Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Tawarikh 6:12-42
Doa Salomo
Tuhan yang kita kenal, melakukan sesuatu bukan tanpa persiapan. Bukan berarti Allah tidak mampu, tetapi manusia tidak mampu mengerti Tuhan.
Oleh karena itu sebelum Allah mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia, Dia telah mempersiapkannya dengan menyatakan Firman Tuhan dan pimpinan-Nya yang tercantum di dalam Perjanjian Baru.
Sehingga seluruh Perjanjian Lama memberikan ekspresi yang Tuhan lakukan ketika mengutus Yesus Kristus. Supaya barang siapa percaya kepada-Nya, diselamatkan.
Memang kita harus mengakui bahwa apa yang jadi rancangan Tuhan adalah sesuatu yang melampaui apa yang dapat kita pikirkan.
Oleh karena itu di dalam Tuhan menggenapi rancangan keselamatanNya, Dia menyatakannya langkah demi langkah di dalam Perjanjian Lama, yaitu dengan tipologi-tipologi yang ada.
Melalui semua itu, kita mengerti bagaimana rancangan Tuhan Allah itu. Oleh karena itu penting bagi kita untuk membaca Perjanjian Lama selain dari Perjanjian Baru.
Karena dengan demikian kita dapat melihat bahwa Tuhan dengan sabar menyatakan rancangan keselamatan-Nya. Hal itu agar kita dapat memahaminya ketika Tuhan mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia.
2 Tawarikh 6:12-42
12 Kemudian berdirilah ia di depan mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaah Israel, lalu menadahkan tangannya;
13– karena Salomo telah membuat sebuah mimbar tembaga yang panjangnya lima hasta, lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, yang ditaruhnya di halaman –; ia berdiri di atasnya lalu berlutut di hadapan segenap jemaah Israel dan menadahkan tangannya ke langit,
14 sambil berkata: ”Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit dan di bumi; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;
15 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini.
16 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hamba-Mu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapan-Ku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup menurut hukum-Ku sama seperti engkau hidup di hadapan-Ku.
17 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah Israel, biarlah terbukti kebenaran firman-Mu yang telah Kauucapkan kepada hamba-Mu Daud.
18 Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.
19 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu ini!
20 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu – dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.
21 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya dari tempat kediaman-Mu, dari sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.
22 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan ia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini,
23 maka Engkau pun hendaklah mendengar dari sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni membalas perbuatan orang bersalah dengan menanggungkannya kepada orang itu sendiri, tetapi membenarkan orang yang benar dengan membalaskan kepadanya sesuai dengan kebenarannya.
24 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon di hadapan-Mu di rumah ini,
25 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada mereka dan nenek moyang mereka.
26 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka,
27 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, – karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka jalani – dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.
28 Apabila ada kelaparan di negeri ini, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang dan belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apa pun,
29 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya – karena mereka masing-masing mengenal tulahnya dan penderitaannya sendiri –
30 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau mengampuni, dan membalas kepada setiap orang sesuai dengan segala perbuatannya, karena Engkau mengenal hatinya – sebab Engkau sajalah yang mengenal hati anak-anak manusia, –
31 supaya mereka takut akan Engkau dan mengikuti segala jalan yang Engkau tunjukkan selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.
32 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu yang besar, tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung, dan ia datang berdoa di rumah ini,
33 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel, dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.
34 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,
35 maka Engkau kiranya mendengar dari sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 36Apabila mereka berdosa kepada-Mu – karena tidak ada manusia yang tidak berdosa – dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat,
37 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri tempat mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik,
38 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,
39 maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu. 40Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini.
41 Dan sekarang, bangunlah ya Tuhan Allah, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu,
Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
Kiranya, ya Tuhan Allah, imam-imam-Mu berpakaian keselamatan,
dan orang-orang yang Kaukasihi bersukacita karena kebaikan-Mu.
42 Ya Tuhan Allah, janganlah Engkau menolak orang yang telah Kauurapi,
ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu.”
Firman Tuhan di atas adalah Doa dari Raja Salomo kepada Tuhan. Sebuah Doa pengagungan dan permohonan terkait dengan Bait Suci yang baru saja dibangun. Dari situ kita belajar bahwa pembangunan fisik untuk pekerjaan Tuhan tidak pernah berdiri sendiri, namun tetap kita membutuhkan anugerah Tuhan di dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Hal itu dapat dilakukan melalui doa-doa kita kepada Tuhan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Bait Suci di dalam Perjanjian Lama menjadi gambaran akan Allah beserta kita, yaitu Imanuel, Dialah Yesus Kristus.
2 Tawarikh 6:18
18 Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.
Di dalam Doa Raja Salomo, ia menginsafkan siapa itu Tuhan Allah. Tuhan Allah adalah Tuhan Mahabesar, langit di atas langit tidak dapat memenuhi Dia.
Tuhan sangat dan terlalu besar, melampaui segala-galanya. Di situlah Raja Salomo bertanya benarkah Allah hendak diam bersama manusia di atas bumi.
Dari pertanyaan Salomo bahwa betapa sulit Allah mau menyertai manusia yang begitu kecil.
Siapakah manusia yang hanya tinggal di bumi ini sementara bumi hanya salah satu planet yang begitu kecil dari sekian banyak planet di alam semesta ini.
Namun Allah yang Mahabesar Dia mengasihi kita. Oleh karena itu dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan ingin berdiam bersama-sama manusia, yaitu dengan umat Tuhan.
Bagaimana pernyataannya? Dengan sesuatu yang dapat dilihat oleh manusia, yaitu melalui Kemah Suci atau Bait Suci.
Bait Suci adalah materi belaka, tetapi Tuhan memenuhinya dengan kemuliaan itu. Sehingga umat Tuhan atau bangsa Israel dapat menyaksikan sendiri akan kehadiran Tuhan di tengah-tengah Bait Suci itu.
Bait Suci terus ada sampai masa Yesus Kristus. Namun pada masa Yesus Kristus, Allah sudah meninggalkan kemuliaan-Nya kepada Bait Suci. Kita tahu bahwa Yohanes Pembaptis tidak khotbah di Bait Suci, tetapi di padang gurun.
Bagaimana Allah menyatakan kehadiran-Nya? Pada puncaknya Allah menyatakannya di dalam diri Yesus Kristus.
Di dalam Matius 1:23 berkata, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia “Imanuel”—yang berarti: Allah menyertai kita.”
Yesus Kristus di dalam kandungan Maria adalah Imanuel, Allah beserta kita. Ketika murid-murid mengagungkan Bait Suci, Yesus berkata bahwa Bait Suci akan diruntuhkan dalam waktu tiga hari Yesus akan membangun kembali.
Melalui Yesus Kristus, yang adalah Firman menjadi Manusia, sehingga manusia bisa melihat dengan mata kepala sendiri.
Allah memberitahukan bahwa Imanuel, Allah menyertai kita. Bagi kita yang menerima Kristus di dalam hidup kita, maka kita mengalami Imanuel itu.
Barang siapa memiliki iman di dalam Kristus dan percaya kepada-Nya, maka dosanya akan diampuni. Juga ada penyertaan Tuhan di dalamnya.
Satu hal yang penting bahwa penyertaan Tuhan berarti keselamatan. Orang yang tidak diselamatkan maka tidak mengalami penyertaan Tuhan.
Hanya orang yang diselamatkan yang mengalami penyertaan Tuhan. Yesus Kristus, Dialah yang memberitahukan Allah menyertai kita.
2. Doa yang dipanjatkan melalui Yesus Kristus didengarkan oleh Allah Bapa
2 Tawarikh 6:20
20 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu – dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.
Ini adalah Doa Raja Salomo. Bait Suci menjadi spesial merupakan penyataan Tuhan kepada manusia.
Hal spesial terjadi pada saat orang-orang yang berdoa dan berkiblat kepada Bait Suci maupun berdoa dari Bait Suci, maka Allah mendengarkannya.
Hal itu merupakan penyataan Allah. Apa pun yang didoakan di sana, baik terkait dengan dosa, kehidupan, curah hujan, atau peperangan, Tuhan akan mengarahkan mata-Nya kepada Bait Suci ini. Tuhan mendengarkan seluruh Doa mereka.
Itu adalah sebuah gambaran bahwa kita sebagai orang percaya jika berdoa maka di dalam nama Tuhan Yesus.
Yohanes 15:16 berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Apa yang terjadi pada Bait Suci pada zaman Raja Salomo menggambarkan bahwa Allah akan mendengar doa kita yang kita panjatkan di dalam nama Yesus Kristus.
Sewaktu kita megarahkan hati kita dan berseru kepada-Nya, maka melalui Kristus doa kita didengar oleh Tuhan.
Tidak ada seorang manusia yang boleh mengklaim Tuhan mendengar doa mereka.
Tetapi Alkitab memberitahukan bahwa barang siapa berdoa di dalam nama Yesus, Anak Allah, maka Yesus berkata supaya apa yang kita minta kepada Bapa di dalam nama-Nya diberikan kepada kita.
Biarlah kita menjadi orang percaya yang mengerti anugerah Tuhan. Kalau kita berdoa, kita butuh anugerah Tuhan.
Kita berdoa bukan berdasarkan kebenaran kita sendiri, tetapi atas kebenaran Kristus atas diri kita.
Sehingga ketika kita berdoa, kita berdoa di dalam nama Tuhan Yesus maka akan sesuai dengan kehendak Dia, bukan semaunya kita.
Bukan itu saja, ketika kita berdoa di dalam nama Dia, maka artinya kita memohon belas kasihan Tuhan, bukan karena kebenaran kita.
Berdoa di dalam nama Yesus tidak dapat dilakukan dengan kesombongan atau merasa diri benar.
Ketika kita datang kepada Yesus, kita tahu bahwa kita bukan orang yang benar. Kita hanya orang yang dibenarkan di dalam nama Yesus.
Sehingga sewaktu kita berdoa, Allah Bapa di surga melihat Yesus Kristus dan Dia mendengar doa kita.
Marilah kita menjadi orang percaya yang tahu anugerah yang Tuhan berikan kepada kita ketika kita berdoa. Sehingga kita tidak pernah jemu-jemu untuk berdoa.
Doakan dan renungkan
* Tidak ada seorang manusia yang berhak untuk mengklaim bahwa Tuhan mendengar doanya.
* Tetapi Alkitab berkata, doa yang dipanjatkan melalui Yesus Kristus didengarkan oleh Allah Bapa.
Hak Istimewa