Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Korintus 11:1-16
Israel Sebagai Suatu Peringatan; Hiasan Kepala Wanita.
Kita hidup sebagai orang Kristen harus sangat mempertimbangkan dengan baik akan persepsi orang terhadap apa yang kita lakukan atau kita katakana.
Karena persepsi itu sangat menentukan “Apakah kita menjadi batu sandungan atau kita menjadi berkat bagi orang lain?”
Kita sama-sama mengetahui bahwa di setiap suku bangsa ada yang disebut dengan kebiasaan, dan kebiasaan tersebut kadang kala merupakan ekspresi dari apa yang menjadi nilai yang mereka anut.
Kebiasaan tersebut dapat berupa simbol, dan setiap suku bangsa meski memiliki nilai yang sama namun kenyataan ekspresinya bisa berbeda-beda, bisa juga ekspresinya bertolak belakang dari satu suku bangsa dengan satu suku bangsa lain.
Orang percaya hadir dalam konteks budaya dari suku bangsa di mana kita hidup atau di mana kita dilahirkan.
Ada nilai-nilai suku bangsa yang memiliki kesamaan dengan nilai yang orang percaya anut, namun ekspresinya berbeda.
Sebenarnya bagaimana kita sebagai orang percaya menempatkan diri, agar tidak disalah mengerti?
1 Korintus 11:1-16
1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
4 Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.
Pada bagian ini rasul Paulus membahas topik terkait dengan wanita atau isteri ketika dia berdoa di dalam pertemuan atau bernubuat, “Apakah ia perlu menggunakan tudung kepala?”
Hal ini disebabkan oleh orang-orang Kristen di gereja Korintus yang mempunyai latar belakang Yunani.
Ketika perempuan-perempuan atau seorang isteri di dalam pertemuan berdoa dan bernubuat mereka tidak memakai tudung kepala, sedangkan orang-orang Yahudi memiliki kebiasaan bahwa seorang isteri akan memakai tudung kepala.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Hakekat adalah sesuatu yang dirancang oleh Tuhan, ekspresi merupakan hal yang dipersepsi oleh manusia, oleh karena itu kita harus menghidupi hakekat agar dipahami oleh orang lain dengan ekspresi yang sesuai dengan pemahaman orang lain.
1 Korintus 11:13-16
13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.
Rasul Paulus bukan membahas perempuan pada umumnya, tetapi seorang isteri yang berdoa atau memimpin doa atau bernubuat menyampaikan Firman Allah.
Maka rasul Paulus menasehati bahwa gereja yang mempunyai latar belakang orang-orang Yahudi memiliki kebiasaan isteri yang akan memakai tudung kepala.
Berbeda dengan orang-orang yang mempunyai latar belakang Yunani para perempuannya itu, mereka yang menyembah ilah-ilah lain tidak memakai tudung kepala.
Rasul Paulus menyampaikan orang-orang Yahudi yang Kristen memakai tudung kepala yaitu seorang isteri atau seorang perempuan yang menunjukkan, dia adalah seorang isteri yang berada di bawah otoritas suaminya, dan dia menghormati suaminya.
Mengapa ketika dia berdoa dan bernubuat dia harus pakai tudung kepala? Untuk memberitahukan kepada orang lain bahwa dia tidak di atas suaminya.
Dia seorang isteri yang tunduk kepada suaminya, meskipun dia berdua memimpin atau mengajar atau bernubuat.
Rasul Paulus berkata laki-laki tidak perlu menggunakan tudung kepala, karena laki-laki menambahkan kemuliaan Tuhan, sehingga tidak perlu menutupi kepalanya, justru dia harus membuka kepalanya, karena dia menampakan kemuliaan Tuhan.
Di sini kita melihat bahwa apa yang rasul Paulus bicarakan adalah sebuah ekspresi dari sebuah hakekat dan ekspresi di setiap suku bangsa itu bisa berbeda-beda, meskipun punya hakekat yang sama.
Di situlah kita harus tau hakekat yang benar dan baik itu adalah hakekat yang dirancang Tuhan, namun di dalam manusia mengekspresikannya itu berbeda-beda.
Sebagai orang percaya kita harus menghidupi hakekat yang dirancang Tuhan yang benar dan baik, namun karena kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang mempunyai persepsi sesuai dengan kebiasaan masyarakat kita.
Di dalam kita mengekspresikan hakekat itu, kita harus menyesuaikan dengan pemahaman orang, jikalau tidak, orang bisa salah paham dan salah mengerti.
Di situlah rasul Paulus menasehati, jikalau kalian keberatan, maka kami memberitahukan bahwa kami tidak punya kebiasaan itu, artinya rasul Paulus mengerti ada budaya tertentu di mana dia tidak biasa, namun ada orang lain yang mungkin keberatan dengan kebiasaan itu.
Mari kita menghidupi hakekat yang benar dan baik yang Tuhan rancangkan dalam hidup kita, tetapi kita mengekspresikannya dengan begitu rupa, sehingga orang mengerti hakekat yang kita hidupi itu.
2. Kita patut meneladani Kristus karena kita menjadi teladan bagi orang lain.
1 Korintus 11:1
1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Di atas segala sesuatu yang kita lakukan dan seluruh pertimbangan kita, Kristuslah yang menjadi fokus kita, mata kita tertuju kepada Dia yaitu tertuju kepada pengorbanan-Nya dan teladan-Nya.
Ketika kita meneladani Kristus, maka kita boleh menampakkan Kristus di tengah-tengah dunia ini.
Kita perlu menampakkan Kristus di tengah-tengah dunia ini, supaya orang-orang percaya boleh meneladani Kristus melalui diri kita dan orang-orang belum percaya boleh melihat kebaikan, keindahan, dan kemuliaan Kristus di dalam hidup kita.
Tuhan Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, Tuhan Yesus datang bukan mencari orang benar tapi Dia mencari orang berdosa.
Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berbelas kasihan kepada orang lain. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang mau mengerti segala kelemahan-kelemahan manusia, termasuk kelemahan-kelemahan kita.
Tuhan Yesus tidak memikirkan kepentingan diri-Nya sendiri, tapi Dia memikirkan kepentingan orang lain.
Itulah prinsip-prinsip yang Tuhan tampakkan sebagai teladan dalam hidup kita dan ketika kita meneladani Kristus.
Kita menjadi orang Kristen yang cocok di dalam pelbagai situasi kondisi, pelbgai kebiasaan-kebiasaan dan budaya-budaya, dan pelbagai corak manusia untuk kita menjadi berkat bagi mereka.
Doakan dan renungkan
* Kita patut meneladani Kristus supaya orang-orang percaya boleh meneladani Kristus melalui hidup kita.
* Dan orang-orang belum percaya boleh melihat kebaikan, keindahan, dan kemuliaan Kristus dalam hidup kita.
Teladan yang dihidupkan