Audio Stream
00 : 00 : 00
Kesaksian
Syalom Bapak, Ibu serta Saudara sekalian.
Saya Bwe Nie
Saya akan menceritakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam
musibah luka bakar yang saya alami.
Kejadiannya pada bulan Juli 2020.
Waktu itu seperti biasanya, pada hari Minggu saya dan keluarga
(Mama dan Mbak) beribadah bersama mengikuti progam GKY via
online.
Selesai ibadah, saya ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
Saya mulai menyalakan kompor untuk menggoreng bakwan
jagung.
Lalu saya mendengar Mama memanggil saya untuk mematikan
komputer.
Saya cepat-cepat ke ruang tengah, lalu dengan santai mencari
lagu-lagu rohani untuk mama dengar.
Waktu saya sedang asyik memilih lagu,
Si Mbak bertanya, “Bu, ada asap dari mana ya?”
Saya sangat terkejut.
Ya ampuunn, kompor gas lupa saya matikan!!!
Saya dan Mbak langsung lari ke dapur.
Dapur sudah penuh dengan asap.
Jantung saya deg-degan.
Saya takut sekali.
Kaki saya terasa lemas.
Tapi puji Tuhan, Dia berikan saya keberanian.
Kompor akhirnya berhasil saya matikan.
Tapi karena minyak sudah begitu panas,
api tampak menyala sampai di pinggir kuali.
Aduh, jangan sampai rumah kebakaran!
Saya berteriak, “Tuhan tolong!”
Dengan lap yang ada di meja, saya pegang dan saya bawa kuali
ke pintu belakang.
Lap di tangan kiri saya sampai gosong sehingga tangan kiri saya
ikut terbakar.
Kaki kiri saya juga kena minyak panas.
Tetapi puji Tuhan tangan dan kaki kanan saya selamat tidak luka
sedikitpun.
Saya bersyukur di dalam segala ketakutan saya ,
Tuhan memberikan saya kekuatan dan keberanian untuk
menghadapi situasi waktu itu.
Saya bersyukur, tangan dan kaki sebelah kanan selamat.
Wajah juga tidak kena.
Bila yang luka bakar tangan dan kaki sebelah kanan tentu akan
lebih sulit bagi saya untuk melakukan aktivitas.
Saya juga bersyukur ada rekan-rekan seiman, rekan-rekan kantor
dan family yang mau berdoa untuk saya.
Setelah beberapa bulan berobat, luka di tangan dan kaki kiri
sudah kering.
Tinggal sedikit luka dan tanda yang belum hilang.
Sekian kesaksian saya. Nama Tuhan dimuliakan!
FEAR NOT!
There is HOPE