Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Rabu, 03 Juli 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


2 Timotius 2:1-7

Panggilan untuk ikut menderita (part 1)


Kehidupan dan pelayanan orang percaya merupakan peperangan rohani. Kita sebagai orang percaya, harus senantiasa kuat di dalam Tuhan.


Apakah kita melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh? Yakni dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal budi? Apakah kita pernah atau sekarang ini sedang tawar hati?


Kesungguhan kita dalam melayani Tuhan dan tawar hati memiliki jarak yang sangat dekat.


Semakin sungguh-sungguh kita melayani Tuhan, semakin kuat juga badai yang akan menghadang bahkan menerjang kita dalam berbagai aspek.


Jika kita melalui hal itu, ingatlah bahwa kita bukan satu-satunya pelayan Tuhan yang mengalami kesulitan, kesusahan bahkan penderitaan.


Hal ini terlebih dahulu sudah dialami Tuhan kita, Yesus Kristus. Kemudian para rasul, murid-murid Tuhan dari masa ke masa.


Para rasul, murid-murid Tuhan dan orang-orang percaya dari masa ke masa, mereka tetap teguh dan terus berkobar di dalam melayani Tuhan.


2 Timotius 2:1-7


1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.


2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.


3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.


4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.


5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.


6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.


7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.


Penderitaan yang sangat berat sudah lebih dahulu dialami oleh rasul Paulus, dan kemungkinan lebih berat daripada yang dialami oleh Timotius.


Nasihat rasul Paulus terhadap Timotius merupakan rahasia mengenai cara rasul Paulus tetap setia, teguh, dan bersemangat di dalam melayani Tuhan, meskipun mengalami penderitaan yang berat.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Melayani Tuhan tidak mudah. Oleh karena itu, kita harus senantiasa dikuatkan oleh kasih karunia Kristus bagi kita.


2 Timotius 2:1


1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.


Pekerjaan Tuhan yang rasul Paulus alami, tidak mudah. Seringkali ia harus bayar harga bahkan nyaris mati karena pelayanan. Saat itu Paulus berada dalam tahanan.


Rasul Paulus menasihati Timotius bahwa kekuatannya dalam melayani Tuhan itu karena dikuatkan oleh kasih karunia Kristus. Kasih karunia adalah pemberian yang berharga dari Tuhan kepada kita.


Kasih karunia bukan bergantung pada kebaikan dan situasi kondisi kita, melainkan pada kebaikan dan kemurahan hati Tuhan.


Rasul Paulus berkata agar kita senantiasa dikuatkan oleh kasih karunia Kristus.


Penderitaan yang dialami oleh orang percaya, digambarkan seperti prajurit yang patuh kepada Kristus, meskipun harus menghadapi penderitaan.


Kita digambarkan seperti olahragawan, yang patuh mengikut Tuhan, meskipun harus menyangkal diri.


Pada zaman itu, seorang olahragawan yang ikut di dalam pertandingan, perlu melatih dirinya melalui peraturan-peraturan olahraga.


Kita digambarkan seperti petani yang harus bekerja keras, di dalam menabur dan menanam. Darimana asal kekuatannya? Kita perlu menyadari semua itu berasal dari kasih karunia Tuhan Yesus.


Jika kita boleh berjerih lelah dalam menabur dan melayani Tuhan, belajar menyangkal diri dan memikul salib, itu semua adalah kasih karunia Kristus, yang telah mati bagi kita.


Jika karena kepatuhan kita kepada Kristus, kita harus mengalami penderitaan, itu adalah kasih karunia.


Menderita bagi Kristus adalah kasih karunia. Hal ini menjadi kekuatan bagi kita, saat kita menghayati betapa kaya kasih karunia Tuhan kepada kita.


Bukan hanya menyelamatkan, Kristus juga mau memakai hidup kita yang sementara ini bagi kemuliaan kerajaan Allah dan nama-Nya.


2. Melayani Tuhan itu bukanlah pelayanan yang bersifatsingle fighter, melainkan pelayanan yang berjejaring dan berkesinambungan. Oleh karena itu, kita harus juga memperhatikan orang-orang yang bersama-sama dengan kita melayani dan yang akan meneruskan pelayanan kita.


2 Timotius 2:2


2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.


Pekerjaan Tuhan sangat luas dan besar. Kita tidak mungkin lakukan seorang diri. Kita memiliki saudara-saudara seiman, yang juga Tuhan pakai bagi pekerjaan-Nya.


Kita harus memperhatikan rekan-rekan sepelayanan kita agar mereka dapat diberdayakan, untuk melayani Tuhan, berjejaring dengan kita dan melayani bersama-sama.


Saat kita melayani bersama-sama, akan memiliki dampak yang lebih besar dan luas. Bukan hanya itu, rasul Paulus menasihati agar kita dapat mempercayakan hal ini kepada orang yang dapat dipercaya.


Hal ini terkait dengan kesinambungan di dalam pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan bukan hanya masa sekarang, tetapi akan terus berjalan hingga Tuhan Yesus datang.


Tuhan mau agar kita memikirkan, mempersiapkan orang-orang percaya. Mereka dilatih, dibimbing dan dikuatkan agar mereka dapat dipakai untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan.


Oleh karena itu, berjejaring dalam pelayanan adalah hal yang sangat penting. Tuhan akan memakai banyak orang dalam pekerjaan-Nya.


Namun, mempersiapkan orang-orang yang akan meneruskan tongkat estafet, sehingga pekerjaan Tuhan berkesinambungan, adalah hal yang strategis dan tidak boleh kita abaikan.


Mari perhatikan orang-orang percaya di sekitar kita. Kita menjadi orang percaya dan pelayan Tuhan, yang memperlengkapi dan menguatkan orang lain.


Doakan dan renungkan


* Nasehat Paulus pada Timotius,”Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”


* Melayani Tuhan tidak bersifat single fighter, melainkan berjejaring dan berkesinambungan. Oleh karena itu, bersama-sama kita melayani dan meneruskan pada penerus kita.


Pelayanan yang terus dilanjutkan