Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 29 Januari 2024

Tuhan Adalah Gembalaku


Markus 10:46-52


Yesus menyembuhkan Bartimeus


Nilai hidup kita seharga darah Yesus Kristus yang dicurahkan bagi orang percaya. Sehingga kita tidak perlu menjadi minder, tidak menghargai diri, karena bergantung pada pandangan orang.


Tetapi nilai hidup kita tergantung kepada pengorbanan Kristus di atas kayu salib, Puji Tuhan!


Pernahkah terbersit dalam hati, mengapa Tuhan Yesus mempedulikan saya? Tuhan Yesus mempedulikan saya di tengah manusia yang berjumlah sekitar 7 milyar di dunia ini.


Pernahkah kita membayangkan seberapa kecilnya kita di tengah-tengah kumpulan 7 milyar orang? Seringkali persepsi kita sangat terbatas dan dalam keterbatasan itu kita merasa cukup signifikan di dunia ini.


Mungkin ada orang merasa, saya punya ilmu pengetahuan yang sangat tinggi tapi pertanyaannya di tengah-tengah ilmu pengetahuan alam semesta yang begitu besar, seberapa besar kemampuan dia mengenal ilmu pengetahuan, mungkin hanya seperti titik air dan titik debu.


Tuhan mengasihi kita. Apa ada dasarnya? Alkitab mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menggaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16).


Markus 10:46-52


46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, Bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.


47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”


48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”


49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”


50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.


51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”


52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.


Kisah dalam firman Tuhan yang kita baca ini menyatakan siapakah Tuhan Yesus dan bagaimana Dia terhadap manusia atau terhadap kita.


Memang Injil atau Alkitab diberikan kepada kita agar kita mengenal siapakah Yesus Kristus. Supaya kita boleh percaya kepada-Nya dan menerima hidup yang kekal.

Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Tuhan Yesus memperhatikan kita secara pribadi sebagai seorang manusia yang berharga dimata-Nya.


Markus 10:46-49


46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, Bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.


47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”


48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”


49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”


Ketika Tuhan Yesus keluar dari kota Yerikho bersama dengan murid-murid-Nya. Alkitab mencatat ada orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Dia.


Ada seorang yang bernama Bartimeus, dia seorang pengemis yang buta dan dia berteriak-teriak di pinggir jalan: “Yesus Anak Daud kasihanilah aku!”


Mari kita menyelami Tuhan Yesus bersama murid-murid sedang dikerumuni oleh orang yang berbondong-bondong sekian banyak dan disalah satu pinggir jalan ada pengemis buta yang bernama Bartimeus yang berteriak-teriak: “Yesus Anak Daud kasihanilah aku!”


Alkitab mencatat Yesus berhenti dan berkata: “Panggilah dia!” Orang begitu banyak ikut Yesus, tetapi Tuhan Yesus peduli dengan seorang pengemis yang di pinggir jalan dan namanya disebut di Alkitab namanya Bartimeus.


Dan Dia berkata: “Panggilah dia!” Apa artinya bagi kita semuanya ini?


Tuhan adalah Tuhan alam semesta. Dia adalah Tuhan dari 7 milyar umat manusia tetapi jangan lupa Dia Tuhan yang mengenal diri kita secara pribadi dan Dia peduli.

Bartiemus adalah seorang pengemis. Seperti apakah kita di hadapan Tuhan? Di alam semesta kita begitu kecil, kita tidak kelihatan.


Pertanyaannya seperti apakah kita di hadapan Tuhan?


Bukankah semua yang kita punya adalah semata-mata pemberian. Bolehkah kita katakan? Kita tidak lebih dari pengemis itu.


Tetapi kita begitu berharga di mata Tuhan, Tuhan begitu mengasihi kita, Dia mendengar suara panggilan kita, Dia mendengar jeritan hati kita karena Dia memperhatikan kita secara pribadi, bukan secara keramaian orang.


Mari kita datang kepada Tuhan Yesus karena Dia mengasihi kita! Berserulah kepada-Nya karena Dia peduli kepada kita!


2. Iman kepada Tuhan Yesus mengubahkan hidup kita.


Markus 10:50-52


50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.


51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”


52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.


Ketika pengemis itu datang kepada Tuhan Yesus, pengemis itu bernama Bartimeus. Apa yang engkau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?


Maka dia berkata: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Maka Tuhan berkata: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.


Percaya kepada Tuhan Yesus mengubahkan hidup pengemis buta yang bernama Bartimeus ini. Dia seorang yang buta tetapi ketika dia datang kepada Tuhan Yesus, dia percaya, dia melihat.


Bukankah itu yang dikisahkan di dalam pujian rohani yang berjudul Amazing Grace, sangat besar anugerah-Mu.


Dulu aku buta sekarang aku melihat. Apakah artinya buta menjadi lihat? Tidak lain tidak bukan adalah satu perubahan hidup yang signifikan, dia boleh melihat keindahan hidup ini.


Ketika kita percaya kepada Kristus, hidup kita berubah, kita baru bisa melihat betapa indahnya Tuhan, betapa indahnya kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita, betapa baiknya Tuhan.


Di situlah sebagai orang percaya yang dicelikkan mata rohaninya, dia menjadi orang yang selalu bersyukur kepada Tuhan di dalam hidupnya.


Mari datang kepada Tuhan Yesus, Dia sanggup mengubah hidup kita. Betapa pun dan apa pun yang terjadi dalam hidup kita, ketika kita datang kepada Dia, Dia mengubahkan menjadi indah dan berharga.


Doakan dan renungkan.


* Lagu Amazing Grace berkisah tentang aku dulu “buta” sekarang aku “melihat.” Artinya ada satu perubahan hidup yang signifikan.


* Ketika kita percaya kepada Kristus, mata rohani kita dicelikkan, hidup kita diubahkan. Kita bisa melihat betapa indahnya kehidupan yang Tuhan berikan dan betapa baiknya Tuhan.


Dulu buta sekarang celik