Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 16 Juni 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


2 Tawarikh 23

Atalya dibunuh dan Yoas menjadi raja


Mengenal keberadaan diri kita di hadapan Tuhan dan mengupayakan hidup sesuai dengan keberadaan itu merupakan penghargaan kepada anugerah yang Tuhan berikan kepada kita di dalam Yesus Kristus.


Hari ini kita mendapatkan ada orang yang tidak hidup sesuai dengan identitasnya atau keberadaannya. Ada yang menyangkalinya sehingga ia tidak hidup sebagaimana dirinya.


Ada yang memang identitasnya itu tidak sesuai dengan keberadaan diri yang sesungguhnya, sehingga ia tidak dapat hidup sesuai dengan identitasnya.


Apa yang hendak kita renungkan hari ini bukanlah tentang orang lain, melainkan tentang diri kita sebagai orang percaya.


Apakah kita hidup sesuai dengan identitas kita di dalam Kristus dan keberadaan kita sebagai anak-anak Tuhan atau kita menyangkalinya atau memang identitas kita itu tidak sesuai dengan keberadaan kita yang sesungguhnya.


Hidup menurut identitas kita itu nyata ketika kita menunjukkan usaha kita untuk itu. Keberadaan kita nyata dari usaha kita untuk hidup sebagaimana keberadaan kita.

2 Tawarikh 23


1 Tetapi dalam tahun ketujuh Yoyada memberanikan diri dan ia mengadakan persepakatan dengan para kepala pasukan seratus, yakni: Azarya bin Yeroham, Ismael bin Yohanan, Azarya bin Obed. Maaseya bin Adaya, dan Elisafat bin Zikhri.


2 Mereka mengelilingi Yehuda dan mengumpulkan orang-orang Lewi dari semua kota di Yehuda serta kepala-kepala puak orang Israel, dan mereka semua datang ke Yerusalem.


3 Lalu seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Allah. Kata Yoyada kepada mereka: "Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN tentang anak-anak Daud!


4 Inilah yang harus kamu lakukan: sepertiga dari kamu, yakni yang selesai bertugas pada hari Sabat, baik imam maupun orang Lewi, haruslah menjadi penunggu pintu,


5 sepertiga lagi haruslah berada di istana raja, dan sepertiga pula di pintu gerbang Dasar, sedang seluruh rakyat haruslah berada di pelataran rumah TUHAN.


6 Siapa pun tidak boleh memasuki rumah TUHAN selain dari pada para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas. Mereka boleh masuk, karena mereka kudus, tetapi seluruh rakyat haruslah mentaati peraturan TUHAN.


7 Dalam pada itu orang-orang Lewi haruslah mengelilingi raja dari segala penjuru, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, dan siapa yang memasuki rumah itu haruslah dibunuh. Dan baiklah kamu menyertai raja setiap kali ia keluar atau masuk."


8 Orang-orang Lewi dan seluruh Yehuda melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, karena imam Yoyada tidak membebaskan rombongan-rombongan itu.


9 Lalu imam Yoyada memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak, utar-utar dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah Allah.


10 Ia menempatkan seluruh rakyat, masing-masing dengan lembing di tangannya, di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.


11 Sesudah itu Yoyada dan anak-anaknya membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, lalu berserulah rakyat: "Hiduplah raja!"


12 Ketika Atalya mendengar pekik rakyat yang berlari-lari menyambut raja dan memuji-muji dia, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.


13 Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiangnya pada jalan masuk, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri, sedang para penyanyi dengan alat-alat musik mereka, memimpin nyanyian puji-pujian. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berkata: "Khianat, khianat!"


14 Tetapi imam Yoyada menyuruh keluar para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: "Bawalah dia keluar dari antara barisan! Siapa yang memihak kepadanya harus dibunuh dengan pedang!" Sebab imam itu telah berkata tadinya: "Jangan kamu membunuhnya di rumah TUHAN!"


15 Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk istana raja pada pintu gerbang Kuda, dibunuhlah ia di situ.


16 Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN.


17 Sesudah itu masuklah seluruh rakyat ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan mezbah-mezbahnya dan patung-patungnya dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu.


18 Kemudian Yoyada menyerahkan pengawasan atas rumah TUHAN kepada imam-imam dan orang-orang Lewi, yang telah dibagi-bagi dalam rombongan oleh Daud untuk bertugas di dalam rumah TUHAN, yakni untuk mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN — seperti tertulis di dalam Taurat Musa — dengan sukaria dan dengan nyanyian menurut petunjuk Daud.


19 Juga ditempatkannya penunggu-penunggu pintu pada pintu-pintu gerbang rumah TUHAN, supaya dalam hal apa pun juga jangan masuk seseorang yang najis.


20 Sesudah itu ia mengajak para kepala pasukan seratus, para pemuka, para pemerintah rakyat dan seluruh rakyat negeri, lalu membawa raja turun dari rumah TUHAN; mereka masuk ke istana raja melalui pintu gerbang Atas, lalu mendudukkan raja ke atas takhta kerajaan.


21 Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang.


Penguasa di Yehuda bukan lagi keturunan Daud, melainkan Atalya dia adalah putri dari raja Ahab yaitu raja Israel. Atalya telah dan terus membawa kerusakan dalam kehidupan bangsa Yehuda terkhusus dalam hal peribadatan.


Bangsa Yehuda sedang berjalan di jalan yang serong dari Tuhan. Pada tahun yang ketujuh dari kekuasaan Atalya maka imam Yoyada melakukan gerakan besar untuk mengganti kekuasaan Atalya kepada keturunan Daud yang satu-satunya yaitu Yoas.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1.
Hidup dalam rencana Tuhan itu membutuhkan komitmen melakukan perintah dan kehendak Tuhan.


2 Tawarikh 23:3


Lalu seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Allah. Kata Yoyada kepada mereka: "Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN tentang anak-anak Daud!


Imam Yoyada memiliki kegelisahan dengan kekuasaan dari Atalya. Kegelisahan itu muncul karena Atalya berkuasa di Yehuda.


Dia bukanlah keturunan raja Daud, karena imam Yoyada tahu bahwa keturunan raja Daud lah yang akan memerintah Yehuda.


Oleh karena itu pada tahun yang ketujuh imam Yoyada mengadakan sebuah gerakan bagi seluruh rakyat Yehuda, di mana seluruh rakyat Yehuda berkumpul di Yerusalem.


Untuk apa? Yaitu untuk menobatkan keturunan raja Daud yang bernama Yoas menjadi raja.


Apa yang menggerakkan Yoyada? Alkitab mengatakan biarlah ia memerintah seperti yang telah

difirmankan Tuhan tentang anak-anak Daud.


Dari sini kita melihat dan belajar bahwa ketika kita ingin hidup dalam rencana Tuhan, maka kita ini harus punya komitmen untuk melakukan perintah dan kehendak Tuhan. Bahkan dalam situasi yang kontradiksi dengan rencana Tuhan itu sendiri.


Bukankah kekuasaan Atalya begitu kuat dan gerakan untuk melakukan perintah Tuhan merupakan sebuah gerakan yang kontradiksi dengan situasi kondisi.


Namun orang yang hendak hidup dalam rencana Tuhan, dia memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan perintah dan kehendak Tuhan.


Tuhan punya rencana atas kehidupan kita masing-masing dan rencana Allah itu jelas yaitu panggilan Dia kepada kita sebagai orang percaya.


Ketika kita ingin hidup sesuai dengan panggilanNya yaitu sesuai dengan identitas kita sebagai orang-orang percaya, sebagai garam dan terang dunia, sebagai saksi-saksi Kristus, sebagai gerejaNya dan keberadaan kita yang adalah anak-anak Allah, maka di situlah kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.


Kita menghidupi identitas dan keberadaan kita itu sehingga kita bisa melihat akan pimpinan Tuhan di dalam menggenapi rencana-Nya dalam kehidupan kita.


2. Menjadi umat Tuhan itu berarti kita itu beribadah dan melayani hanya kepada Tuhan.


2 Tawarikh 23:16-18


16 Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN.


17 Sesudah itu masuklah seluruh rakyat ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan mezbah-mezbahnya dan patung-patungnya dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu.


18 Kemudian Yoyada menyerahkan pengawasan atas rumah TUHAN kepada imam-imam dan orang-orang Lewi, yang telah dibagi-bagi dalam rombongan oleh Daud untuk bertugas di dalam rumah TUHAN, yakni untuk mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN — seperti tertulis di dalam Taurat Musa — dengan sukaria dan dengan nyanyian menurut petunjuk Daud.


Imam Yoyada memerintahkan rakyat untuk mengikat perjanjian dengan Tuhan, bahwa mereka itu adalah umat Tuhan.


Implikasi dari semuanya itu adalah mereka tidak lagi beribadah kepada yang lain dan hanya kepada Tuhan. Mereka tidak lagi melayani yang lain tapi melayani Tuhan.


Kalau selama ini ada rumah Baal yang dirawat oleh Atalya, maka ketika mereka menjadi umat Tuhan maka semuanya itu harus dibuang dan dihancurkan.


Menjadi umat Tuhan itu artinya kita menjadi milik Tuhan. Menjadi milik Tuhan implementasinya adalah kita melayani Tuhan Sang Pemilik kita dan kita tidak boleh berbagi dengan yang lain, karena kita dimiliki oleh Tuhan.


Dan kepemilikan Tuhan atas kita itu ditebus oleh darah Tuhan kita Yesus Kristus.


Sehingga bagaimanapun situasi hidup kita apapun yang kita hadapi, aspek apapun dalam hidup kita, kita tidak pernah lepas sebagai umat Tuhan.


Di manapun kita berada, dalam gereja, di pekerjaan, rumah tangga, masyarakat atau dalam kehidupan pribadi, kita tetap adalah umat Tuhan.


Sebagai umat Tuhan kita tidak mengabdi kepada yang lain kecuali hanya kepada Tuhan dalam seluruh aspek hidup kita.


Sehingga yang lama harus berlalu dan biarlah manusia baru hadir dalam hidup kita.


Sehingga dengan demikian sebagai orang percaya kita boleh menyenangkan hati Tuhan dan kita hidup mengalami Dia setiap hari karena kita selalu ada dekat dengan Dia.


Doakan dan renungkan


* Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN.


*Menjadi umat Tuhan yang beribadah dan melayani hanya kepada Tuhan.


Tindakan yang Selaras