Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 20 Juni 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


2 Tawarikh 28

Raja Ahas


Pembelajaran dari manusia salah satunya adalah dengan cara meniru dan kita tahu manusia suka untuk meniru.


Pertanyaannya adalah, sebagai orang percaya, kita ini sedang meniru siapa atau meniru apa?


Salah satu pencobaan bagi orang percaya adalah mencoba meniru kesuksesan orang lain, juga meniru cara-cara menjadi sukses yang kita tahu bahwa hal tersebut tidak memuliakan Tuhan.


Hal ini dapat terjadi ketika kita merasa menghidupi iman kita dalam kehidupan ini tidak membawa kemajuan yang cepat sesuai dengan apa yang kita harapkan.


Kita ingin melakukan lompatan dalam kehidupan ini dan kita tidak lagi hidup sebagai orang-orang percaya dengan lompatan itu.


Keterbukaan kita mengadopsi cara-cara dunia ini membawa kita terbuka kepada penawanan oleh dunia ini atas kehidupan kita.


Kemerdekaan hidup kristiani kita tidak lagi kita miliki demi sebuah keberhasilan menurut dunia.


Kita harus senantiasa menginsyafi bahwa berkat yang baik itu adalah pemberian Tuhan dan kehidupan yang baik yang kita miliki merupakan berkat berharga yang Tuhan berikan.


Jangan pernah kita abaikan dan sia-siakan karena kita ingin mengikuti nilai-nilai dunia ini.


2 Tawarikh 28

​​1 Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud, bapa leluhurnya,


2 tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.


3 Ia membakar juga korban di Lebak Ben-Hinom dan membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan Tuhan dari depan orang Israel.


4 Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.


5 Sebab itu Tuhan, Allahnya, menyerahkannya ke dalam tangan raja orang Aram. Mereka mengalahkan dia dan menawan banyak orang dari padanya, yang diangkut ke Damsyik. Kemudian ia diserahkan pula ke dalam tangan raja Israel dan mengalami kekalahan yang besar.


6 Sebab dalam sehari Pekah bin Remalya menewaskan di Yehuda seratus dua puluh ribu orang, semuanya orang-orang yang tangkas, oleh karena mereka telah meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka.


7 Dan Zikhri, pahlawan dari Efraim, membunuh Maaseya, anak raja, Azrikam, kepala istana, dan Elkana orang kedua di bawah raja.


8 Orang Israel menawan dari saudara-saudaranya dua ratus ribu orang, yakni perempuan-perempuan serta anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan. Mereka merampas juga banyak harta milik dari pada orang-orang itu, dan membawa rampasan itu ke Samaria.


9 Tetapi di sana ada seorang nabi Tuhan yang bernama Oded. Ia pergi menemui tentara yang pulang ke Samaria dan berkata kepada mereka: ”Lihatlah, karena kehangatan murka-Nya kepada Yehuda, Tuhan, Allah nenek moyangmu, menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, dan kamu telah mengadakan pembunuhan di antara mereka dengan kegeraman yang sampai ke langit.


10 Dan sekarang kamu bermaksud menaklukkan orang Yehuda dan Yerusalem menjadi hambamu laki-laki dan perempuan. Tidak adakah pada kamu sendiri kesalahan yang besar terhadap Tuhan, Allahmu?


11 Maka sekarang, dengarkanlah kataku ini: kembalikanlah orang-orang yang kamu tawan dari saudara-saudaramu itu, karena murka Allah menyala-nyala terhadap kamu.”


12 Lalu bangkitlah beberapa pemimpin bani Efraim, yakni: Azarya bin Yohanan, Berekhya bin Mesilemot, Yehizkia bin Salum dan Amasa bin Hadlai menghadapi orang-orang yang pulang dari perang,


13 dan berkata kepada mereka: ”Jangan bawa tawanan-tawanan itu ke mari, sebab maksudmu itu menjadikan kita bersalah terhadap Tuhan dan menambah dosa dan kesalahan kita! Sudah cukup besar kesalahan kita, dan murka yang menyala-nyala telah menimpa Israel.”


14 Lalu orang-orang yang bersenjata itu meninggalkan tawanan dan barang-barang rampasannya di muka para pemimpin dan seluruh jemaah.


15 Dan orang-orang yang ditunjuk dengan disebut namanya bangkit, lalu menjemput para tawanan itu. Semua orang yang telanjang mereka berikan pakaian dari rampasan itu. Orang-orang itu diberi pakaian, kasut, makanan dan minuman. Mereka diurapi dengan minyak dan semua yang terlalu payah untuk berjalan diangkut dengan keledai, dan dibawa ke Yerikho, Kota Pohon Korma, dekat saudara-saudara mereka. Sesudah itu orang Israel itu pulang ke Samaria.


16 Pada waktu itu raja Ahas menyuruh utusan kepada raja negeri Asyur untuk memohon bantuan.


17 Karena orang Edom telah datang pula dan mengalahkan Yehuda serta mengangkut tawanan-tawanan.


18 Orang-orang Filistin juga telah menyerbu kota-kota di Daerah Bukit dan di Tanah Negeb Yehuda. Mereka pun merebut Bet-Semes, Ayalon, Gederot, Sokho dengan segala anak kotanya, Timna dengan segala anak kotanya dan Gomzo dengan segala anak kotanya, dan menetap di kota-kota itu.


19 Demikianlah Tuhan merendahkan Yehuda oleh karena Ahas, raja Israel itu, membiarkan kebiadaban berlaku di Yehuda dan berubah setia kepada Tuhan.


20 Maka datanglah Tilgat-Pilneser, raja negeri Asyur, kepadanya, hanya bukan membantu dia, melainkan menyesakkannya.


21 Walaupun Ahas merampas barang-barang dari rumah Tuhan, dari rumah raja dan dari rumah-rumah para pemimpin dan menyerahkan semua itu kepada raja negeri Asyur, namun perbuatannya itu tidak menguntungkan dia.


22 Dalam keadaan terdesak itu raja Ahas ini, malah semakin berubah setia terhadap Tuhan.


23 Ia mempersembahkan korban kepada para allah orang Damsyik yang telah mengalahkan dia. Pikirnya: ”Yang membantu raja-raja orang Aram adalah para allah mereka; kepada merekalah aku akan mempersembahkan korban, supaya mereka membantu aku juga.” Tetapi allah-allah itulah yang menjadi sebab keruntuhan bagi dia dan bersama-sama dengan dia bagi seluruh Israel.


24 Ahas mengumpulkan perkakas-perkakas rumah Allah dan menghancurkannya. Ia menutup pintu rumah Tuhan, lalu membuat mezbah-mezbah bagi dirinya di segenap penjuru Yerusalem.


25 Di tiap-tiap kota di Yehuda ia membuat bukit-bukit pengorbanan untuk membakar korban bagi allah lain. Dengan demikian ia menyakiti hati Tuhan, Allah nenek moyangnya.


26 Selebihnya dari riwayatnya dan seluruh tingkah langkahnya, dari awal sampai akhir, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel.


27 Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan dikuburkan di dalam kota, di Yerusalem; tetapi ia tidak dibawa ke pekuburan raja-raja Israel. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.


Raja Ahas bukanlah raja yang membawa kebaikan bagi bangsa Yehuda karena raja Ahas tidak melakukan yang benar di mata Tuhan.


Dia membawa kebiasaan buruk raja-raja Israel ke dalam kehidupan bangsa Yehuda.


Bangsa Yehuda bagaikan bangsa yang tidak memiliki benteng perlindungan sebab sesungguhnya, Tuhanlah benteng perlindungan itu namun raja Ahas berharap kepada ilah-ilah bangsa lain.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Janganlah menjadi sama dengan dunia ini, melainkan jadilah serupa dengan Kristus.


2 Tawarikh 28:1-2

​​1 Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud, bapa leluhurnya,


2 tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.


Raja Ahas tidak meniru leluhurnya perihal bagaimana ia harus memerintah, bagaimana ia harus hidup meniru raja Daud yang hidup takut akan Tuhan.


Tetapi justru, raja Ahas meniru dari raja-raja orang Israel yang kita tahu mereka bukanlah raja yang beriman dan takut akan Tuhan.


Raja Ahas meniru seluruh kelakuan dari raja-raja Israel yang menyembah ilah-ilah seperti Baal dan lain sebagainya.


Mengapa raja Ahas meniru kelakuan-kelakuan raja Israel? Karena raja Ahas pikir bahwa ilah-ilah itu dapat membuatnya menjadi lebih kuat.


Kita bisa baca juga tentang bagaimana dia juga menyembah ilah-ilah orang Damsik karena dia pikir dengan menyembah ilah-ilah itu, maka dia boleh menjadi raja yang kuat, negeri yang kuat.


Tetapi, dia salah besar. Dia sedang mengalami kehancuran karena negeri Yehuda menjadi negeri yang tidak berbenteng karena benteng yang sesungguhnya ialah Tuhan Allah itu sendiri.


Sebagai orang percaya, ada banyak yang kita lihat dan juga kita dengar. Pertanyaannya adalah siapa atau apa yang kita tiru, siapa atau apa yang kita ikuti.


Janganlah kita menjadi sama dengan dunia dengan meniru falsafah dunia ini, cara-cara dunia ini yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, tetapi mari kita belajar meniru Yesus Kristus dalam hidup kita.


Kita memiliki teladan yang sangat indah yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.


Biarlah kita selalu meniru falsafah hidup kita bagaimana hidup kita meniru Kristus dan mengikuti apa yang diajarkan oleh firman Tuhan.


Sehingga kita tidak menjadi orang percaya yang tertawan oleh dunia, melainkan menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh merdeka dan kemerdekaan itu hanya ada di dalam kebenaran yaitu Kristus.


2. Hendaklah kita memiliki kehidupan mengasihi satu dengan yang lain.


2 Tawarikh 28:9-11

9 Tetapi di sana ada seorang nabi Tuhan yang bernama Oded. Ia pergi menemui tentara yang pulang ke Samaria dan berkata kepada mereka: ”Lihatlah, karena kehangatan murka-Nya kepada Yehuda, Tuhan, Allah nenek moyangmu, menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, dan kamu telah mengadakan pembunuhan di antara mereka dengan kegeraman yang sampai ke langit.


10 Dan sekarang kamu bermaksud menaklukkan orang Yehuda dan Yerusalem menjadi hambamu laki-laki dan perempuan. Tidak adakah pada kamu sendiri kesalahan yang besar terhadap Tuhan, Allahmu?


11 Maka sekarang, dengarkanlah kataku ini: kembalikanlah orang-orang yang kamu tawan dari saudara-saudaramu itu, karena murka Allah menyala-nyala terhadap kamu.”


Bangsa Yehuda menjadi bangsa yang sesat dan bangsa yang sesat ini mendapat disiplin dari Tuhan.


Kalau kita membaca dalam Perjanjian Lama, disiplin itu seringkali terjadi bahwa bangsa Yehuda mengalami serangan dari bangsa-bangsa lain dan mengalami kekalahan demi kekalahan.


Salah satunya yang menyerang bangsa Yehuda adalah Israel.


Bisa kita baca di sini bagaimana Israel mengalahkan Yehuda dengan banyak membunuh para prajurit-prajurit Yehuda dan sekarang, mereka menawan orang-orang Yehuda dibawa ke tanah Israel.


Nabi Oded menegur mereka karena perbuatan mereka telah melampaui batas dan Tuhan murka kepada orang Israel.


Apa sebenarnya yang kita pelajari di sini? Dari sini kita belajar bahwa Tuhan menginginkan umatNya saling mengasihi, saling menguatkan, tidak berlaku berlebihan.


Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita yang kita baca dariYohanes 13:34-35

34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.


35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”


Ini adalah perintah Tuhan kepada kita orang percaya. Orang percaya harus saling mengasah satu sama lain.


Kita perlu menegur jika ada yang salah, kita perlu menasehati jika ada yang perlu nasehat.


Namun jangan lupa, orang percaya yang saling mengasah juga orang percaya yang saling mengasuh.


Kita tidak boleh melampaui batas dalam kita menasehati, menegur, mendisiplinkan saudara-saudara seiman tetapi kita harus melakukannya sesuai dengan pimpinan Tuhan, sesuai dengan nilai-nilai firman Tuhan.


Kita harus merangkul, membangun, menguatkan, bersatu bersama-sama karena kita adalah tubuh Kristus.


Sebagai orang percaya, maka kasih merupakan hal yang sangat esensial, yang tidak dapat diganti dengan apapun.


Apapun yang kita lakukan, kita harus melakukannya karena kasih Kristus.


Marilah kita saling mengasihi karena dengan demikian, kita menghidupi kasih Kristus dan orang-orang mengenal kita sebagai murid-muridNya.


Doakan dan renungkan.


* Saat memberi nasehat, menegur atau mendisiplin saudara seiman, kita harus melakukannya sesuai dengan pimpinan dan nilai-nilai firman Tuhan.


* Jangan lupa: orang percaya yang saling mengasah juga orang percaya yang saling mengasuh.


Asah sekaligus Asuh