Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Rabu, 22 November 2023

Tuhan adalah Gembalaku

1 Yohanes 1:1-4

Kesaksian Rasul Tentang Firman Hidup.


Ketika kita membaca Alkitab baik di dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, maka kita sedang membaca apa yang ditulis oleh saksi mata dan saksi hidup tentang Tuhan.


Dia memakai cara yang seperti ini di dalam menuliskan firman-Nya agar manusia tahu bahwa Tuhan bukan teori, Ia nyata dan berjalan bersama dengan umat-Nya.


Kita melanjutkan perjalanan iman bersama dengan surat 1 Yohanes. Surat ini ditulis oleh Rasul Yohanes, meski di dalam suratnya tidak disebutkan nama Yohanes.


Surat ini dituliskannya karena bapak-bapak gereja juga mengutip 1 Yohanes dan merujuk bahwa surat ini ditulis oleh Rasul Yohanes.


Surat ini juga memberikan tanda-tanda bahwa yang menulis adalah Rasul Yohanes, dan kemungkinan dituliskan dari kota Efesus.


Hal ini dikarenakan Rasul Yohanes melayani di kota Efesus dan kurang lebih surat ini dituliskan pada tahun 85-90 masehi.


Penulisan surat ini memiliki kemungkinan karena pada masa itu orang Kristen memiliki ajaran sesat, yaitu ajaran gnostik yang mempengaruhi dan merusak sehingga orang-orang percaya bisa disesatkan.


1 Yohanes 1:1-4


1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.


2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.


3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.


4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.


Dari awal kita langsung berjumpa dengan saksi mata dari Yesus Kristus. Penulis surat ini bukan sedang menulis hipotesa atau ide tentang Yesus Kristus, melainkan dia adalah saksi mata dan saksi hidup akan Yesus Kristus.


Hal itu dikarenakan sang penulis pernah bersama-sama dengan Kristus ketika Dia melayani selama 3,5 tahun.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Apa yang ditulis di dalam Perjanjian Baru merupakan tulisan dari saksi mata dari Yesus Kristus, Sang Hidup itu.


1 Yohanes 1:1-2


1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.


2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.


Pada bagian awal surat Yohanes ini, ia memberitahukan bahwa apa yang dia tuliskan bukan di dengar dari orang lain, melainkan itulah yang dia alami.


1 Yohanes 1:1

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.


Firman hidup atau Firman pemberi hidup itu Yesus Kristus. Rasul Yohanes adalah murid yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus. Ketika Kristus tergantung di atas kayu salib, Rasul Yohanes yang berada di bawah kaki salib itu.


Ia mendengar langsung perkataan Tuhan Yesus yang mengatakan,”Ibu, Inilah, anakmu!”Dialah yang menulis surat ini. Perjanjian Baru ditulis oleh orang-orang yang pernah bersama dengan Kristus sehingga mereka menyaksikan apa yang mereka alami.


Apa yang mereka katakan tentang Yesus, maka mereka mengatakan bahwa Yesus itu adalah Firman yang hidup.


Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa perkataan-Nya adalah Roh dan hidup. Dia adalah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa jika tidak melalui-Nya.


Yesus juga berkata: "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa telah mati ia akan hidup kembali."


Yesus berulang kali berbicara mengenai siapakah Dia, Dia adalah Allah yang hidup. Rasul Yohanes, seorang saksi mata mengenai siapakah Yesus, memberitahukan kepada kita bahwa Dia adalah firman yang hidup itu.


Perkataan atau tulisan Rasul Yohanes bukan merupakan hipotesa atau argumentasi, tulisan itu merupakan saksi hidup daripada Yesus Kristus.


Kita dipercayakan untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini bukan berdasarkan teori, hipotesa, dan perkataan orang melainkan karena kita sudah mengalami-Nya dalam hidup kita.


Marilah menjadi seperti Rasul Yohanes, agar apa yang telah kami dengar, lihat, saksikan, dan yang telah kami alami itulah yang akan kami beritakan.


Itulah panggilan kita sebagai orang percaya, yaitu memberitakan kasih Tuhan yang kita alami dalam hidup kita.


2. Firman Tuhan dituliskan agar para pembaca boleh memiliki persekutuan di dalam Kristus dan Bapa.


1 Yohanes 1:3-4


3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.


4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.


Itulah tujuan dari firman Tuhan, sebab tujuan firman Tuhan bukan semata-mata pengetahuan tentang Allah meskipun hal itu juga penting, karena Alkitab juga memberitahukan pengetahuan tentang Allah.


Tujuan terakhir yang paling penting adalah agar kita boleh memiliki persekutuan di dalam Kristus.


Persekutuan itu terjadi ketika kita menerima Kristus dan karya-Nya di atas kayu salib. Kita menerima pengampunan dosa dan diperdamaikan dengan Allah oleh darah-Nya, Yesus Kristus.


Kita di persekutukan dengan Tuhan, ketika kita memiliki persekutuan dengan Tuhan maka kita memiliki persekutuan satu dengan yang lain.


Itulah maksud dari firman Tuhan bagi kita baik di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hal itu agar kita diperdamaikan dengan Allah karena kita adalah orang berdosa dan musuh Allah.


Kristus datang untuk memperdamaikan kita dengan Allah, sehingga kita memiliki persekutuan yang indah dengan Tuhan di dalam hidup kita.


Itulah yang Rasul Yohanes katakan: "Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna."


Sukacita itu sangat meluap ketika apa yang tidak sanggup kita kerjakan, tetapi diberikan Tuhan kepada kita. Apa yang tidak mungkin kita lakukan, tidak mungkin kita bisa mencapainya, tetapi Tuhan beranugerah kepada kita.


Itulah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, Perjanjian Lama memberitahukan betapa kudusnya Allah.


Tidak ada seorangpun yang boleh masuk ke tempat kudus, hanya imam besar yang bisa masuk setahun sekali dan harus membawa kurban untuk penebus salah dan pengampunan dosa.


Tidak ada yang seorangpun yang bisa masuk ke sana, siapapun yang masuk ke sana harus mati. Allah memberitahukan betapa dahsyatnya Dia, tidak ada seorangpun boleh menghampiri Dia.


Jika kita bisa bersekutu dengan Tuhan, maka itulah anugerah dan sukacita yang besar. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui Yesus Kristus.


Doakan dan renungkan.


* Apa yang ditulis dalam Perjanjian Baru merupakan tulisan dari para saksi mata tentang Yesus Kristus, Sang Hidup itu.


* Para Murid Tuhan Yesus menuliskan pada kita, apa yang telah ada sejak semula, yang telah mereka dengar, mereka lihat, mereka saksikan dan mereka raba dengan tangan mereka tentang Firman hidup.


Kisah Nyata Sang Guru