bangkit dan naik ke surga.
Yang dari surga kembali ke surga, Dia yang memberikan hidup yang kekal bagi orang yang percaya kepada Dia. Itulah yang membuat Rasul Paulus tidak pernah padam api dalam melayani.
Ingatlah akan Yesus Kristus di dalam pengabdian, di dalam kesulitan, di dalam penderitaan yang dihadapi.
Dengan melakukan hal tersebut, maka kita tahu apa yang kita kerjakan itu tidak pernah sia-sia.
2. Keselamatan yang pasti, yang kita terima adalah atas dasar kesetiaan Allah di dalam menggenapi Firman-Nya.
2 Timotius 2:11-13
11 Benarlah perkataan ini: ”Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
Alkitab memberitahukan kepada kita jika kita sebagai orang percaya bisa diselamatkan, itu karena pemeliharaan dan kesetiaan Tuhan.
Keselamatan kita menjadi pasti bukan karena jaminan dari kesetiaan kita.
Melainkan karena kita adalah orang-orang yang rentan untuk tidak setia sehingga kesetiaan Allah itu yang memelihara kesetiaan kita.
Di situlah iman Kristen bersifat dan berpusat kepada Allah, bukan kepada manusia.
Jika keselamatan itu bergantung kepada manusia maka tidak ada seorangpun manusia, dari zaman ke zaman, yang dapat diselamatkan.
Karena Allah adalah Allah yang sempurna tetapi manusia penuh dengan cacat cela.
Nilai-nilai Allah tidak mungkin dikejar oleh keberadaan manusia. Di situlah Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menanggung dosa-dosa dan kelemahan kita.
Supaya kita yang penuh cacat cela boleh diterima oleh Allah berdasarkan karya Kristus di atas kayu salib.
Sehingga keselamatan yang kita terima itu di atas dasar Allah memegang janjiNya dalam Kristus. Barangsiapa percaya kepada Kristus, dia pasti memperoleh hidup yang kekal.
Hal inilah yang disebut anugerah, bukan karena kebaikan kita. Di situ kita bersyukur dan ketika kita mengingat kesetiaan Tuhan, itulah yang memotivasi kita untuk hidup setia kepada Dia.
Ketika kita mulai lemah, pandanglah kepada Kristus, lihatlah kesetiaan Dia dan ingatlah kasih setia Tuhan kepada kita untuk tetap mengabdi kepadaNya.
Doakan dan renungkan
* Alkitab memberitahukan bahwa orang percaya bisa diselamatkan karena pemeliharaan dan kesetiaan Tuhan.
* Bukan karena kita yang sangat rentan untuk tidak setia. Sehingga kesetiaan Allah lah yang memelihara kesetiaan kita.
KesetiaanNya