Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Tawarikh 16:8-36
Nyanyian Puji-Pujian Daud
Kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang meresponi anugerah Tuhan, karena anugerah Tuhan itulah yang sesungguhnya menggerakkan kehidupan orang percaya.
Orang percaya adalah orang yang mengalami karya Tuhan Yesus yang ajaib di dalam kehidupan. Tentu, yang terutama adalah karya keselamatan yang diterima saat kita percaya kepada Tuhan Yesus.
Di dalam keselamatan itu, kita mengalami banyak karya Tuhan di dalam kehidupan. Bagaimana kita meresponi perbuatan Tuhan di dalam kehidupan kita?
Hal yang sangat penting adalah jangan menganggap perbuatan Tuhan di dalam kehidupan kita merupakan hal yang wajar, atau sebaliknya, jangan kita tidak menganggap dan melupakan pekerjaan Tuhan di dalam kehidupan kita.
Sikap tersebut mengekspresikan kesombongan yang tidak tampak. Perbuatan Tuhan dilakukan bukan karena berhutang kepada kita, atau karena jasa kita. Itu semua lahir dari kasih dan anugerah Tuhan kepada kita.
1 Tawarikh 16:8-36
8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya,
percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus,
biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya,
carilah wajah-Nya selalu!
12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya,
mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya,
hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
14 Dialah TUHAN, Allah kita,
di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.
15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya,
akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,
16 yang diikat-Nya dengan Abraham,
dan akan sumpah-Nya kepada Ishak,
17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan,
bagi Israel menjadi perjanjian kekal,
18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan
sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."
19 Ketika jumlah mereka tidak seberapa,
sedikit saja, dan mereka orang-orang asing di sana,
20 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain,
dan dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain,
21 Ia tidak membiarkan siapa pun memeras mereka;
dihukum-Nya raja-raja oleh karena mereka:
22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi,
dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!"
23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi,
kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat,
dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.
26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala,
tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya,
kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.
28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa,
kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia!
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi;
sungguh tegak dunia, tidak bergoyang.
31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,
biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"
32 Biarlah gemuruh laut serta isinya,
biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya,
33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai
di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami,
dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa,
supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus,
dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu."
36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel,
dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"
Setelah tabut perjanjian bersemayam di kota Yerusalem, lalu korban bakaran dan korban keselamatan telah dipersembahkan kepada Tuhan, raja Daud mempersiapkan puji-pujian kepada Tuhan, sebagai ungkapan hati raja Daud, atas kebaikan Tuhan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Sebagai orang percaya kita patut bersyukur kepada Tuhan atas karya atau perbuatan Tuhan yang kita alami dengan menceritakannya kepada orang lain.
1 Tawarikh 16:8-13
8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya,
percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus,
biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya,
carilah wajah-Nya selalu!
12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya,
mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya,
hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
Raja Daud memerintahkan orang-orang yang menyanyikan lagu, dengan nyanyian yang sangat menarik. Penekanan lagu tersebut adalah perbuatan-perbuatan Tuhan.
Tidak ada Allah yang seperti Allah kita, yang membebaskan umat-Nya dari tempat perbudakkan di Mesir, dan memimpin mereka ke tanah perjanjian.
Tuhan yang kita kenal, bukan Tuhan yang hanya berada di dalam pemikiran dan konsep, tetapi Tuhan yang melakukan hal nyata di dalam kehidupan kita.
Tuhan berkarya melalui perbuatan-perbuatanNya yang nyata di dalam perjanjian lama, sehingga bangsa Israel boleh mengenal Tuhan.
Hari ini kita mengenal Tuhan yang sama, yang dikenal karena perbuatan-Nya. Ia mengutus Yesus Kristus, menanggung dosa kita di atas kayu salib, dan bangkit pada hari yang ketiga.
Tuhan yang kita kenal, bukan Tuhan yang tidak berbuat apa-apa, tetapi Tuhan yang melakukan sesuatu. Itu yang disebut dengan penyataan Tuhan.
Orang percaya haruslah seperti raja Daud, yang patut bersyukur kepada Tuhan untuk perbuatan-perbuatan Tuhan yang dialami.
Hal itu yang diperintahkan raja Daud kepada seluruh orang yang menyanyikan pujian bagi Tuhan.
Bagaimana orang-orang itu bersyukur kepada Tuhan? Dengan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan itu kepada bangsa-bangsa.
Sebagai orang percaya, kita beruntung karena mengalami perbuatan Tuhan. Kita patut bersyukur dengan menceritakan kepada orang lain perbuatan-perbuatan baik Tuhan, karena kita adalah saksi-saksi Kristus.
Tuhan yang kita kenal, bukan Tuhan yang transenden, jauh di sana dan hanya berdiam diri. Ia adalah Tuhan yang nyata dan berbuat sesuatu di dalam kehidupan kita. Itu adalah penyataan Allah kepada kita, di dalam Yesus Kristus.
Tidak ada Allah lain, yang seperti Allah yang kita kenal. Allah yang kita kenal di dalam Kristus, nyata terlibat di dalam kehidupan manusia.
Kita yang sudah mengalami hal tersebut, patut bersyukur dan menceritakan perbuatan Tuhan.
2. Melalui pengabdian kita kepada Tuhan sesungguhnya kita sedang memberikan kemuliaan bagi Tuhan.
1 Tawarikh 16:29-31
29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia!
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi;
sungguh tegak dunia, tidak bergoyang.
31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,
biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"
Bagaimana raja Daud memahami untuk memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan?
1 Tawarikh 16:29
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia!
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
Memberi kemuliaan kepada Tuhan dengan nyata, adalah ketika kita memberikan pengabdian kita kepada Tuhan. Pengabdian tersebut berarti pengakuan bahwa Dia adalah Tuhan .
Ketika kita mengabdikan hidup kepada Dia, kita sedang memuliakan nama-Nya. Jika hanya dengan mulut, kita berkata memuliakan, tetapi tidak pernah hidup mengabdi, sesungguhnya kita tidak sedang memuliakan Tuhan.
Maka dikatakan,”Bawalah persembahan…”
Bagaimana orang mengetahui kita hormat dan bersyukur kepada Tuhan? Ketika kita membawa persembahan kepada Tuhan.
Itu adalah ekspresi dari sebuah pengabdian. Meskipun itu hanya sebagian, itu tetap menunjukkan ekspresi dari totalitas kita.
Bagaimana kita dikatakan memberi kemuliaan bagi Tuhan? Ketika kita masuk menghadap dan sujud menyembah Dia, maka kita sedang memberi kemuliaan kepada Tuhan.
Pengabdian hidup kita mencerminkan bagaimana kita memuliakan Tuhan.
Ketika kita beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, melakukan segala sesuatu sebagai pengabdian kita kepada Tuhan, taat kepada keinginanNya untuk kita lakukan, dan memprioritaskan kehendakNya dalam kehidupan kita, maka kita sedang memberi kemuliaan bagi nama Tuhan.
Mari kita memberikan kemuliaan bagi Tuhan, dengan realitas yang nyata, dan bukan sekedar sebagai perkataan yang indah, melainkan melalui perbuatan nyata di dalam kehidupan kita.
Dokan dan renungkan.
* Sebagai orang percaya kita patut bersyukur kepada Tuhan atas karya atau perbuatanNya yang kita alami dengan menceritakannya kepada orang lain.
* Kita patut bersyukur dengan menceritakan kepada orang lain perbuatan-perbuatan baik Tuhan, karena kita adalah saksi-saksi Kristus.
Kisah Hidup Para Saksi