Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 22 April 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Daniel 1:8-21


Di istana Babel (Part 2)


Saya percaya Saudara suka atau menyenangi orang yang tahu bagaimana memegang janjinya kepada Saudara atau dengan bahasa lain orang yang memegang komitmen.


Tahukah kita? Bahwa Tuhan senang jika kita memegang komitmen kepada Dia dan janji kita kepada Tuhan.


Sebagai orang percaya kita senang akan janji Tuhan bahwa Dia menyertai kita selalu di seluruh perjalanan kehidupan kita.


Pertanyaannya apakah kita memiliki komitmen menjalani perjalanan hidup kita dengan setia mengikut Tuhan?


Kita sebagai orang percaya adakalanya mempertanyakan janji Tuhan kepada kita dan kita memiliki tuntutan dalam hati akan komitmen dan janji-Nya dalam segala situasi dan kondisi.


Bukankah seharusnya kita bertanya kepada diri kita: Apakah saya memilki komitmen kepada Tuhan apa pun situasi dan kondisi saya, karena saya telah ditebus oleh darah yang mahal yaitu darah Tuhan Yesus?


Tak dapat dipungkiri bahwa kita tidak perlu bertanya akan kesetiaan Tuhan pada kita, yang paling diperlukan adalah kita sendiri harus setia kepada Dia.


Alkitab mengatakan jika kita tidak setia, Tuhan itu tetap setia karena Dia tidak pernah dapat menyangkali diri-Nya sendiri, komitmen kesetiaan mengikut Tuhan membuat kita mengalami Dia di dalam kehidupan kita.


Daniel 8:8-21


8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.


9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;


10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”


11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:


12 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;


13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”


14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.


15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.


16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.


17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.


18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.


19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.


20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.


21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.


SIkap Daniel merupakan hal yang sangat penting dan mendesak yang dibutuhkan oleh orang-orang percaya hari ini yaitu demi Tuhan tidak pernah mau menajiskan diri.


Bukankah dunia ini terus merangsek dalam kehidupan orang percaya agar kita menajiskan diri, sehingga kita membuat hati Tuhan berdukacita.


Daniel sedang berada di dunia yang berbeda dengan dunia tanah perjanjian artinya tidak ada seorang pun yang menilai atau menghakimi Daniel, bahkan pada umumnya apa yang diterima oleh Daniel dari raja Nebukadnezar dianggap hak istimewa.


Bukankah kita seringkali demi pergaulan, kita rela menajiskan diri di hadapan Allah, karena kita pikir tidak ada orang yang melihat itu.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Tuhan hadir di dalam perjalanan kehidupan kita sebagai orang percaya oleh karena itu komitmen dan kasih kita kepada Tuhan adalah sepanjang perjalanan hidup kita apapun yang kita hadapi di dalamnya.


Daniel 8:8-9


8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.


9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;


Daniel mendapatkan hak istimewa sebagai orang-orang yang terpilih untuk dididik dalam bahasa orang Kasdim.


Dididik selama 3 tahun untuk bekerja di istana raja. Orang seperti Daniel diputuskan oleh raja mendapat bagian makanan dan minuman raja, hal ini sebuah kehormatan di negeri Babel.


Raja Nebukadnezar bukan sembarangan raja, Alkitab mencatat dia adalah raja di atas segala raja. Daniel mendapat hak istimewa, tetapi hak istimewa berjalan bersamaan dengan makanan dan minuman yang tidak boleh disantap oleh orang-orang Ibrani.


Makanan yang dilarang oleh Tuhan karena ketika mereka makan maka mereka menajiskan diri.


Kita masih ingat bagaimana perintah Tuhan; larangan Tuhan kepada Adam untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat.


Ketika Adam makan, maka dia menajiskan diri dan jatuh ke dalam dosa.


Daniel mendapat hak istimewa tetapi Daniel memilih menolak hak istimewa itu, dia lebih memilih Tuhan dibandingkan hak istimewa dari raja di atas segala raja; raja Nebukadnezar.


Karena Tuhanlah sebetulnya Raja di atas seluruh raja termasuk di atas raja Nebukadnezar, di situ Daniel menolak untuk memakan dari santapan raja.


Daniel berada di negeri Babel, bukan? Sebenarnya dia mendapat kebebasan berbuat apa sesuai dengan nilai-nilai orang Babel, karena mayoritas mereka semua orang Babel yang memiliki nilai-nilai orang Babel.


Kalau Daniel mengambil makanan itu, dia tidak akan dicela bahkan dipuji, karena dia memiliki hak Istimewa. Tetapi Daniel tidak berbuat itu karena dia tahu di mana pun dia berada Tuhan ada bersama-sama dengan dia.


Apa pun kondisi dan situasi yang Saudara alami, di mana pun kita berada, apa pun yang kita alami dalam hidup ini, ingatlah satu hal Tuhan ada bersama-sama dengan kita! Dia tetap setia.


Pertanyaannya adalah apakah kita tetap setia dalam situasi apa pun, di mana pun kita berada kita tahu kita hidup di hadapan Tuhan.


Kita punya komitmen kepada Dia karena kita sudah menerima penebusan darah Yesus Kristus.


2. Kita bertanggung jawab sesuai dengan keberadaan kita dan Tuhan melengkapi kita dengan kasih karunia yang melampaui apa yang kita pikirkan.


Daniel 8:17-21


17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.


18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.


19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.


20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.


21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.


Dari bagian firman Tuhan ini kita tahu bahwa kemampuan-kemampuan yang kita miliki adalah karunia Tuhan.


Kita punya keterampilan, kita punya kecerdasan, apa pun itu kita tidak lepas daripada karunia Tuhan yang kita kenal pada umumnya disebut dengan talenta.


Tidak luput Daniel dan kawan-kawan, Tuhan memberikan talenta itu kepada mereka. Namun jika kita perhatikan kisah ini ada hal-hal yang melampaui talenta mereka.


Alkitab mencatat bahwa raja Nebukadnezar menemukan bahwa mereka ini sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan ahli jampi di seluruh kerajaan itu. Ini yang disebut kasih karunia Tuhan yang melampaui pikiran kita.


Ada talenta yang pada umumnya Allah berikan kepada seluruh manusia, tidak seorang manusia tidak diberikan talenta yaitu kompetensi, keterampilan, kecerdasan.


Sehingga dengan demikian orang itu bisa menghidupi kehidupan ini dan mengembangkan hidupnya.


Namun sebagai orang percaya ada karunia Tuhan yang melampaui kompetensi kita secara lahiriah. Di situlah kita harus bertanggung jawab untuk talenta yang Tuhan berikan kepada kita.


Tetapi kita perlu bergantung kepada Tuhan untuk kita menghidupi kehidupan kita sebagai orang percaya, karena Tuhan yang memakai kita melampaui kompetensi kita.


Ada perkara-perkara yang tidak dapat dilaksanakan oleh kompetensi kita yaitu kasih karunia Tuhan kepada kita. Sehingga melaluinya kita didapati berbeda dengan dunia ini.


Kita tidak pernah dapat menjadi orang-orang Kristen yang memberikan pengaruh kepada dunia ini, jikalau kita tidak berjalan bersama Tuhan dalam hidup ini.

Doakan dan renungkan.


* Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan dan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.


* Daniel mendapat hak istimewa tetapi Daniel memilih menolak hak itu, dia lebih memilih Tuhan dibandingkan hak istimewa dari raja Nebukadnezar.


Ketetapan hati Daniel